BERITA UTAMA
Headlines Cetak
Tribun Kaltim Terkini
Nasional
Manca Negara
Ekonomi & Bisnis
Olahraga
Hiburan
Iptek & Sains
Kesehatan
Opini
Lipsus
Selamat Pagi
Tajuk
Pilkada Kaltim
BERITA DAERAH
Balikpapan
Samarinda
Kukar
Bontang
Kutim
Tarakan
Kubar
PPU
Grogot
KURS IDR BANK BCA
16-Mei-2008 / 15:38 WIB
Kurs Jual Beli
USD 9330.00 9230.00
SGD 6817.05 6719.05
HKD 1196.95 1182.25
GBP 18216.15 17965.15
AUD 8849.80 8717.80
JPY 89.71 88.04
EUR 14483.20 14300.20
SAR 2496.55 2452.55
Berita populer
arsip berita
Login Form





Kata Sandi hilang?
Belum terdaftar? Daftar
Sindikasi
Pasien Bisa Dirawat di Atas Perahu
Sabtu, 03-05-2008 | 04:00:00
SENDAWAR, TRIBUN -  Kepala Dinas Kesehatan Kutai Barat (Kubar) Zulkarnaen SE M Kes berjanji pada saat acara Peringatan Hari Kesehatan tanggal 12 November 2008 nanti, Bupati Kubar Ismail Thomas SH akan meresmikan beroperasinya Rumah Sakit (RS) Terapung.

Puskesmas itu akan melayani warga di wilayah Hulu Mahakam, yaitu Kecamatan Penyinggahan hingga Kecamatan Long Bagun. Pembuatan RS Terapung yang dipesan khusus di Kecamatan Kota Bangun itu menghabiskan dana Rp 1 miliar dari APBD 2007.  RS juga dilengkapi ruang operasi bedah kecil serta disiapkan dokter kandungan, dokter umum, dan dokter anak.

"RS Terapung akan melayani warga di seluruh daerah kecamatan yang berada di pesisir Sungai Mahakam," ungkap Zulkarnaen di sela-sela Upacara Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2 Mei, di halaman depan Kantor Bupati Kubar, Jumat (2/5).

RS tersebut, ujar Zulkarnaen, mirip dengan kapal transportasi yang melayani Samarinda - Melak - Long Bagun, memiliki dua tingkat. Kapal memiliki panjang 33 meter dan lebar 5,5 meter. Dalam kapal itu akan dilengkapi peralatan medis yang memadai, ruang bedah kecil, ruang kesehatan ibu dan anak serta apotek, dan dilengkapi dengan AC.

Untuk tenaga medis direncanakan akan bekerjasama dengan tenaga medis dari RS Umum Daerah Harapan Insan Sendawar (HIS). Dokter jaga akan bertugas dengan bergantian.  

"Alasan pengadaan RS ini karena, dari fakta di lapangan banyak warga pesisir Sungai Mahakam kesulitan mendapatkan pelayanan kesehatan. Hal itu terjadi karena warga  kesulitan mendapatkan transportasi menuju RS yang ada di wilayah-wilayah lain," ujarnya.

Mengenai jadwal operasional, lanjutnya, RS Terapung akan melakukan perjalanan dari Hulu Riam hingga hilir Sungai Mahakam. Di setiap kecamatan, kapal akan berhenti untuk memberikan pelayanan kesehatan.

"Jika pasien tak dapat ditangani RS Terapung, maka akan langsung di antar ke RS yang lebih besar seperti RSUD HIS," ujarnya. (lex)

 

 

 

 

 

Created by IT Tribun Kaltim

Powered by JOOMLA