| Iklan baris Online | |
|---|---|
|
|
|
|
| POLLING : PILGUB KALTIM |
|---|
| Salam Kaltim |
|---|
|
Latest Message: 1 day, 2 hours ago
You have to login before you can shout! |
| Pengunjung | |||||||||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]()
|
| Prakiraan Cuaca | |||||||||||||||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
|
|||||||||||||||||||||
| Data Pengujung |
|---|
|
IP 38.103.63.17 Browser Operating System |
| Tribun Kaltim Terkini |
|---|
|
| Kalla Pilih Naik Bus |
| Kamis, 08-05-2008 | 05:17:21 | |
|
Permintaan itu membuat pasukan pengamanan presiden (Paspampres) menjadi lebih sibuk. Mobil RI 2 yang telah disiapkan di depan pintu keluar ruang VIP bandara terpksa harus digeser dan digantikan dengan bus, yang telah disiapkan untuk rombongan. Mobil RI 2 berwarna biru metalik yang telah disiapkan terpaksa harus diganti identitas kenegaraannya. Plat nomor diganti secara mendadak dari RI 2 berwarna merah menjadi plat hitam B 1106 DB, dan bendera kecil yang ada di bagian depan mobil, dilepas dari tiangnya. Kalla ke Balikpapan untuk meninjau kilang minyak Pertamina dan konsolidasi Partai Holkar. Menurut anggota Paspampres yang bertugas, hal itu merupakan permintaan Kalla. Bus berwarna cokelat muda itu ditumpangi Wapres dan rombongan, termasuk pejabat di Kaltim. "Ini sudah kemauan Pak Kalla, jadi mungkin beliau ingin lebih familier lagi dengan pejabat sini. Makanya minta satu bus," ujar anggota Paspampres yang tak ingin disebutkan namanya. Rombongan Kalla tiba di Bandara Sepinggan pukul 15.15 Wita menggunakan pesawat kepresidenan jenis RJ-85. Kehadiran Wapres di Balikpapan disertai dengan pengamanan ketat. Tidak hanya di darat yang dijaga oleh TNI dan Polri, di laut pun dua kapal perang yakni KAL Sepinggan dan KAL Manggar juga ikut mengamankan. Dua kapal perang milik TNI AL dari Lanal Balipapan, telah disiagakan di perairan Balikpapan sejak pagi hari. Kedua kapal ini berangkat dari Posko TNI AL yang berada di Kampung Baru sejak pukul 08.00 Wita tadi pagi. "Perairan Bandara Sepinggan sudah saya sterilkan" ujar Letda M Syaiful Ali. Saat Kalla hadir, di perairan Balikpapan tidak ada aktivitas yang mencurigakan. Sejumlah perahu-perahu nelayan yang berada di laut Sepinggan tidak mengetahui akan kehadiran Kalla. Di Bandara Sepinggan sendiri, dua pasner yang diturunkan Kodam VI/Tpr juga berjaga-jaga di dalam area pagar bandara.Kendati posisinya lebih tersembunyi, prajurit TNI yang berada di dalam panser ini nampak siaga dan waspada memperhatikan setiap orang yang melintas. Kunjungi Pertamina Di ruang Unit Pengolahan V (UP V) Pertamina Balikpapan, Kalla berdialog dengan jajaran Pertamina mengenai penghematan minyak di Indonesia. Ternyata tingkat produksi minyak lebih rendah dibandingkan tingkat konsumsi. "Ada dua untuk mengatasi energi, menaikkan produksi dan menurunkan konsumsi. Kita di sini malah menaikkan korupsi. Sehingga permasalahan datang dari hilir dan hulu. Persoalan dari hulu adalah konsumsi tidak stabil sedangkan dari hilir kenapa kita selalu mengekspor minyak sekaligus mengimport minyak," kata Kalla. Wapres menilai kapasitas kilang kita perlu pengembangan dan perbaikan infrastruktur hingga bisa mengatasi kestabilan konsumsi. Posisi produksi kilang minya saat ini masih dibawah produksi minyak luar negeri. Wapres