| Iklan baris Online | |
|---|---|
|
|
|
|
| POLLING : PILGUB KALTIM |
|---|
| Salam Kaltim |
|---|
|
Latest Message: 1 day, 4 hours ago
You have to login before you can shout! |
| Pengunjung | |||||||||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]()
|
| Prakiraan Cuaca | |||||||||||||||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
|
|||||||||||||||||||||
| Data Pengujung |
|---|
|
IP 38.103.63.17 Browser Operating System |
| Tribun Kaltim Terkini |
|---|
|
| Banyak Remaja Terkena PMK |
| Selasa, 06-05-2008 | 05:16:20 | |
|
PADA tahun 2007, Dinkes Kubar mengambil dan memeriksa sampel darah 110 orang di lima lokasi yaitu RSUD HIS, Lokalisasi Kilo 2 Tering, Lokalisasi Jambuk Kecamatan Bongan, Lokalisasi Kandang Kambing Kecamatan Jempang, dan Lokalisasi Kaju Kecamatan Muara Lawa. Kemudian, berdasarkan hasil uji sampel darah di laboratorium, ditemukan ada 12 sampel darah positif HIV. Dari jumlah tersebut, 10 sampel darah milik pekerja seks komersial (PSK) yang datang dari luar Kubar, dan dua lainnya sampel darah penduduk lokal. "Seperti itulah kenyataan di lapangan. Hingga saat ini Dinkes belum mengkarantina 12 penderita HIV/AIDS itu. Mereka masih tinggal di tempatnya masing-masing. Sampai saat ini, ada satu lokalisasi di Kubar, yaitu Lokalisasi Jaras di Barong Tongkok yang belum kita ambil sampel darahnya," ujar Kepala Dinkes Kubar Zulkarnaen SE M Kes, Senin (5/5). Terkait masalah itu, ujarnya, dalam waktu dekat juga Dinkes Kubar berencana membentuk sebuah tim Volunteer Kliniks Fisiotrapi (VKF). Tim itu nantinya bertugas memberikan sosialisasi tentang bahaya HIV/AIDS kepada warga Kubar, dan juga membantu penderita dengan memberikan konseling. Ditambahkan, masalah yang juga mengkhawatirkan di Kubar saat ini adalah prilaku seks bebas di kalangan remaja. "Berdasarkan laporan para dokter yang membuka praktik umum, mereka menemukan banyak anak remaja terkena penyakit menular seksual. Fenomena HIV/AIDS seperti gunung es, di atas kelihat sedikit namun ternyata di bagian bawah banyak sekali, karena belum dideteksi," ujarnya. Zulkarnaen mengakui bahwa pihaknya baru melakukan uji sampel darah pada 2007, yaitu di RSUD HIS dan empat lokalisasi. "Hasil uji laboratorium sampel darah 110 orang ternyata mengejutkan. Sebanyak 12 orang di antaranya positif dengan tingkat usia produktif 25-35 tahun. Fakta ini benar-benar menjadi perhatian serius semua pihak termasuk Dinkes," ujarnya. (lex) |
|
|


























