| Iklan baris Online | |
|---|---|
|
|
|
|
| POLLING : PILGUB KALTIM |
|---|
| Salam Kaltim |
|---|
|
Latest Message: 1 day, 3 hours ago
You have to login before you can shout! |
| Pengunjung | |||||||||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]()
|
| Prakiraan Cuaca | |||||||||||||||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
|
|||||||||||||||||||||
| Data Pengujung |
|---|
|
IP 38.103.63.17 Browser Operating System |
| Tribun Kaltim Terkini |
|---|
|
| Ngayoh Buka MTQ Ke-30 Kaltim |
| Senin, 05-05-2008 | 04:00:00 | |
|
TANAH GROGOT, TRIBUN - Gubernur Kaltim Drs Yurnalis Ngayoh didampingi Ketua Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ) Provinsi Kaltim, Bupati Paser HM Ridwan Suwidi dan Ketua DPRD HM Mardikansyah, secara bersama-sama menekan tombol sirene memandai dibukanya Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Ke-30 Kaltim.
Setelah itu, para pejabat itu membalikkan badan membelakangi para undangan. Dengan sedikit mendongakkan kepala ke atas, mereka menyaksikan sebuah lukisan gunung. Puncak gunung itu mengeluarkan seberkas cahaya putih. Rupanya, cahaya itu keluar dari lukisan yang menyerupai Goa Hira, tempat dimana Nabi Muhammad SAW menerima Al Quran. Selanjutnya, pandangan mereka beralih pada sebongkah batu besar. Dengan didahului semburan asap putih, bagian puncak batu terbelah dan menyembulkan Al Quran. Belum sempat para undangan dan peserta MTQ mengomentari sajian panitia pelaksana (Panpel) MTQ Ke-30 Kaltim, perhatian mereka kembali dialihkan dengan pementasan Opera Sendratari Kolosal. Karena acara ini didukung 325 pelajar dan masyarakat umum, bahkan menghadirkan artis teater dari Jakarta, Fiet Pagau. Alur cerita Opera Sendratari Kolosal dengan judul Suara Illahi di Tanah Paser berawal pada permulaan abad ke-16. Sebuah Kerajaan Kuripan Daha dengan raja lalim bernama Sukarama. Raja itu berhasrat memiliki kakak iparnya, Ibunda Pangeran Samudra atau Sultan Suriansyah (Kalsel), sehingga ia tega membunuh kakak kandungnya Sang Sakar Sungsang. Di bawah kepemimpinan bekas Panglima Perang Kerajaan Daha, Arya Manau dan Geruntung Manau, mereka melakukan perlawanan kepada Sukarama. Raja lalim itu kalah, Arya Manau dan Geruntung Manau dihantui ketakutan adanya serangan balasan, sehingga mereka pun hijrah ke wilayah utara. Tiba di Libur Dinding (sekarang salah satu desa di Kecamatan Muara Samu), mereka memutuskan menetap dan membangun Kerajaan Sadurengas, dengan mengangkat putri tunggal Arya Manau, yakni Sri Sukma Dewi dengan gelar "Putri Petung". "Opera ini didukung 325 pelajar dan masyarakat umum," kata Andi Samudra, sutradara Opera Sendratari Kolosal, Minggu (4/5). Pada tahun 928 hijriah, tiba sebuah kapal yang ditumpangi penyiar agama Islam yang dipimpin Abu Mansyur Indra Jaya di Teluk Adang. Abu Mansyur terpikat dan menikahi Putri Petung setelah dia mengucapkan Dua Kalimat Syahadat, sekaligus awal penyebaran Islam di Paser. (aas) |
|
|



























