BERITA UTAMA
Headlines Cetak
Tribun Kaltim Terkini
Nasional
Manca Negara
Ekonomi & Bisnis
Olahraga
Hiburan
Iptek & Sains
Kesehatan
Opini
Lipsus
Selamat Pagi
Tajuk
Pilkada Kaltim
BERITA DAERAH
Balikpapan
Samarinda
Kukar
Bontang
Kutim
Tarakan
Kubar
PPU
Grogot
KURS IDR BANK BCA
16-Mei-2008 / 15:38 WIB
Kurs Jual Beli
USD 9330.00 9230.00
SGD 6817.05 6719.05
HKD 1196.95 1182.25
GBP 18216.15 17965.15
AUD 8849.80 8717.80
JPY 89.71 88.04
EUR 14483.20 14300.20
SAR 2496.55 2452.55
Berita populer
arsip berita
Login Form





Kata Sandi hilang?
Belum terdaftar? Daftar
Sindikasi
Lima Kecamatan Hulu Mahakam Terendam Banjir
Kamis, 24-04-2008 | 05:20:12

SENDAWAR, TRIBUN - Kekhawatiran masyarakat Hulu Mahakam bahwa di penghujung April ini akan terjadi banjir, terbukti. Sejak Senin (21/4) hingga Rabu (23/4), lima  Kecamatan yang berada di pesisir Sungai Mahakam yaitu Long Bagun, Laham, Long Hubung, Long Iram dan Tering terendam luapan air Sungai Mahakam menyusul hujan selama empat hari sejak Minggu (20/4).

Ketinggian air mencapai 2 meter untuk Kecamatan Long Bagun, Laham dan Long Iram, sedangkan Long Iram ketinggian air mencapai 1,5 meter sedangkan Tering ketinggian air mencapai 50 centimeter atau setinggi paha orang dewasa, sementara itu berdasarkan pantauan di Kecamatan Melak air Sungai Mahakam mulai meluap hingga pinggir jalan umum.

Saat menghubungi Camat Long Bagun Rosalina Song via ponsel terungkap kalau ketinggian air sudah mencapai 2 meter sehingga beberapa penduduk mulai mengungsi ke tempat yang lebih tinggi guna menghindari genangan air Sungai Mahakam yang terus menerus masuk ke dalam kampung.

Dikatakan Rosalina, akibat hujan yang terus menerus sejak Minggu (20/4) lalu, air sungai perlahan-lahan mengalami kenaikan dan tadi malam, Selasa (22/04) malam tepatnya sekitar pukul 19.00 air sungai mulai mengenangi jalan kampung dan sekitar pukul 03.00 dini hari ketinggian air sungai mencapai 2 meter.

"Melihat ketinggian air ini seluruh penduduk mulai mengungsi ke tempat yang lebih tinggi walaupun ada juga warga yang bertahan di dalam rumah, sementara pihak kecamatan berupaya mengungsikan peralatan kantor ke tempat aman,ö ujar Song sekitar pukul 10.00 tadi.

Saat dikonfirmasikan dengan salah satu warga Kampung Long Bagun Elis mengatakan, ketinggian air mencapai 2 meter lebih dan sekitar pukul 2 sore sudah mengalami penurunan mencapai 12 centimeter, dan sebagian rumah penduduk yang tinggi sedang sibuk-sibuknya membersihkan lantai rumah walaupun sebagian rumah penduduk yang tepat berada di pinggir sungai Mahakam masih terendam air.

Sementara itu saat melakukan pemantauan di Kecamatan Laham, ketika menghubungi salah satu warga Laham melalui ponsel, Dalung Bavung mengatakan, ketinggian air sudah berada di lantai bawah rumah walaupun begitu di daerah belakang kampung yang kebetulan mengalir sungai kecil ketinggian air sudah mencapai 1, 2 meter. dan apabila hujan terus menerus berlangsung maka besar kemungkinan seluruh kampung di Kecamatan Laham akan tenggelam dan sudah dipastikan seluruh warga akan mengungsi ke Balai Pertemuan Kampung yang memiliki 2 lantai dengan ketinggian air mencapai 5 meter.

"Kami hanya berdoa mudah-mudahan nanti malam tidak turun hujan sehingga air sungai Mahakam tidak mengalami kenaikan sehingga akan menenggelamkan kampung," ujarnya.

Begitu juga dengan Kecamatan Long Hubung yang telah terendam air mencapai 1,5 meter- 2 meter namun bagi Kampung Matalibaq dalam waktu dua hari sudah terendam mencapai atap rumah penduduk. Kata Camat Long Hubung Sebastian Bith, Kampung Matalibaq karena berada di pinggir sungai Matalibaq dan ketinggian tanah sangat rendah sehingga selalu lebih dahulu terendam banjir dengan daerah lain di Long Hubung.

"Saya sudah memberikan intruksi kepada kepala sekolah untuk melibur aktifitas belajar mengajar guna mencegah dari segala sesuatu yang tidak diinginkan bagi anak didik," ujarnya.

Sementara itu di Kampung Keliwai Kecamatan Long Iram sudah terendam air sungai Mahakam dengan ketinggian air mencapai 1-1,5 meter, sehingga aktifitas belajar mengajar di SDN 008 Keliwai dihentikan untuk sementara hingga waktu yang tidak tentu karena belum diketahui kapan air sungai turun.

"Kebetulan daerah belakang kampung sangat rendah dan berawa sehingga lebih cepat tenggelam air sungai Mahakam dibandingkan dibagian depan yang dipenuhi rumah penduduk yang ketinggian air baru sampai lutut orang dewasa," ujarnya Long warga Kampung Keliwai.

Demikian halnya dengan Kecamatan Tering juga sudah terendam dengan ketinggian paha orang dewasa hingga kepala orang dewasa, karena air danau Bahadaq terhadap sungai Mahakam sehingga meluap ke dalam kampung-kampung dan akibatnya gereja Katolik Hati Kudus Tering terendam air sungai Mahakam. Yulianus seorang warga Tering mengatakan, banjir mulai terjadi sejak tadi malam dan mudah-mudahan tidak naik lagi hingga mencapai lantai rumah. (lex)

 

 

 

 

 

Created by IT Tribun Kaltim

Powered by JOOMLA