BERITA UTAMA
Headlines Cetak
Tribun Kaltim Terkini
Nasional
Manca Negara
Ekonomi & Bisnis
Olahraga
Hiburan
Iptek & Sains
Kesehatan
Opini
Lipsus
Selamat Pagi
Tajuk
Pilkada Kaltim
BERITA DAERAH
Balikpapan
Samarinda
Kukar
Bontang
Kutim
Tarakan
Kubar
PPU
Grogot
KURS IDR BANK BCA
16-Mei-2008 / 15:38 WIB
Kurs Jual Beli
USD 9330.00 9230.00
SGD 6817.05 6719.05
HKD 1196.95 1182.25
GBP 18216.15 17965.15
AUD 8849.80 8717.80
JPY 89.71 88.04
EUR 14483.20 14300.20
SAR 2496.55 2452.55
Berita populer
arsip berita
Login Form





Kata Sandi hilang?
Belum terdaftar? Daftar
Sindikasi
Manja dan Gampang Mengeluh
Selasa, 06-05-2008 | 05:16:20

SAAT menghadapi proses perceraian (tidak disebutkan tahunnya), Diana merasa cukup terpukul. Dan kehadiran Yoyoh Yusroh cukup mengobati perasaannya. Anggota DPR/MPR RI ini rajin membangunkan Diana agar sholat pada malam hari dan memberikan nasihat, yang masih diingat oleh Diana hingga saat ini.

"Simpan airmata, jangan buang airmata untuk sesuatu yang sudah berlalu. Buang kebencian, jangan membenci sesuatu yang mungkin bisa mengantarkan kepada hal yang lebih baik. Beliau (Yoyoh) selalu menasihati saya, Alhamdulillah, saya ditemani oleh teman-teman yang baik yang mengingatkan saya untuk lebih dekat pada Allah," kata Diana, dengan tutur katanya yang lemah lembut.

Kehadiran Yoyoh pula yang membuat Diana akhirnya bisa melalui proses perceraian dengan baik dan ikhlas, sehingga bisa mengambil hikmah dari peristiwa yang dialaminya. Ia mencoba tegar dengan mengarahkan pada hal yang bersifat positif.

Dalam menjalani kesendiriannya, Diana mengisi untuk bekerja keras termasuk terlibat dalam kegiatan-kegiatan sosial yang membukakan matanya. Ternyata masih banyak orang yang lebih susah daripada dirinya, sehingga tidak ada alasan untuk mengeluh. Diana pun memutuskan untuk berhenti menjadi orang yang suka mengeluh.

"Tadinya agak manja dan gampang mengeluh, tapi pada saat saya berjumpa dengan orang yang kondisinya jauh lebih susah, saya mencoba lebih tegar. Alhamdulillah, saya punya teman-teman yang baik sehingga menjadi orang yang lebih bersyukur," ujarnya.

Kesibukan dan kesendirian Diana pula yang akhirnya menggerakkan Yoyoh untuk mencarikan pendamping baru. Yoyoh seringkali memotivasi Diana agar tidak takut dan trauma untuk kembali menjalani hidup berumah tangga.

"Beliau berkata kalau sudah bertemu orang yang baik sudah Bismillah kita jalan saja. Tapi  ya memang takdirnya belum ya keberanian itu tidak timbul," imbuhnya.

Diana yang kemudian menghentikan bisnis mengelola klinik dengan menetap di Jakarta. Untuk mengelola Rumah Sakit Ibu dan Anak (RSIA) Bunda Aliyah, di Jalan Pahlawan Revolusi No 100, Pondok Bambu, Jakarta Timur mengaku, tidak pernah meminta untuk dicarikan pengganti.

Namun ternyata kesibukan baru dokter cantik ini menjadi direktur di rumah sakit yang didirikan oleh sang ayah dr.Abbas Thalib di atas tanah seluas 3,400 meter persegi dengan luas bangunan 4.000 meter persegi. Dilengkapi dengan 10 poli spesialis dan umum, mempermudah Yoyoh Yusroh untuk kemudian berinsiatif menjodohkan  Diana Abbas Thalib dengan Hidayat Nur Wahid. (bersambung/persda network/katharina siswi w)

 

 

 

 

 

Created by IT Tribun Kaltim

Powered by JOOMLA