BERITA UTAMA
Headlines Cetak
Tribun Kaltim Terkini
Nasional
Manca Negara
Ekonomi & Bisnis
Olahraga
Hiburan
Iptek & Sains
Kesehatan
Opini
Lipsus
Selamat Pagi
Tajuk
PON Kaltim
Jadwal PON
BERITA DAERAH
Balikpapan
Samarinda
Kukar
Bontang
Kutim
Tarakan
Kubar
PPU
Grogot
KURS IDR BANK BCA
4-Jul-2008 / 15:40 WIB
Kurs Jual Beli
USD 9265.00 9165.00
SGD 6816.35 6717.35
HKD 1189.30 1174.60
GBP 18392.95 18138.95
AUD 8933.50 8800.50
JPY 87.13 85.51
EUR 14561.02 14376.02
SAR 2479.45 2435.45
Berita populer
arsip berita
Login Form





Kata Sandi hilang?
Belum terdaftar? Daftar
Sindikasi
Prakiraan Cuaca
Jakarta:
24°C
1011mb

5 km/h
Balikpapan:
28°C
1010mb

24 km/h
Samarinda:
28°C
1010mb

24 km/h
Akibat Olahraga Berlebihan
Senin, 12-05-2008 | 04:00:00
HEPATITIS adalah penyakit radang hati yang berbahaya. Pada level lanjutan, penyakit ini akan mengakibatkan pengerasan hati, kanker hati, dan berujung pada kematian. Untuk menjaga hati agar tetap sehat, tentu ada terapi tersendiri.

Dr  Lukman Hatta Santoso SpPD SpKL dari RSPB dan Panacea Clinic menjelaskan, hati merupakan pusat metabolisme dan pusat pertahanan tubuh. Ada beberapa hal yang dapat mengusik fungsi hati.

"Aktivitas yang dapat menusik kerja hati antara lain; bekerja keras yang tidak kenal waktu, kurang istirahat, makan tidak teratur atau gizi buruk, olahraga berlebihan, sering mengonsumsi minuman beralkohol, serta mengonsumsi obat-obatan yang mempengaruhi fungsi hati," urai Lukman.

Lukman, yang juga suami dari dr Erika (Direktur Panacea Clinic) ini menerangkan, bila hati sudah terganggu, terlebih dengan pola hidup tidak antisipatif terhadap virus hepatitis, maka bisa jadi hepatitis akan bersarang dengan cepat di tubuh manusia.  

Karena itu, ia menyarankan beberapa upaya pencegahan terhadap penyakit ini. "Beberapa hal yang dapat dilakukan antara lain; imunisasi virus hepatitis aktif dan pasif, uji tapis donor darah, serta beberapa upaya pencegahan umum dalam keseharian.

Tentang jumlah pengidap Hepatitis di Balikpapan, Lukman menyatakan belum memiliki data statistik yang akurat. Ia hanya menyebutkan data di lima kawasan di Indonesia yang telah dilakukan penelitian secara mendalam. "Di Medan jumlah pengidap Hepatitis 1 %  dari total jumlah penduduk, di Riau 1,9 %, di Jakarta 5,8 %, di Jawa Barat 4,7 %, di Bali 1,5%, sedangkan yang tertinggi di Makassar 7,1%," bebernya.

Agar Kaltim segera memiliki data statistik tentang jumlah penderita hepatitis, Lukman menyarankan agar Dinas Kesehatan Provinsi segera melakukan penelitian detail. "Penelitian bisa dilakukan dengan bekerjasama dengan peruruan tinggi," sarannya. (m22)


 

 

 

 

 

Created by IT Tribun Kaltim

Powered by JOOMLA