BERITA UTAMA
Headlines Cetak
Tribun Kaltim Terkini
Nasional
Manca Negara
Ekonomi & Bisnis
Olahraga
Hiburan
Iptek & Sains
Kesehatan
Opini
Lipsus
Selamat Pagi
Tajuk
Pilkada Kaltim
BERITA DAERAH
Balikpapan
Samarinda
Kukar
Bontang
Kutim
Tarakan
Kubar
PPU
Grogot
KURS IDR BANK BCA
16-Mei-2008 / 15:38 WIB
Kurs Jual Beli
USD 9330.00 9230.00
SGD 6817.05 6719.05
HKD 1196.95 1182.25
GBP 18216.15 17965.15
AUD 8849.80 8717.80
JPY 89.71 88.04
EUR 14483.20 14300.20
SAR 2496.55 2452.55
Berita populer
arsip berita
Login Form





Kata Sandi hilang?
Belum terdaftar? Daftar
Sindikasi
Ekspor CPO Tinggi, Migor Langka
Sabtu, 03-05-2008 | 04:00:00
JAKARTA, TRIBUN - Ekspor minyak kelapa sawit (CPO) yang kembali meningkat pada bulan Maret 2008 bisa jadi mengancam harga minyak goreng (migor) dalam negeri. "Karena itu pemerintah perlu mewaspadai betul karena kalau CPO masih terus bertahan tinggi bahkan cenderung naik, ini akan menjadi ancaman bagi kenaikan harga minyak goreng dalam negeri, sehingga kalau pemerintah lengah bisa jadi harga minyak goreng naik lagi," ujar Kepala Badan Pusat Statistik Rusman Heriawan di Jakarta, Jumat (2/5).

Beberapa waktu lalu, akibat faktor harga CPO di luar negeri yang sangat tinggi, produsen CPO ramai-ramai mengekspor CPO ke luar negeri. Akibatnya, pasokan minyak kelapa sawit mentah di dalam negeri berkurang. Hal ini mengakibatkan pasokan minyak goreng menjadi langka.

Rusman menambahkan selama harga CPO terus melonjak dan ekspornya juga terus meningkat, hal ini akan mengancam cadangan minyak goreng di dalam negeri. "Kalau hal itu terjadi maka akan menimbulkan supply shock dan berpengaruh terhadap harga dalam negeri," imbuhnya.

Selama 3 bulan di 2008 ini, kenaikan ekspor CPO terjadi karena volumenya juga naik sebesar 47 persen secara year on year. Lalu pada Maret 2008 dibandingkan Februari 2008 kenaikkan volumenya 64 persen. (dtc)

Subsidi sudah Habis

DI Balikpapan, menjelang akhir pekan ini, harga minyak goreng semua merek kembali naik 10 persen. Minyak cap Bimoli biasa misalnya, dari Rp 24.000 menjadi Rp 25.000 per liter, sedangkan Bimoli Special dari Rp 25.000 menjadi Rp 27.000 per liter.

"Migor subsidinya sudah habis. Sudah tidak keluar lagi yang ada stiker 10 persennya. Jadi kembali ke harga semula," ujar Haji Jumadi di Pasar Klandasan, kemarin. Sementara untuk sembako lainnya, ia belum mendapat info kenaikan dari pihak distributor. (sar)

 

 

 

 

 

Created by IT Tribun Kaltim

Powered by JOOMLA