BERITA UTAMA
Headlines Cetak
Tribun Kaltim Terkini
Nasional
Manca Negara
Ekonomi & Bisnis
Olahraga
Hiburan
Iptek & Sains
Kesehatan
Opini
Lipsus
Selamat Pagi
Tajuk
Pilkada Kaltim
BERITA DAERAH
Balikpapan
Samarinda
Kukar
Bontang
Kutim
Tarakan
Kubar
PPU
Grogot
KURS IDR BANK BCA
16-Mei-2008 / 15:38 WIB
Kurs Jual Beli
USD 9330.00 9230.00
SGD 6817.05 6719.05
HKD 1196.95 1182.25
GBP 18216.15 17965.15
AUD 8849.80 8717.80
JPY 89.71 88.04
EUR 14483.20 14300.20
SAR 2496.55 2452.55
Berita populer
arsip berita
Login Form





Kata Sandi hilang?
Belum terdaftar? Daftar
Sindikasi
Hidung ternyata Bisa Deteksi Bahaya
Senin, 31-03-2008 | 05:12:25

HIDUNG manusia ternyata tidak hanya berfungsi sebagai indera pencium yang dapat membedakan berbagai jenis bebauan.  Tetapi menurut para ahli, hidung manusia berevolusi dan telah diperkaya dengan fungsi mendeteksi ancaman bahaya. KEMAMPUAN mendeteksi ini, kata peneliti, juga tidak terlepas dari faktor emosi, karena emosilah yang berperan besar ketika dihadapkan pada keharusan membedakan dua jenis bebauan yang sama.

Seperti dilaporkan dalam Jurnal Science baru baru ini, kemampuan deteksi bahaya ini diungkapkan para ahli dari Amerika Serikat melalui hasil sebuah eksperimen di laboratorium.  Dalam penelitian ini, sekitar 12 partisipan direkrut dan dikontakkan dengan semerbak dua jenis wewangian rumput.   

Awalnya tak ada satu pun partisipan yang mampu membedakan dua jenis aroma tersebut secara akurat. Namun setelah mereka diberi semacam gelombang kejut listrik ketika mencium salah satu jenis wewangian tersebut, mereka kemudian memiliki kemampuan untuk membedakan antara dua jenis bau.

Hasil pindai (scan) otak menunjukkan bahwa kejutan listrik membuat perubahan signifikan pada  daerah otak yang berkaitan dengan fungsi indera penciuman.  Pemindaian dengan MRI , yang dapat mengukur aktivitas otak, menunjukkan dengan jelas perbedaan pada bagian otak yang disebut olfactory cortex sebelum dan sesudah kejut listrik.

Menurut peneliti,  temuan ini mengindikasikan bahwa nenek moyang manusia telah mengembangkan kemampuan untuk tetap waspada dari bahaya predator.  Eksperimen ini menunjukkan betapa pengalaman  membantu indera kita dan menghindarkan diri dari ancaman bahaya.

Riset juga mengidikasikan bahwa sebuah pengalaman buruk yang berhubungan dengan bau mengajarkan kepada kita untuk mengidentifikasi bau tersebut dan membedakannya dari yang sejenisnya.

Lebih jauh peneliti juga mengindikasikan bahwa orang yang kurang memiliki kemampuan membedakan antara sinyal penting dan menyimpang kemungkinan akan lebih mudah mengalami gangguan yag ditandai kecemasan dan  terlalu waspada.   

"Ini merupakan temuan evolusioner.  Ini membantu kita memiliki kemampuan yang sangat sensitif untuk mendeteksi sesuatu yang penting bagi pertahanan hidup kita dari samudera informasi lingkungan.  Ini memperingatkan kita akan bahaya dan kami harus memberi perhatian lebih pada hal ini," ungkap pemimpin penelitian, Dr Wen Li, dari Freiberg School of Medicine di Chicago. (kcm)

 

 

 

 

 

Created by IT Tribun Kaltim

Powered by JOOMLA