|
|
| POLLING : PILGUB KALTIM |
|---|
| Salam Kaltim |
|---|
|
Latest Message: 13 hours, 49 minutes ago
You have to login before you can shout! |
| Pengunjung | |||||||||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]()
|
| Tribun Kaltim Terkini |
|---|
|
| 5.000 Liter Mitan Jatah H Amrun "Hilang" |
| Rabu, 14-05-2008 | 04:00:00 | |
|
TANAH GROGOT, TRIBUN - Dinas Perindustrian Perdagangan dan Koperasi (Disperindagkop) Kabupaten Paser mensinyalir ada pangkalan Bahan Bakar Minyak (BBM) nakal di Tanah Grogot. Meski demikian, Disperindagkop belum mengambil tindakan karena masih bersifat laporan masyarakat.
Hal itu diungkapkan Kadisperindagkop Paser Sudirman SE MSi di ruang kerjanya, Selasa (13/5). "Tadi pagi, kami berkeliling ke pangkalan-pangkalan BBM, inspeksi mendadak (Sidak) penyaluran mitan. Sebenarnya, sidak ini lebih kepada pembinaan, siapa tahu ada yang melakukan tindakan tak terpuji," kata Sudirman. Untuk diketahui, lanjut Sudirman, jumlah pangkalan BBM di Kelurahan Tanah Grogot dan sekitarnya ada 19 buah, sehingga untuk sementara hanya lima pangkalan BBM yang disidak. Di antaranya, pangkalan BBM milik H Amrun di Padat Karya, H Abdul Hamid Kasim di Kandilo Bahari dan Hayani di Kusuma Bangsa. Pada dasarnya, seluruh pangkalan BBM sudah menyalurkan mitan sesuai keinginan Pertamina, cuma ada beberapa hal yang menurut Disperindagkop dikategorikan sebagai penyelewengan. Pertama di pangkalan BBM milik H Amrun. Dalam laporan agen, H Amrun mendapat jatah 20.000 liter/bulan, tetapi kenyataannya H Amrun cuma mendapat mitan 15.000 liter/bulan. "Itu artinya ada kekurangan 5.000 liter/bulan. Apa alasannya? Itu belum kita konfirmasi kepada agen. Sedangkan temuan kedua terjadi di pangkalan lain, tapi karena belum cukup bukti, apalagi masih baru sehingga nama pangkalannya belum bisa kita publikasikan," ungkapnya. Menurut pengaduan masyarakat, tambah Sudirman, di pangkalan BBM itu sering kehabisan mitan, padahal masyarakat baru sebentar antre. Oleh karena itu, masyarakat curiga kalau sebagian mitan dijual ke pihak lain dengan harga yang lebih mahal. Sebab harga mitan di tingkat pangkalan hanya Rp 3.000/liter, sedangkan diluaran mencapai Rp 5.000/liter. Di sisi lain, banyak oknum masyarakat yang memanfaatkan kesempatan ini. Mereka antre mitan bukan untuk keperluan sehari-hari, tetapi dijual lagi agar mendapatkan untung Rp 2.000 per liter. "Setiap pangkalan menjatah 5 liter/pembeli, tapi setelah beli di pangkalan A, mereka bisa beli ke pangkalan B, makanya saya ingin mengundang pemilik pangkalan BBM untuk mencegah praktek seperti ini," bebernya. (aas) Tahap Pertama Tiga Kecamatan Kadisperindagkop Paser Sudirman SE Msi menjelaskan rencana penyaluran minyak goreng (migor) bersubsidi. Menurutnya, Kabupaten Paser mendapat jatah 229.000 liter migor bersubsidi, tetapi untuk tahap pertama Pemkab hanya menyalurkan 15.000 liter migor, sisa dibagikan pada tahap selanjutnya. Mengingat keluarga miskin (Gakin) yang berhak mendapatkan migor bersubsidi sebanyak 24.459 KK, tersebar di 10 kecamatan sehingga penyaluran migor tahap pertama akan dilaksanakan di tiga kecamatan. Seperti, Kecamatan Tanah Grogot, Paser Belengkong dan Kuaro. "Penyaluran migor bersubsidi tahap pertama ini juga menunggu subsidi Pemkab Paser. Mengapa? Karena distributor migor hanya ada di Balikpapan, sehingga ongkos angkut migor ke Tanah Grogot harus dibiayai Pemkab, begitu pula biaya penyaluran dari kabupaten ke kecamatan dan kecamatan ke desa-desa" kata Sudirman. (aas) |
|
|




























