| Iklan baris Online | |
|---|---|
|
|
|
|
| POLLING : PILGUB KALTIM |
|---|
| Salam Kaltim |
|---|
|
Latest Message: 1 day, 4 hours ago
You have to login before you can shout! |
| Pengunjung | |||||||||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]()
|
| Prakiraan Cuaca | |||||||||||||||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
|
|||||||||||||||||||||
| Data Pengujung |
|---|
|
IP 38.103.63.17 Browser Operating System |
| Tribun Kaltim Terkini |
|---|
|
| Dijaga Ayah Bagai Pualam |
| Minggu, 04-05-2008 | 05:12:11 | |
|
Kehadiran sosok dr Diana Abbas Thalib seolah membuat banyak pihak bertanya-tanya, dan mencari tahu siapa sebenarnya dokter cantik yang telah memikat hati Ketua MPR RI, Hidayat Nur Wahid. Untuk mengenal lebih dekat dengan perempuan berusia 42 tahun ini, Persda Network mendapatkan kesempatan eksklusif menguntit Diana selama dua hari menekuni kegiatan supersibuknya, pekan silam. Berikut tulisan bersambung untuk pembaca setia yang diturunkan mulai edisi hari ini hingga hari H pernikahan kedua mempelai, Minggu (11/Mei) mendatang. LAHIR dan dibesarkan oleh pasangan dr Abbas Thalib dan Fauziah,Diana Abbas Thalib menikmati masa kecilnya hingga berusia 6 tahun di kota Pasuruan, Jawa Timur. Kemudian sang ayah yang berprofesi sebagai seorang dokter dan menggeluti bisnis kesehatan mengajak hijrah ke Jakarta, hingga Diana mengenyam pendidikan di tingkat perguruan tinggi. Putri kedua dari empat bersaudara ini memulai sekolah di Sekolah Dasar Negeri, berlanjut ke SMPN 36, SMA 8 Jakarta dan kuliah kedokteran di Universitas Kristen Indonesia (UKI). Kemudian ia melanjutkan S2 di Universitas Indonesia (UI), mengambil Jurusan Kajian Administrasi Rumah Sakit (RS) atau Manajemen RS. Ayah yang berprofesi sebagai dokter didampingi ibu yang menjadi ibu rumah tangga. Diana dan ketiga saudaranya mendapat didikan cukup keras. Sang ayah menekankan pada anak-anaknya tidak saja harus mengenyam pendidikan yang baik, tapi juga menjaga akhlak. Kedua orang tuanya juga menjaga dengan ketat Diana dan saudara-saudaranya. Sejak kanak-kanak hingga SMA, orang tua membatasi pergaulan mereka. Diana tidak diperbolehkan bergaul dekat dengan seorang laki-laki. Perempuan cantik ini tidak mengenal istilah pacaran, bepergian dengan laki-laki atau pulang pada malam hari. Jika sampai jam 06.00 sore Diana belum pulang ke rumah, maka sang ayah akan menghentikan prakteknya karena sudah tidak dapat berkonsentrasi lagi jika anak perempuannya masih berada di luar. "Jadi saya terbiasa dengan situasi seperti ini, ayah saya menjaga anak perempuannya bagai menjaga pualam atau kristal. Artinya tidak boleh sampai ada yang mengganggu, tidak boleh sampai gimanalah...gitu. Dan ini berlangsung sampai saya akhirnya mau masuk ke kedokteran," ujar dr. Diana, tersenyum. Saat Diana memutuskan untuk kuliah di kedokteran, sang ayah sangat memotivasi keinginanya hingga bisa lulus tepat waktu pada 1984-1990. Berhasil menyelesaikan kuliah dan mendapat ijazah pada Desember 1990, tidak lama pada Januari 1991 wanita berhidung mancung ini pun mengakhiri masa lajangnya. (persda network/katharina siswi w) |
|
|



























