| Iklan baris Online | |
|---|---|
|
|
|
|
| POLLING : PILGUB KALTIM |
|---|
| Salam Kaltim |
|---|
|
Latest Message: 1 day, 3 hours ago
You have to login before you can shout! |
| Pengunjung | |||||||||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]()
|
| Prakiraan Cuaca | |||||||||||||||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
|
|||||||||||||||||||||
| Data Pengujung |
|---|
|
IP 38.103.63.17 Browser Operating System |
| Tribun Kaltim Terkini |
|---|
|
| 'Guru Kami Pahlawan yang Terlupakan' |
| Jumat, 02-05-2008 | 04:00:00 | |
|
TANAH GROGOT, TRIBUN - Sekitar 2.000 pelajar SD, SMP dan SLTA di Kabupaten Paser, Rabu (30/4), memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) dengan berkeliling Kota Tanah Grogot. Mereka ada yang menggunakan kostum dokter, toga, PNS, polisi dan tentara.
Selain itu, mereka juga membawa poster-poster yang berisi pesan pentingnya pembangunan dunia pendidikan untuk masa depan mereka. Seperti, poster bertuliskan 'Guru kami adalah pahlawan yang terlupakan' sehingga sempat mengundang keprihatinan masyarakat. Seperti diungkapkan Ketua Forum Guru Kabupaten Paser Abdul Manan. Menurutnya, bagi masyarakat biasa, poster itu cuma tulisan yang tidak mengandung makna. Sebaliknya, bagi para guru poster itu membuat hati mereka teriris, terutama guru-guru yang masih tamatan SLTA atau Diploma III (D3). "Melalui Hardiknas yang jatuh pada tanggal 2 Mei, anak-anak kita memperingatinya dengan melaksanakan pawai berkeliling Kota Tanah Grogot. Dan Alhamdullah mereka memperhatikan nasib kami. Program pendidikan gratis oleh Pemkab Paser lebih menyentuh masyarakat biasa, tetapi pendidikan para guru terlupakan," kata Manan. Dijelaskan, pemerintah pusat bertekad meningkatkan kualitas pendidikan, tetapi hal itu bisa tercapai dengan tenaga pendidik yang berkualitas pula. Untuk menyandang predikat guru berkualitas, tenaga pendidik harus memiliki sertifikasi dari lembaga resmi, tetapi yang boleh ikut sertifikasi itu hanya guru yang berpendidikan minimal strata satu (S1). "Setidaknya 1.200 orang guru di Paser yang pendidikannya masih SLTA sederajat dan D3, mereka tidak bisa ikut sertifikasi. Karena Pemkab Paser lebih memperhatikan pendidikan masyarakat biasa, padahal meningkatkan jenjang pendidikan guru adalah tanggung jawab Pemkab," tegasnya. Manan juga berharap Pemkab memberi perhatian serius pada kondisi sekolah yang memprihatikan. Seperti, kondisi plafon dua ruangan kelas di SD Negeri 01 Tanah Grogot yang rusak parah, bahkan permohonan pembangunan ruang perpustakaan yang sudah diusulkan di tahun 2004, sampai saat ini belum juga teralisasi. "Kita tidak punya dana untuk memperbaiki apalagi membangun ruang perpustakaan. Karena program pendidikan gratis, pemkab melarang kita memungut dana pada murid, sehingga seluruh sekolah otomatis bergantung pada pemkab," ungkapnya. (aas) |
|
|




























