|
|
| POLLING : PILGUB KALTIM |
|---|
| Salam Kaltim |
|---|
|
Latest Message: 13 hours, 48 minutes ago
You have to login before you can shout! |
| Pengunjung | |||||||||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]()
|
| Tribun Kaltim Terkini |
|---|
|
| Harga Minyak Tembus 117 Dolar AS per Barrel |
| Minggu, 20-04-2008 | 04:00:00 | |
|
NEW YORK, TRIBUN - Harga minyak dunia mencapai rekor tertinggi pada angka 117 dolar AS per barel. Seperti yang dikutip dari AFP, Sabtu (19/4), lonjakan tinggi harga minyak terjadi akibat ketakutan pasar akibat adanya isu sabotase kilang minyak di Nigeria.
Negara itu produsen minyak terbesar di Afrika yang dikelola Shell. Serangan dilancarkan oleh militan Nigeria yang menjanjikan serangan-serangan lanjutan. Kenaikan itu adalah harga tertinggi sepanjang sejarah. Namun seorang analis energi di New York, Ray Carbone mengatakan faktor kunci yang mendorong harga minyak naik dalam jangka panjang adalah permintaan energi dalam jumlah besar oleh Cina dan India. Ia mengatakan pasar-pasar yang sedang muncul ini akan mempunyai pengaruh lebih besar daripada permintaan energi yang lebih lemah di negara-negara maju. Sebelumnya, harga minyak dunia sempat turun setelah pernah menyentuh angka 115 dolar AS per barel. Harga minyak mentah sedikit turun setelah menembus rekor 115 dolar AS per barel dengan penguatan nilai tukar dolar AS terhadap Euro. Namun, Sabtu (19/4) kemarin terjadi lonjakan harga yang cukup besar. Harga minyak mentah untuk pengantaran Mei dalam perdagangan di Bursa New York, melonjak 1,83 dolar AS menjadi 116,69 dolar AS per barel. Sedangkan minyak jenis brent untuk pengantaran Juni menjadi 114,22 dolar AS per barel di Bursa Berjangka London. Juru bicara Shell di Nigeria dan Belanda tidak dapat mengkonfirmasi kebenaran serangan militan Nigeria akibat jauhnya area yang diklaim akan diserang. Dalam pernyataan tertulisnya, militan Nigeria menargetkan akan menyerangkan kilang minyak yang dekat dengan terminal ekspor Bonny, yang memiliki kapasitas penyimpanan mencapai 7 juta barrel minyak mentah. Di Indonesia, pemerintah masih menyatakan tidak akan menaikkan harga bahan bakar minyak. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Menteri Keuangan Sri Mulyani memilik pendapat yang sama, bahwa pemerintah tidak akan langsung bereaksi setiap terjadi lonjakan harga minyak internasional. Pemerintah baru akan melakukan penyesuaian sekitar bulan Mei atau Juni. (afp/ti) |
|
|




























