BERITA UTAMA
Headlines Cetak
Tribun Kaltim Terkini
Nasional
Manca Negara
Ekonomi & Bisnis
Olahraga
Hiburan
Iptek & Sains
Kesehatan
Opini
Lipsus
Selamat Pagi
Tajuk
Pilkada Kaltim
BERITA DAERAH
Balikpapan
Samarinda
Kukar
Bontang
Kutim
Tarakan
Kubar
PPU
Grogot
KURS IDR BANK BCA
16-Mei-2008 / 15:38 WIB
Kurs Jual Beli
USD 9330.00 9230.00
SGD 6817.05 6719.05
HKD 1196.95 1182.25
GBP 18216.15 17965.15
AUD 8849.80 8717.80
JPY 89.71 88.04
EUR 14483.20 14300.20
SAR 2496.55 2452.55
Berita populer
arsip berita
Login Form





Kata Sandi hilang?
Belum terdaftar? Daftar
Sindikasi
Air Satu Meter Rendam Kampung Ohong
Kamis, 08-05-2008 | 05:17:21

SENDAWAR, TRIBUN - Sudah lima hari, sejak Sabtu (4/5) hingga Rabu (7/5), Kampung Muara Ohong, Kecamatan Jempang, Kabupaten Kutai Barat (Kubar) dilanda banjir akibat luapan Sungai Ohong dan Danau Jempang. Ketinggian air mencapai 1 meter. Akibat musibah tersebut, aktivitas belajar-mengajar terpaksa dihentikan hingga waktu yang tidak ditentukan.

Petinggi Muara Ohong Aliansyah menjelaskan, sudah satu minggu hujan deras turun di Kampung Muara Ohong. Air sungai Ohong dan Danau Jempang penuh dan meluap merendam rumah-rumah penduduk di kampung itu.

Selain merendam permukiman penduduk, satu sekolah, yaitu SDN 006, juga terendam. Di dalam ruang kelas sekolah itu terlihat bangku, meja, dan lemari berisi buku-buku mengapung. Seluruh murid kelas satu hingga kelas enam terpaksa diliburkan untuk keamanan.

Sebagian besar penduduk langsung mengungsi ke tempat yang lebih tinggi di sekitar perkampungan. Penduduk Muara Ohong yang berjumlah penduduk 780 jiwa hingga saat ini tidak dapat berbuat banyak dan hanya menunggu banjir surut.

"Kami berharap perhatian dari semua pihak, baik kecamatan maupun kabupaten. Banjir sellu terjadi setiap tahun," ujar Aliansyah, ditemui di Kampung Melak Ulu, Kecamatan Melak, Rabu (7/5).

Akibat banjir yang setiap tahun melanda kampung itu, ada keinginan sebagian warga  untuk pindah ke wilayah pegunungan yang berbatasan dengan Kampung Tanjung Jone. Hanya saja keinginan itu sangat sulit diwujudkan karena hingga sekarang tidak ada kejelasan tapal batas antara kedua kampung tersebut.  

"Kalau sudah ada kejelasan tapal batas baru kami pindah ke lokasi yang tidak terkena banjir tahunan," ujarnya.

Untuk diketahui,  warga Ohong umumnya memiliki mata pencaharian sebagai pencari ikan dan pembudidaya ikan karamba di Sungai Ohong dan Danau Jempang. (lex)

 

 

 

 

 

Created by IT Tribun Kaltim

Powered by JOOMLA