| Iklan baris Online | |
|---|---|
|
|
|
|
| POLLING : PILGUB KALTIM |
|---|
| Salam Kaltim |
|---|
|
Latest Message: 1 day, 3 hours ago
You have to login before you can shout! |
| Pengunjung | |||||||||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]()
|
| Prakiraan Cuaca | |||||||||||||||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
|
|||||||||||||||||||||
| Data Pengujung |
|---|
|
IP 38.103.63.17 Browser Operating System |
| Tribun Kaltim Terkini |
|---|
|
| Mulut Dibekap dan Dibawa ke Kamar Mandi |
| Sabtu, 03-05-2008 | 04:00:00 | |
|
TANAH GROGOT, TRIBUN - Rumah pemondokan kontingen Balikpapan untuk Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Ke-30 Kaltim di Jalan Noto Sunardi, Jumat (2/5), sekitar pukul 01.00, tiba-tiba dikejutkan oleh jeritan seorang wanita. Tanpa dikomando, seluruh penghuni rumah segera menuju ke kamar mandi, tempat suara jeritan minta tolong itu berasal.
Pada awalnya mereka (kontingen Balikpapan, red) menduga wanita di dalam kamar mandi itu kesurupan. Tetapi pemilik rumah Hj Yuli Amir menduga ada yang tidak beres, sebab sudah sering kali rumahnya menjadi tempat menginap banyak orang, tetapi tidak satu pun yang kesurupan. Sehingga tanpa membuang waktu lagi, pintu kamar mandi tersebut mereka dobrak. Apa yang terjadi? Ternyata ada seorang pria tak dikenal di dalam kamar mandi, dia sedang berusaha memperkosa seorang wanita, yang tidak lain adalah penjaga stan pameran untuk Kafilah Balikpapan. Menurut satu peserta MTQ dari Balikpapan, kejadian itu bermula pada saat Bunga (nama samaran) sedang berkomunikasi dengan saudaranya melalui telepon selular tak jauh dari teman- temannya. Tanpa dia sadari, pria itu datang dari belakang, selanjutnya membekap mulutnya dan membawanya ke kamar mandi. "Dia (pelaku) sempat membuka paksa pakaian bawah Bunga, setelah itu kami ringkus mereka dan tak lama kemudian polisi datang menjemputnya. Tapi aneh juga ya, sudah tahu rumah ini ditinggali banyak orang, tapi kok nekad nyari penyakit," kata Iqbal, peserta kontingen Balikpapan. Sementara itu, Hj Yuli Amir mengaku saat kejadian ia sedang mencuci piring, meski demikian ia juga sempat melihat pria tersebut. Tapi karena ia bersikap seperti layaknya peserta MTQ asal Balikpapan lainnya, sehingga ia membiarkan saja pria itu naik ke lantai II. "Anak-anak yang menginap di sinikan banyak, ada 70 orang lebih, lagian mereka menginap di sini baru sore kemarin (Kamis,1/5, red), sehingga belum mengenal mereka satu per satu. Begitu pula dengan peserta MTQ dari Balikpapan itu, mereka juga belum mengenal penghuni rumah ini," kata Yuli. Akibatnya, anak-anak mengira pria itu adalah bagian dari penghuni rumah ini, sedangkan penghuni rumah ini mengira pria itu adalah satu peserta MTQ. Namun kesalahpahaman ini tidak akan terjadi apabila mereka diwajibkan mengenakan id card, dan kekurangan ini tentunya menjadi pelajaran bagi semua pihak. (aas) |
|
|



























