BERITA UTAMA
Headlines Cetak
Tribun Kaltim Terkini
Nasional
Manca Negara
Ekonomi & Bisnis
Olahraga
Hiburan
Iptek & Sains
Kesehatan
Opini
Lipsus
Selamat Pagi
Tajuk
Pilkada Kaltim
BERITA DAERAH
Balikpapan
Samarinda
Kukar
Bontang
Kutim
Tarakan
Kubar
PPU
Grogot
KURS IDR BANK BCA
16-Mei-2008 / 15:38 WIB
Kurs Jual Beli
USD 9330.00 9230.00
SGD 6817.05 6719.05
HKD 1196.95 1182.25
GBP 18216.15 17965.15
AUD 8849.80 8717.80
JPY 89.71 88.04
EUR 14483.20 14300.20
SAR 2496.55 2452.55
Berita populer
arsip berita
Login Form





Kata Sandi hilang?
Belum terdaftar? Daftar
Sindikasi
Lynx Terbang Menembus Suborbit
Jumat, 28-03-2008 | 04:00:00

PERUSAHAAN yang mengembangkannya Xcor Aerospace menamainya Lynx. Pesawat tersebut seukuran pesawat jet pribadi dengan dua mesin dan dua tempat duduk. Bentuknya terlihat gemuk dengan tepian sayap sampai ke ujung depan mesin jetnya dan sirip vertikal di ujung kedua sayapnya.

"Kami mendesain kendaraan ini agar menyediakan akses murah ke luar angkasa bagi perseorangan maupun peneliti, dan versi berikutnya dapat dipakai untuk penelitian atau komersial," ujar CEO Zcor, Jeff Greason.

Xcor menghabiskan 9 tahun mengembangkan pesawat tersebut di pusat fasilitas yang juga dipakai Burt Rutan untuk mengembangkan SpaceShipOne, yang memenangkan kompetisi Ansari X Prize, di Pelabuhan Udara Mojave Los Angeles.

SpaceShipTwo yang merupakan penerus SpaceShipOne telah dikontrak Virgin Galactic milik Sir Richard Branson untuk berbisnis wisata ke luar angkasa. Pesawat yang sudah dipamerkan dua bulan lalu ini siap meluncur tahun ini.

Sebelumnya, Astrium, anak perusahaan teknologi luar angkasa dan pertahanan asal Eropa, EADS, juga tengah mempersiapkan kendaraan komersial untuk mengantar para turis yang ingin berwisata ke luar angkasa. Kendaraan roket yang mampu membawa penumpangnya ke sekitar 100 kilometer menjauh dari bumi itu, diproduksi untuk memenuhi tingginya permintaan pasar turis luar angkasa yang diprediksi akan terus meningkat.

Analisa pasar EADS memperkirakan ada sekitar 15 ribu orang yang akan ambil bagian dalam perjalanan wisata yang menghabiskan dana sekitar 200 ribu euro  (sekitar Rp 2,8 miliar)  itu. Untuk mengantisipasi permintaan wisata ke luar angkasa tersebut Astrium akan memproduksi sekitar 10 pesawat setiap tahunnya.

"Untuk memuaskan pasar anda akan membutuhkan lebih banyak pesawat dari yang anda kira, sebab satu diantaranya dioperasikan secara reguler, harga (ongkos) itu akan semakin murah apabila ada lebih banyak konsumen," kata Robert Laine, Chief Technical Officer Astrium.

Bisnis wisata luar angkasa itu nantinya dikelola dan akan melibatkan banyak pihak layaknya bisnis pariwisata pada umumnya. Satu pihak akan membuat pesawatnya, pihal lainnya yang mengoperasikan, seseorang akan menjual tiketnya, dan seseorang akan mengurus akomodasinya.

Astrium rencananya memproduksi pesawat wisata luar angkasa yang berkapasitas lima orang, satu pilot dan empat penumpang. Dalam situsnya, EADS telah menujukkan bagaimana bentuk pesawat yang akan diproduksinya itu, termasuk konsep interior pesawat dan tempat duduk bagi penumpangnya. (kcm)

 

 

 

 

 

Created by IT Tribun Kaltim

Powered by JOOMLA