|
|
| POLLING : PILGUB KALTIM |
|---|
| Salam Kaltim |
|---|
|
Latest Message: 13 hours, 47 minutes ago
You have to login before you can shout! |
| Pengunjung | |||||||||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]()
|
| Tribun Kaltim Terkini |
|---|
|
| Akibat Olahraga Berlebihan |
| Senin, 12-05-2008 | 04:00:00 | |
|
HEPATITIS adalah penyakit radang hati yang berbahaya. Pada level lanjutan, penyakit ini akan mengakibatkan pengerasan hati, kanker hati, dan berujung pada kematian. Untuk menjaga hati agar tetap sehat, tentu ada terapi tersendiri.
Dr Lukman Hatta Santoso SpPD SpKL dari RSPB dan Panacea Clinic menjelaskan, hati merupakan pusat metabolisme dan pusat pertahanan tubuh. Ada beberapa hal yang dapat mengusik fungsi hati. "Aktivitas yang dapat menusik kerja hati antara lain; bekerja keras yang tidak kenal waktu, kurang istirahat, makan tidak teratur atau gizi buruk, olahraga berlebihan, sering mengonsumsi minuman beralkohol, serta mengonsumsi obat-obatan yang mempengaruhi fungsi hati," urai Lukman. Lukman, yang juga suami dari dr Erika (Direktur Panacea Clinic) ini menerangkan, bila hati sudah terganggu, terlebih dengan pola hidup tidak antisipatif terhadap virus hepatitis, maka bisa jadi hepatitis akan bersarang dengan cepat di tubuh manusia. Karena itu, ia menyarankan beberapa upaya pencegahan terhadap penyakit ini. "Beberapa hal yang dapat dilakukan antara lain; imunisasi virus hepatitis aktif dan pasif, uji tapis donor darah, serta beberapa upaya pencegahan umum dalam keseharian. Tentang jumlah pengidap Hepatitis di Balikpapan, Lukman menyatakan belum memiliki data statistik yang akurat. Ia hanya menyebutkan data di lima kawasan di Indonesia yang telah dilakukan penelitian secara mendalam. "Di Medan jumlah pengidap Hepatitis 1 % dari total jumlah penduduk, di Riau 1,9 %, di Jakarta 5,8 %, di Jawa Barat 4,7 %, di Bali 1,5%, sedangkan yang tertinggi di Makassar 7,1%," bebernya. Agar Kaltim segera memiliki data statistik tentang jumlah penderita hepatitis, Lukman menyarankan agar Dinas Kesehatan Provinsi segera melakukan penelitian detail. "Penelitian bisa dilakukan dengan bekerjasama dengan peruruan tinggi," sarannya. (m22)
|
|
|





























