| Iklan baris Online | |
|---|---|
|
|
|
|
| POLLING : PILGUB KALTIM |
|---|
| Salam Kaltim |
|---|
|
Latest Message: 1 day, 4 hours ago
You have to login before you can shout! |
| Pengunjung | |||||||||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]()
|
| Prakiraan Cuaca | |||||||||||||||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
|
|||||||||||||||||||||
| Data Pengujung |
|---|
|
IP 38.103.63.17 Browser Operating System |
| Tribun Kaltim Terkini |
|---|
|
| Hiromi Kano, Pesinden dari Jepang |
| Senin, 05-05-2008 | 04:00:00 | |
|
ADA yang istimewa dari pentas seni wayang di Dome Balikpapan, Minggu (4/5) malam. Dalam acara yang diselenggarakan Pawiyatan Pametrti Budaya Jawa itu, ternyata salah satu pesinden adalah wanita Jepang. Hiromi Kano namanya.
Wanita 40 tahun yang sudah berada di Indonesia sejak tahun 1996 ini begitu serius menyelami seni karawitan dan gamelan. "Dulu di Jepang saya studi piano, khususnya musik barat klasik. Namun ketika studi di Indonesia, saya menemukan sesuatu yang berbeda pada gamelan. Selain musiknya menenangkan, juga memberi dampak pada pikiran karena nilai filosofinya yang tinggi. Akhirnya saya memutuskan mendalami karawitan," kata wanita berkaca mata ini. Alumnus Sekolah Tinggi Seni Indonesia Surakarta (sekarang ISI) ini juga sempat mengalami kesulitan mempelajari karawitan, walaupun telah mempelajarinya di Jepang sebelumnya. "Saya bahkan sempat duduk manis hampir setahun, lantaran memang sulit. Notasinya hanya berupa angka, dan harus dikembangkan dengan improvisasi cengkok. Itu sulit. Namun justru kesulitan inilah yang membuat saya tertantang dan terus mempelajarinya. Akhirnya perlahan-lahan saya berkembang" ujar wanita yang fasih berbahasa Indonesia dan Jawa ini. Pada masa awal berada di Indonesia, Hiromi sempat belajar dengan seniman karawitan senior. "Guru awal saya Pak Tarman (Alm), Ibu Supadmi. (pesinden senior), dan Pak Sukamso," ujarnya. Hiromi menyatakan jatuh cinta pada sinden karena terdapat nuansa yang dipandangnya istimewa. "Sinden bukan seperti vokalisasi dalam band, tapi memiliki nuansa gaib tersendiri," ujarnya. Dalam menjaga penampilannya, Hiromi ternyata punya kiat tersendiri. "Saya selalu membawa air minum yang saya rebus sendiri. Saya tidak minum air mineral kemasan karana terkadang membuat suara serak. Saya juga tidak minum es dan makan panganan pedas," ujarnya. Hiromi juga memiliki pandangan tersendiri tentang kecintaan anak muda Indonesia terhadap kebudayaannya. "Anak muda Indonesia sebenarnya cinta budayanya, tapi cepat pula melupakannya. Kami di Jepang dulu pernah mengalami hal itu; meninggalkan budaya asli, namun memustuskan untuk kembali ke kebudayaan tersebut. Bangsa Jepang sangat bangga dengan budayanya," urainya. Agar masyarakat Indonesia cinta budayanya, ia pun menyampaikan pesan. "Cobalah saksikan pentas budaya sekali saja! Cermati dengan baik. Pasti enak dan bisa dinikmati. Sikap untuk tidak mencoba kebudayaan bangsa sendiri hanya akan berujung kerugian," ujar wanita yang memutuskan menetap di Indoesia bersama suaminya ini. (kholish chered) |
|
|



























