BERITA UTAMA
Headlines Cetak
Tribun Kaltim Terkini
Nasional
Manca Negara
Ekonomi & Bisnis
Olahraga
Hiburan
Iptek & Sains
Kesehatan
Opini
Lipsus
Selamat Pagi
Tajuk
Pilkada Kaltim
BERITA DAERAH
Balikpapan
Samarinda
Kukar
Bontang
Kutim
Tarakan
Kubar
PPU
Grogot
KURS IDR BANK BCA
16-Mei-2008 / 15:38 WIB
Kurs Jual Beli
USD 9330.00 9230.00
SGD 6817.05 6719.05
HKD 1196.95 1182.25
GBP 18216.15 17965.15
AUD 8849.80 8717.80
JPY 89.71 88.04
EUR 14483.20 14300.20
SAR 2496.55 2452.55
Berita populer
arsip berita
Login Form





Kata Sandi hilang?
Belum terdaftar? Daftar
Sindikasi
Kubar Perlu 1.183 Kg Kedelai/Hari
Kamis, 01-05-2008 | 04:00:00
SENDAWAR, TRIBUN - Dalam satu hari pengusaha tahu dan tempe yang ada di Linggang Bigung, Barong Tongkok dan Melak. Kutai Barat (Kubar) membutuhkan 1.183,5 kilogram (kg) kacang kedelai. Dalam satu tahun kebutuhan kedelai mencapai sekitar 355.380 kg.

Namun sejak terjadi kenaikan harga kedelai, dan juga sulitnya memperoleh kedelai, sejumlah pengusaha kesulitan memproduksi. Sebagian lainnya tutup.

"Berdasarkan hasil tinjauan tim dari Disperindagkop Kubar ke sejumlah pengusaha kecil menengah tahu dan tempe, terungkap mereka mengalami kesulitan mendapat bahan baku kacang kedelai. Hal itu akibat mahalnya harga, belum lagi ongkos kirim dari Samarinda sanngat besar," ujar Kabid Industri Drs Guden Tency MM, awal pekan kemarin.

Berdasarkan hasil rapat kabinet 1 Februari 2008 terkait kebijakan stabilitas harga kebutuhan pokok dan kebijakan komoditi kedelai, lanjutnya, ditetapkan subsidi untuk UMK Rp 1.000  per kilo selama enam bulan. Dengan catatan tidak boleh melebihi 100 kilo per hari. "Bagi pengusaha kedelai membutuhkan di atas 100 kilo tidak akan disubsidi karena dianggap mampu," ujar Guden.

Untuk subsidi kepada sejumlah UMK di Kubar dilakukan dengan cara penukaran kupon subsidi di pasar-pasar yang telah ditentukan. Di Kubar, pengusaha tahu dan tempe langsung membeli dan menukarkan kupon di Samarinda.

Sedangkan untuk perseorangan maupun usaha berbadan hukum yang ingin menjadi distributor kedelai, harus memiliki SIUP, NPWP, TDP, memiliki nomor rekening, menyediakan kedelai untuk UMK tempe dan tahu dalam jumlah dan mutu yang memadai,  harga yang wajar, memiliki tempat atau sarana pendistribusian dan bersedia menerima pembayaran penggantian subsidi paling lambat 1 bulan.

"Berkas permohonan pengusaha tempe tahu untuk mendapatkan kedelai bersubsidi sudah dikirim ke Pemerintah Provinsi. Selanjutnya disampaikan ke Pusat dan setelah itu baru dikucurkan ke daerah dalam bentuk kupon bersubsidi," ujarnya.

Namun menurutnya, sejauh ini dampak kenaikan harga bahan baku kedelai di Kubar tidak terlalu menganggu usaha tempe tahu. Alasannya, sebagian besar pengusaha tak memproduksi lebih dari 100 kilo.

"Itu terjadi karena lidah masyarakat Kubar masih belum familiar dengan tahu dan tempe. Rata-rata  warga yang membeli dan mengkonsumsi tempe dan tahu adalah penduduk yang berasal dari luar Kubar. Selain itu di Kubar masih banyak sumber bahan makanan lain  seperti ikan dan daging," ujarnya. (lex)

 

 

 

 

 

Created by IT Tribun Kaltim

Powered by JOOMLA