BERITA UTAMA
Headlines Cetak
Tribun Kaltim Terkini
Nasional
Manca Negara
Ekonomi & Bisnis
Olahraga
Hiburan
Iptek & Sains
Kesehatan
Opini
Lipsus
Selamat Pagi
Tajuk
PON Kaltim
Jadwal PON
BERITA DAERAH
Balikpapan
Samarinda
Kukar
Bontang
Kutim
Tarakan
Kubar
PPU
Grogot
KURS IDR BANK BCA
4-Jul-2008 / 15:40 WIB
Kurs Jual Beli
USD 9265.00 9165.00
SGD 6816.35 6717.35
HKD 1189.30 1174.60
GBP 18392.95 18138.95
AUD 8933.50 8800.50
JPY 87.13 85.51
EUR 14561.02 14376.02
SAR 2479.45 2435.45
Berita populer
arsip berita
Login Form





Kata Sandi hilang?
Belum terdaftar? Daftar
Sindikasi
Prakiraan Cuaca
Jakarta:
24°C
1011mb

5 km/h
Balikpapan:
28°C
1010mb

24 km/h
Samarinda:
28°C
1010mb

24 km/h
Beras Dipatok Maksimal Rp 6.000 per Kg
Kamis, 27-03-2008 | 04:00:00
JAKARTA, TRIBUN  - Pemerintah mematok harga beras dalam negeri pada kisaran harga Rp 4.750 sampai Rp 6.000 per kilogram. Kebijakan itu diambil guna melakukan stabilisasi harga dalam negeri agar tidak terkena dampak melambungnya harga beras di pasar internasional.

Demikian diutarakan Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu dalam simposium bertajuk "Citi Indonesia Economic & Political Outlook 2008" di Jakarta, Rabu (26/3). "Itu kisaran harga yang tidak membebani masyarakat," kata Mari dalam simposium yang dihadiri ratusan investor lokal dan luar negeri itu.

Menurut Mari harga beras di dalam negeri relatif stabil dibandingkan luar negeri menyebabkan harga di luat negeri melonjak. "Kita masih memantau apa yang terjadi di luar negeri. Apakah ini sesuatu yang sifatnya sesaat, atau yang lebih fundamental," katanya.

Dia melanjutkan permintaan beras luar negeri besar sementara stok dalam negeri tercukupi namun bukan berarti pemerintah melarang ekspor beras di saat harga di pasar internasinal tengah membumbung tinggi. "Yang paling penting adalah amankan stok beras dalam negeri dulu," jelasnya.

Saat ini permintaan beras di pasar internasional menguat. Vietnam dan Thailand sebagai negara pengekspor beras terbesar di Asia Tenggara menerapkan pajak ekspor tinggi guna mengamankan stok beras dalam negeri.

Lonjakan harga beras internasional yang membumbung tinggi hingga 700 dolar AS per ton, sudah barang tentu dapat memunculkan spekulasi ekspor demi keuntungan berlipat. Dengan pilihan menahan harga beras, terang Mari, pemerintah masih membahas alternatif-alternatif menjaga keluarnya beras dari dalam negeri. "Yang penting bagaimana me-manage beras apakah itu stock dalam negeri, apakah itu impor-ekspor, itu bagian dari suatu keseluruhan," jelasnya. (persda network/aco)

 

 

 

 

 

Created by IT Tribun Kaltim

Powered by JOOMLA