|
Jumat, 16-05-2008 | 04:00:00 |
|
JAKARTA, TRIBUN - Direktur Pemasaran dan Niaga PT Pertamina (Persero) Ahmad Faisal mengatakan suplai elpiji tak akan normal kalau tidak dilakukan penambahan pasokan elpiji dari Belanak yang dikelola ConocoPhilip sebanyak 40 ribu ton. |
|
|
Jumat, 16-05-2008 | 04:00:00 |
|
BALIKPAPAN, TRIBUN - Harga emas perhiasan di pasar Balikpapan belum menampakkan pergerakan yang signifikan, masih berkisar Rp 230.000 per gram. Namun, harga emas batangan atau emas 24 karat turun jadi Rp 258.000 per gram. Dari harga sebelumnya yang sempat menyentuh angka Rp 260.000-270.000 per gram. Informasi harga emas ini diperoleh dari Toko emas Perisa Utama dan Toko Asia Jaya di kawasan Pasar Klandasan, Kamis (15/5). |
|
|
Kamis, 15-05-2008 | 04:00:00 |
|
JAKARTA, TRIBUN - Ketua Dewan Pengurus Pusat (DPP) Real Estat Indonesia (REI) Teguh Satria mengatakan harga rumah menengah dan atas akan naik sekitar 10-15 persen bila Pemerintah menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi. |
|
|
Kamis, 15-05-2008 | 04:00:00 |
|
Rupiah Terpuruk KURS rupiah terhadap dolar AS pada Rabu (14/5) hampir mencapai angka Rp 9.300 per dolar AS. Pelaku pasar makin memburu dolar AS menjelang pemerintah menaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM). |
|
|
Kamis, 15-05-2008 | 04:00:00 |
|
BALIKPAPAN, TRIBUN- Gerai esia Balikpapan, Rabu (14/3), diresmikan. Berada di Jalan Jenderal Sudirman nomor 565-566, gerai ini terbuka bagi calon pengguna produk PT Bakrie Telecom, baik esia maupun wifone. |
|
|
Rabu, 14-05-2008 | 04:00:00 |
|
JAKARTA, TRIBUN - Bank Indonesia (BI) meminta Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) yang akan terbentuk nanti diharapkan bisa membuka akses pasar internasional bagi eksportir Indonesia. "Kami harapkan lingkup kerja LPEI tak hanya meliputi soal pembiayaan, penjaminan, asuransi, dan konsultasi tapi secara eksplisit membuka akses pasar internasional," kata Deputi Gubernur BI Budi Mulya pada Raker membahas draf RUU LPEI dengan DPD RI di Jakarta, Selasa (13/5). |
|
|
Rabu, 14-05-2008 | 04:00:00 |
|
JAKARTA, TRIBUN - Bank Indonesia (BI) telah mengeluarkan 7 miliar dolar AS (sekitar Rp 63 triliun) untuk mengintervensi pasar terkait stabilisasi nilai tukar. Dana tersebut terhitung per pekan kedua Mei 2008. "Dana yang dikeluarkan BI untuk intervensi stabilitas rupiah ada 7 miliar dolar AS.
|
| Anda tidak memiliki izin untuk melihat halaman ini. Anda harus login terlebih dahulu. | Anda tidak memiliki izin untuk melihat halaman ini. Anda harus login terlebih dahulu. | Anda tidak memiliki izin untuk melihat halaman ini. Anda harus login terlebih dahulu. |
|
<< Awal < Sebelumnya 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Berikutnya > Akhir >>
|
| Hasil 8 - 14 dari 204 |