| Iklan baris Online | |
|---|---|
|
|
|
|
| POLLING : PILGUB KALTIM |
|---|
| Salam Kaltim |
|---|
|
Latest Message: 1 day, 4 hours ago
You have to login before you can shout! |
| Pengunjung | |||||||||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]()
|
| Prakiraan Cuaca | |||||||||||||||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
|
|||||||||||||||||||||
| Data Pengujung |
|---|
|
IP 38.103.63.17 Browser Operating System |
| Tribun Kaltim Terkini |
|---|
|
| Persiapan Menghadapi Kenaikan BBM |
| Senin, 05-05-2008 | 04:00:00 | |
|
Prediksi saya pada artikel Financial Check Up di Tribun Kaltim beberapa bulan lalu berjudul "Minyak bakal menembus 100 dola AS", sudah menjadi kenyataan. Bahkan minyak pada Kamis 17 April 2008 kembali mencatat rekor tertinggi, 119,05 dolar AS per barrel. Para trader komoditi memperkirakan harga minyak akan terus naik sampai mencapai 'level psikologis' baru 125 dolar AS per barel sebelum akhir tahun 2008, atau paling tidak sebelum akhir tahun 2010.
AKIBAT tingginya harga minyak dunia, membuat beban APBN dalam hal pos subsidi BBM semakin berat. Pemerintah pun sudah melirik menaikkan harga BBM sebagai salah satu opsi untuk mengatasi membengkaknya subsidi BBM. Kita, sebagai konsumen maupun individu, patut pula mengantisipasi kenaikan harga BBM. Secara jangka panjang, cara mengatasinya adalah menambah penghasilan dalam keluarga dan secara jangka pendek adalah mengatur pengeluaran secara bijak. Atas kenaikan harga yang akan terjadi seperti sekarang ini akan membuat banyak kepala keluarga memikul beban yang amat berat. Ini karena kenaikan harga tersebut tidak selalu diikuti dengan kenaikan penghasilan. Kalau sebuah keluarga punya penghasilan sebesar Rp 2,5 juta sebulan dan bisa menghabiskan Rp 2 juta sebulan untuk membayar biaya hidup, maka dengan adanya kenaikan harga 15% saja, maka biaya hidup bertambah mencapai Rp 2,3 juta sebulan. Ini berarti, kalau tadinya keluarga tersebut bisa menyisakan selisih Rp 500.000 (Rp 2,5 juta dikurang Rp 2 juta), maka setelah terjadi kenaikan harga, jumlah selisih uang yang bisa ditabung turun jadi Rp 200.000,- (Rp 2,5 juta dikurangi Rp 2,3 juta). Nah, sekarang bisa dibayangkan apa yang akan terjadi kalau harga kebutuhan pokok akan terus menerus naik tanpa diiringi dengan kenaikan penghasilan. Untuk menghindari terjadi kekurangan uang akibat kenaikan BBM ini penulis mencoba untuk berbagi pengetahuan bagaimana mengantisipasi kenaikan-kenaikan harga harga kebutuhan pokok tersebut. 1. Mencari Penghasilan tambahan Dalam contoh di atas Anda sudah melihat bahwa bila kenaikan harga terus terjadi dan pemasukan dalam keluarga tidak bertambah, maka lambat laun selisih pemasukan dan pengeluaran Anda akan makin kecil. Dan bukan mustahil, Anda akhirnya mengalami defisit! Coba bayangkan apabila pemasukan dalam keluarga, misalnya adalah Rp 2,5 juta per bulan, sementara dari tahun ke tahun biaya hidup Anda naik terus: Pertama Rp 2 juta per bulan, lalu Rp 2,2 juta per bulan, lalu Rp 2,3 juta per bulan, kemudian Rp 2,5 juta per bulan, dan seterusnya. Dari mana Anda akan mengambil selisih kurangnya? Dari simpanan Anda, kan? Mau sampai kapan Anda akan mengambil simpanan tersebut? Lama-lama simpanan akan habis kalau terus-menerus Anda ambil. Bagaimana kalau saat ini belum mempunyai simpanan? Jadi dalam jangka panjang, kenapa Anda tidak coba menambah pemasukan /penghasilan dalam keluarga Anda? Jangan terlalu berharap bahwa perusahaan tempat Anda bekerja akan menyesuaikan gaji. Semoga anggapan anda benar, karena saat ini hampir semua perusahaan akan mengalami kesulitan keuangan. Saya tidak bermaksud menakut-nakuti dan mengajak Anda untuk berpikir pesimis dan negatif tentang perusahaan tempat Anda atau suami Anda bekerja. Penulis hanya ingin mengajak Anda untuk terus berusaha tetapi juga mau mengantisipasi keadaan yang terburuk sekalipun. Jadi, bila pada saat ini Anda atau suami Anda bekerja pada orang lain, kenapa Anda tidak memikirkan untuk membuka usaha sendiri atau bekerja dengan mengandalkan keahlian Anda? Dengan demikian, pemasukan dalam keluarga bisa ditambah. Saat ini banyak sekali peluang untuk menambah penghasilan keluarga misalnya menjadi agent asuransi, menjalankan bisnis MLM, menjadikan hobby anda sebagai penghasilan tambahan, menulis, menjadi pengajar, dan lain sebagainya. 2. Mengatur pengeluaran secara bijak Sebagai alternatif secara jangka pendek, penulis menyarankan kepada Anda untuk bisa mengatur pengeluaran menurut prioritasnya. Artinya, Anda bisa mengelompokkan pengeluaran-pengeluaran keluarga Anda menurut kebutuhannya. Kemudian, belilah barang-barang yang memang dibutuhkan terlebih dahulu, dan sedapat mungkin menunda pembelian barang-barang yang tergolong mewah. Di bawah ini ada sejumlah tips yang mungkin berguna dalam mengatur pengeluaran keluarga menghadapi kenaikan harga barang seperti yang terjadi sekarang ini: Membeli barang secara grosir untuk mendapatkan harga yang lebih murah. Salah satu tempat yang menjual barang secara grosir adalah di pusat-pusat perkulakan. Selain pusat perkulakan, maka tempat lain yang bisa Anda datangi adalah toko-toko yang harganya bisa ditawar. Bila Anda membeli barang kebutuhan rumah tangga tersebut di toko atau tempat yang bisa ditawar, cobalah untuk membelinya secara grosiran untuk mendapatkan harga yang lebih murah. Jadikanlah harga sebagai salah satu faktor utama dalam memilih tempat berbelanja. Apa lagi berbelanja barang kebutuhan rumah tangga sehari-hari. Ini karena barang-barang kebutuhan rumah tangga adalah kebutuhan yang harus dibeli secara rutin dan berulang. Belilah barang barang yang memang anda butuhkan terlebih dahulu. Bedakan antara keinginan dan kebutuhan. Cobalah membeli barang yang memang dibutuhkan lebih dulu oleh keluarga Anda. Barulah setelah itu - kalau memang masih diperlukan - membeli barang yang memang diinginkan. Ini karena - terlepas dari apakah membelinya di muka atau dibelakang, Anda toh masih harus tetap membeli barang-barang yang dibutuhkan. Jadi, kenapa tidak memprioritaskan uang Anda ke barang-barang yang memang dibutuhkan? Kalau Anda mendahulukan membeli barang yang diinginkan, dan ketika tiba gilirannya harus membeli barang yang dibutuhkan, dikhawatirkan uang Anda sudah habis. Jangan membeli barang hanya karena iklan. Cobalah untuk tidak membeli barang hanya karena terbujuk iklan, tapi karena Anda memang mencari barang tersebut dan memang membutuhkannya. Iklan dibuat agar Anda membeli, bukan untuk sekadar memberi Anda informasi. Ingat anda harus selalu bertanya dalam hati anda sendiri apakah ini memang kebutuhan anda atau keinginan anda. Hanya anda sendirilah yang tahu jawabannya. Ayo persiapkan diri masing- masinguntuk menghadapi kenaikan harga BBM. (*) |
|
|


























