| Iklan baris Online | |
|---|---|
|
|
|
|
| POLLING : PILGUB KALTIM |
|---|
| Salam Kaltim |
|---|
|
Latest Message: 1 day, 6 hours ago
You have to login before you can shout! |
| Pengunjung | |||||||||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]()
|
| Prakiraan Cuaca | |||||||||||||||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
|
|||||||||||||||||||||
| Data Pengujung |
|---|
|
IP 38.103.63.17 Browser Operating System |
| Tribun Kaltim Terkini |
|---|
|
| Es Kutub Habis 2040, Jakarta Terendam 2050 |
| Minggu, 20-04-2008 | 04:00:00 | |
|
PEMANASAN global kini menjadi perhatian serius berbagai kalangan. Dampaknya yang diperkirakan jauh lebih dahsyat daripada Perang Dunia ini, telah menyadarkan manusia bahwa mengelola lingkungan secara arif adalah harga mati yang tak bisa ditawar lagi.
Intergovernmental Panel on Climate Change (IPCC) melaporakn bahwa suhu bumi setiap tahun naik 0,15 - 0,3 derajat Celcius. Jika peningkatan suhu ini terus berlanjut, diperkirakan pada tahun 2040 atau 32 tahun dari sekarang, lapisan es di kutub-kutub bumi akan habis meleleh. Bahkan, jika bumi masih terus memanas, maka pada tahun 2050 manusia di Bumi akan kekurangan air tawar. Akibatnya, kelaparan pun akan meluas di seantero jagat. Bila hal tersebut benar-benar terjadi, maka diperkirakan akan menyebabkan jutaan orang akan berebut air dan makanan. Dampak lainnya yang diperkirakan akan terjadi adalah beberapa kawasan di Bumi akan terendam air laut. Luapan air laut ini makin lama makin luas, sehingga akhirnya menelan seluruh pulau. Harta benda akan lenyap, begitu pula nyawa manusia. Tak kalah mengerikan adalah hasil studi yang dilakukan di Pusat Pengembangan Kawasan Pesisir dan Laut, Institut Teknologi Bandung tahun 2007. Ternyata, permukaan air laut Teluk Jakarta meningkat setinggi 0,8 cm per tahun. Jika suhu bumi terus meningkat, maka diperkirakan pada tahun 2050 daerah-daerah di pesisir Jakarta (Kosambi, Penjaringan, dan Cilincing) serta di Bekasi (Muaragembong, Babelan, dan Tarumajaya) akan terendam semuanya. Lalu, apa yang bisa kita lakukan? Banyak. Mulailah mengurangi pemanasan global ini dari rumah tangga. Sadarkan diri sendiri, keluarga, dan kemudian lingkungan di sekitar tempat tinggal. Ada beberapa cara mudah yang bias kita lakukan, yaitu: 1. Matikan listrik. (jika tidak digunakan, jangan tinggalkan alat elektronik dalam keadaan standby. Cabut charger telp. genggam dari stop kontak. Meski listrik tak mengeluarkan emisi karbon, pembangkit listrik PLN menggunakan bahan baker fosil penyumbang besar emisi). 2. Ganti bohlam lampu (ke jenis CFL, sesuai daya listrik. Meski harganya agak mahal, lampu ini lebih hemat listrik dan awet). 3. Bersihkan lampu (debu bisa mengurangi tingkat penerangan hingga 5%). 4. Jika terpaksa memakai AC (tutup pintu dan jendela selama AC menyala. Atur suhu sejuk secukupnya, sekitar 21-24o C). 5. Gunakan timer (untuk AC, microwave, oven, magic jar, dll). 6. Alihkan panas limbah mesin AC untuk mengoperasikan water-heater. 7. Tanam pohon di lingkungan sekitar Anda. 8. Jemur pakaian di luar. Angin dan panas matahari lebih baik ketimbang memakai mesin (dryer) yang banyak mengeluarkan emisi karbon. 9. Gunakan kendaraan umum (untuk mengurangi polusi udara). 10. Hemat penggunaan kertas (bahan bakunya berasal dari kayu). 11. "Say no to plastic". Hampir semua sampah plastik menghasilkan gas berbahaya ketika dibakar. Atau Anda juga dapat membantu mengumpulkannya untuk didaur ulang kembali. 12. Sebarkan berita ini kepada orang-orang di sekitar Anda, agar mereka turut berperan serta dalam menyelamatkan bumi. (berbagai sumber) |
|
|




