mengingatkan, konstruksi kilang saat ini lebih mahal." Mengapa kita selalu telat dengan luar negeri, berapa tahun sudah kita telat terus," katanya. Wapres mentargetkan kepada Pertamina agar pada tahun 2010 menghasilkan 1,2 juta barel per tahun. Saat ini, total produksi minyak mentah dalam negeri sekitar 1 juta barel per hari, sedangkan jumlah penduduk yang ada lebih besar sehingga tingkat konsumsinya juga akan lebih besar. Padahal konsumsi bahan bakar minyak mencapai sekitar 1,2 juta barel per hari sehingga ada selisih 200 ribu barel. "Besaran selisih itulah yang berupaya ditingkatkan produksinya," katanya. Direktur Pengolahan PT Pertamina Rukmi Hadiartini mengatakan, pasokan minyak dalam negeri selama ini diproduksi dari tujuh kilang yang tersebar di beberapa wilayah, antara lain Kilang Dumai, dengan kapasitas produksi 170 ribu barel per hari, Kilang Musi 130 ribu barel per hari, Balongan 120 ribu barel per hari, Cilacap 300 ribu barel per hari, Balikpapan I 60 ribu barel per hari dan Balikpapan II 200 ribu barel per hari. "Khusus untuk kilang Balikpapan memberikan kontribusi pengolahan minyak mentah (crude oil) sebesar 25 persen untuk konsumsi nasional," katanya. Selama ini, katanya, produk unggulan yang dihasilkan Kilang Balikpapan masih terbatas pada solar dan kerosin atau kompleksitas yang dihasilkan dari Kilang Baikpapan masih cukup rendah dibandingkan kompleksitas kilang lainnya terutama Kilang Balongan. Dialog dihadiri antara lain Menteri Negara BUMN Sofyan Djalil, Wakil Direktur Utama Pertamina Iin Arifin Takhyian, Direktur Pengolahan Pertamina Rukmi Hadiartini serta General Manager UPV Balikpapan Masril Moeis dan staf UPV lainnya. Tak Populer Sementara itu, dalam acara temu kader Partai Golkar di hotel Le Grandeur, Rabu (7/5), Kalla menegaskan kader Partai Golkar tak usah takut popularitas partai menurun dengan adanya kebijakan pemerintah menaikkan harga BBM. Kebijakan itu, menurut Jusuf Kalla memang tidak populis, namun ia yakin keputusan presiden SBY bersama dirinya untuk kebaikan bersama, bukan kebaikan pribadi atau kelompok. Kenaikan ini mau tidak mau harus dilakukan mengingat harga pasaran minyak dunia telah naik. Harga minyak yang sudah mencapai 120 dolar per barel menyebabkan subisidi yang harus diberikan mencapai 8.000 per liter untuk minyak tanah, sedangkan untuk premium subsidi mencapai 5.500 per liter. Menurut Yusuf, mempertahankan harga tetap seperti sedia kala sama saja masih terus menyubsidi orang-orang kaya. "Paling banyak yang disubsidi orang-orang mampu. Mereka yang punya mobil. Kita hanya menyubsidi kenyamanan orang kaya. Artinya per hari pemerintah harus membiayai Rp 100 ribu kepada pemilik mobil yang notabene orang kaya. Dihitung subsidi sebelum naiknya harga minyak dunia mencapai Rp 275 triliun, dengan naiknya minyak dunia subsidi kepada orang kaya sudah bisa mencapai 50 persen dari angka itu," jelasnya. (lia/m19/joi) |
|
|





























BALIKPAPAN, TRIBUN - Sebagai orang nomor 2 di Indonesia, Wakil Presiden RI Jusuf Kalla layak mendapat fasilitas istimewa. Tetapi Kalla malah tak menggunakannya, termasuk ketika berkunjung ke Balikpapan. Setibanya di ruang VIP Bandara Sepinggan, Rabu (7/5), Kalla memilih melanjutkan perjalanannya menggunakan bus dari pada mobil Mercy yang telah disiapkan.