| Iklan baris Online | |
|---|---|
|
|
|
|
| POLLING : PILGUB KALTIM |
|---|
| Salam Kaltim |
|---|
|
Latest Message: 1 day, 3 hours ago
You have to login before you can shout! |
| Pengunjung | |||||||||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]()
|
| Prakiraan Cuaca | |||||||||||||||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
|
|||||||||||||||||||||
| Data Pengujung |
|---|
|
IP 38.103.63.17 Browser Operating System |
| Tribun Kaltim Terkini |
|---|
|
| Januari-April 15 Orang Meninggal |
| Senin, 28-04-2008 | 05:19:25 | |
|
TANAH GROGOT, TRIBUN - Sejak bulan Januari hingga April, Desa Sungai Terik Kecamatan Batu Sopang, dilanda wabah penyakit malaria. Sedikitnya 15 orang warga RT 06 Desa Sungai Terik meninggal dunia, sehingga penyakit ini sangat meresahkan warga. Hal ini diungkapkan Anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Sungai Terik Murjani saat menerima kunjungan anggota DPRD Paser HM Aksa Arsyad, di Aula Kantor Camat Batu Sopang, Jumat (25/4). "Sedikitnya 15 orang meninggal dalam kurun waktu empat bulan terakhir ini," kata Murjani. Semula Murjani mengeluhkan keterbatasan fasilitas kesehatan. Seperti, Poliklinik Desa (Polindes)/Puskemas Pembantu (Pusban) yang tidak ada di desanya. Sedangkan Puskesmas Batu Kajang jaraknya cukup jauh, sehingga warga kesulitan mendapatkan pelayanan kesehatan, terutama dalam keadaan darurat. "Misalnya, jika terjadi kecelakaan lalu lintas, sakit parah dan ibu melahirkan. Mereka kan perlu pertolongan cepat, padahal desa kami tidak punya polindes/pusban. Mau dibawa ke puskemas lain, jaraknya cukup jauh. Begitu pula wabah penyakit malaria, banyak warga yang tidak bisa diselamatkan jiwanya karena keterbatasan fasilitas kesehatan di desa kami," keluhnya. Sementara itu, Kepala Puskemas Batu Kajang dr Safiuddin yang juga hadir di acara itu membenarkan keluhan yang disampaikan Murjani. Menurutnya, hasil pemeriksaan yang dilakukan oleh Puskemas Batu Kajang baru-baru ini, terdeteksi sekitar 60 persen warga RT 06, khususnya di daerah pendulangan emas terkena penyakit malaria. "60 persen warga RT 06 Desa Sungai Terik telah terkena penyakit ini, bahkan beberapa di antaranya sudah parah dan wajah mereka semua tampak pucat. Oleh karena itu, mereka kami bawa ke puskesmas agar mendapat perawatan," kata Safiuddin. Agar korban yang meninggal tidak bertambah banyak, Aksa berharap agar pemkab melalui Dinas Kesehatan (Diskes) Kabupaten Paser menetapkan kasus malaria di Desa Sungai Terik sebagai Kejadian Luar Biasa (KLB), sehingga penanganan wabah penyakit ini bisa dilakukan secara khusus dan menyeluruh. Sebaliknya, lanjut Aksa, warga juga harus berperan aktif memberantas wabah penyakit malaria. Seperti dengan cara melaporkan setiap kasus malaria kepada puskemas atau kantor kecamatan, sehingga penderita bisa secepatnya mendapatkan pertolongan. Karena tidak menutup kemungkinan akan menular ke daerah terdekat, karena penyebaran penyakit ini melalui perantaraan nyamuk. Patotori: Penderita dari Kalsel TERKAIT harapan agar di Desa Sungai Terik dibangun Polindes/Pusban menurut HM Aksa Arsyad, perlu kajian khusus dari Puskesmas Batu Kajang. Namun jika dihubungkan dengan jarak antara Desa Sungai Terik ke Puskemas Batu Kajang yang 12 kilometer, tentunya Desa Sungai Terik sudah semestinya mendapatkan fasilitas kesehatan tersebut. "Jika secara medis diharuskan untuk dibangun, maka segera saja diusulkan kepada pemkab melalui Diskes Paser, sehingga biaya pembangunannya dapat anggarkan pada penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Paser 2009 mendatang," kata Aksa. Terpisah, Kadiskes Paser dr Patotori Natsir mengatakan, wabah penyakit malaria memang menyerang Desa Sungai Terik, tetapi kebanyakan yang terserang adalah warga Kalsel. Pasalnya, ketika ingin diteliti lebih lanjut, para penderita banyak yang pulang ke Kalsel. "Kita belum tahu dari mana mereka terkena penyakit malaria, sebab saat kita ingin menelusurinya mereka sudah banyak yang pulang ke Kalsel. Sedangkan untuk membangun Polindes/Pusban, saya kira Desa Sungai Terik sudah punya polindes/pusban," ungkapnya. (aas) |
|
|





























