| Iklan baris Online | |
|---|---|
|
|
|
|
| POLLING : PILGUB KALTIM |
|---|
| Salam Kaltim |
|---|
|
Latest Message: 1 day, 4 hours ago
You have to login before you can shout! |
| Pengunjung | |||||||||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]()
|
| Prakiraan Cuaca | |||||||||||||||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
|
|||||||||||||||||||||
| Data Pengujung |
|---|
|
IP 38.103.63.17 Browser Operating System |
| Tribun Kaltim Terkini |
|---|
|
| Air Satu Meter Rendam Kampung Ohong |
| Kamis, 08-05-2008 | 05:17:21 | |
|
SENDAWAR, TRIBUN - Sudah lima hari, sejak Sabtu (4/5) hingga Rabu (7/5), Kampung Muara Ohong, Kecamatan Jempang, Kabupaten Kutai Barat (Kubar) dilanda banjir akibat luapan Sungai Ohong dan Danau Jempang. Ketinggian air mencapai 1 meter. Akibat musibah tersebut, aktivitas belajar-mengajar terpaksa dihentikan hingga waktu yang tidak ditentukan. Petinggi Muara Ohong Aliansyah menjelaskan, sudah satu minggu hujan deras turun di Kampung Muara Ohong. Air sungai Ohong dan Danau Jempang penuh dan meluap merendam rumah-rumah penduduk di kampung itu. Selain merendam permukiman penduduk, satu sekolah, yaitu SDN 006, juga terendam. Di dalam ruang kelas sekolah itu terlihat bangku, meja, dan lemari berisi buku-buku mengapung. Seluruh murid kelas satu hingga kelas enam terpaksa diliburkan untuk keamanan. Sebagian besar penduduk langsung mengungsi ke tempat yang lebih tinggi di sekitar perkampungan. Penduduk Muara Ohong yang berjumlah penduduk 780 jiwa hingga saat ini tidak dapat berbuat banyak dan hanya menunggu banjir surut. "Kami berharap perhatian dari semua pihak, baik kecamatan maupun kabupaten. Banjir sellu terjadi setiap tahun," ujar Aliansyah, ditemui di Kampung Melak Ulu, Kecamatan Melak, Rabu (7/5). Akibat banjir yang setiap tahun melanda kampung itu, ada keinginan sebagian warga untuk pindah ke wilayah pegunungan yang berbatasan dengan Kampung Tanjung Jone. Hanya saja keinginan itu sangat sulit diwujudkan karena hingga sekarang tidak ada kejelasan tapal batas antara kedua kampung tersebut. "Kalau sudah ada kejelasan tapal batas baru kami pindah ke lokasi yang tidak terkena banjir tahunan," ujarnya. Untuk diketahui, warga Ohong umumnya memiliki mata pencaharian sebagai pencari ikan dan pembudidaya ikan karamba di Sungai Ohong dan Danau Jempang. (lex) |
|
|



























