BERITA UTAMA
Headlines Cetak
Tribun Kaltim Terkini
Nasional
Manca Negara
Ekonomi & Bisnis
Olahraga
Hiburan
Iptek & Sains
Kesehatan
Opini
Lipsus
Selamat Pagi
Tajuk
Pilkada Kaltim
BERITA DAERAH
Balikpapan
Samarinda
Kukar
Bontang
Kutim
Tarakan
Kubar
PPU
Grogot
KURS IDR BANK BCA
16-Mei-2008 / 15:38 WIB
Kurs Jual Beli
USD 9330.00 9230.00
SGD 6817.05 6719.05
HKD 1196.95 1182.25
GBP 18216.15 17965.15
AUD 8849.80 8717.80
JPY 89.71 88.04
EUR 14483.20 14300.20
SAR 2496.55 2452.55
Berita populer
arsip berita
Login Form





Kata Sandi hilang?
Belum terdaftar? Daftar
Sindikasi
Kisah Penderita HIV di Balikpapan (Habis)
Minggu, 02-12-2007 | 04:00:00
TANPA terasa, enam tahun sudah Toni (bukan nama sebenarnya), mengarungi bahtera rumah tangga. Hidup bersama dengan Human Immunodeficiency Virus (HIV) sejak 3 tahun silam, tak membuat Toni patah semangat apalagi meninggalkan keluarganya.  Dengan penuh semangat, bapak satu anak ini tetap menjalani kehidupan sehari-hari bersama istri dan anak tercintanya.

Yang cukup membanggakan sekaligus mengherankan, istri dan anak pria yang kini berusia 30 tahun ini tidak ikut-ikutan terjangkit virus mematikan itu. Saat usia bayi yang dikandung istrinya sudah cukup tua, dokter menyatakan bahwa istrinya negatif dan bebas dari HIV hingga sekarang.

Bahkan saat pertama kali Toni dinyatakan positif terinfeksi HIV, sang istri tetap menerima apa adanya. "Memang sejak terkena HIV, saya selalu memakai alat kontrasepsi. Tapi ketika saya punya program ingin punya anak, ya saya melepasnya," ujar Toni.

Kebiasaan itu terus dilakukan hingga akan dikaruniai momongan untuk yang kedua kalinya. Tidak hanya itu, bila kondisi fisik tubuh Toni tidak fit ia memutuskan untuk tidak berhubungan. Hal itu ia lakukan semata-mata untuk melindungi istri dan keturunannya dari penyakit yang dideritanya.  

Virus itu merasuk ditubuh Toni saat mengenal narkoba. Maklum sejak duduk di bangku SMP, Toni sudah mengenal obat-obatan terlarang termasuk ganja. Kebiasaan mengonsumsi barang ilegal termasuk putaw itu terus dilakoni hingga berumah tangga. Tak terkecuali narkoba jarum sintik, yang biasanya dipakai secara bergantian oleh para Injection Drug User (IDU).

Hingga akhirnya Toni sudah tak mampu mengontrol diri lagi. Dan dokter pun memutuskan untuk memeriksanya. Positif! itulah jawaban yang dilontarkan dokter yang memeriksanya. "Pertama kali dengar dokter bilang saya positif, rasanya seperti kesambar petir," ujarnya. Tanpa ragu lagi, Toni menceritakan hal itu kepada istrinya. Dan tidak berlangsung lama sang istri juga diperiksa, meski hasilnya negatif, termasuk anaknya yang kini sudah beranjak sekolah.  

Namun sayangnya saat itu belum ditemukan obat untuk penderita HIV. Dan satu-satunya jalan adalah  bergabung dengan LSM yang peduli terhadap HIV/AIDS. Setelah bertemu dengan KPA, Toni mendapat perawatan dan pengarahan intensif. Bahkan setelah tidak mengonsumsi obat HIV lagi, Toni kini menjadi seorang profesional conselor, yakni kelompok dukungan sebaya yang aktif memberikan konsultasi kepada para ODHA dan risiko tinggi lainnya.(joni kusworo)

 

 

 

 

 

Created by IT Tribun Kaltim

Powered by JOOMLA