| Iklan baris Online | |
|---|---|
|
|
|
|
| POLLING : PILGUB KALTIM |
|---|
| Salam Kaltim |
|---|
|
Latest Message: 1 day, 3 hours ago
You have to login before you can shout! |
| Pengunjung | |||||||||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]()
|
| Prakiraan Cuaca | |||||||||||||||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
|
|||||||||||||||||||||
| Data Pengujung |
|---|
|
IP 38.103.63.17 Browser Operating System |
| Tribun Kaltim Terkini |
|---|
|
| Aksi KAMMI Menolak Julia Perez dan Dewi Persik |
| Sabtu, 03-05-2008 | 04:00:00 | |
|
SETELAH ditolak di beberapa kota, seperti Tangerang dan Palembang, kali ini aksi penolakan terhadap artis dangdut Julia Perez dan Dewi Persik juga juga dilakukan Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Komisariat Kutai Kartanegara (Kukar). Mereka menyampaikan hal itu, dalam aksi demonstrasi yang diikuti sekitar 20 orang di Bundaran Jembatan Bongkok, Jumat (2/5).
Aksi dimulai sekitar pukul 17.00, diawali dengan orasi oleh Koordinator Lapangan (Korlap) Aksi Tanti Rahayu. Dalam orasinya, Tanti mengatakan, kreativitas hiburan di Indonesia lebih banyak menampilkan aksi-aksi pornografi dan pornoaksi. Aksi-aksi Julia Perez dan Dewi Persik, menurutnya, tidak sesuai dengan norma-norma masyarakat Indonesia yang kental dengan adat ketimurannya. Mereka mencontohkan lagu Julia Perez berjudul lagu 'Kamasutra' seakan-akan mendukung free sex (seks bebas) di Indonesia. "Aksi Julia Perez dan Dewi Persik telah melewati batas. KAMMI Kukar mencekal kehadiran mereka di Kukar," katanya. Selain dirinya, beberapa orator lainnya juga mengajak, agar masyarakat Kukar mau bersatu, menjaga moralitas dengan menolak aksi-aksi pornografi dan pornoaksi. Selain berorasi, mereka membentangkan spanduk berisi tulisan "Stop Pornografi dan Pornoaksi. Selamatkan Moral Bangsa". Mereka juga menyebarkan selebaran-selebaran kepada pengendara kendaraan bermotor yang lewat di sekitar area aksi. Dalam selebaran yang berjudul "Potret Buram Entertainment Indonesia, Antara Hiburan dan Moralitas" itu, mereka menilai, goyangan Julia Perez dan Dewi Persik terlalu vulgar dan mengumbar birahi. Mereka juga mengkritisi penyisipan kondom di album VCD-nya. Dalam seruannya, mereka menuntut agar Julia Perez menarik bonus kondom dalam setiap kaset dan CD-nya. Selain itu juga meminta agar pemerintah dapat mengontrol media dan dunia hiburan, serta mendorong Rancangan Undang-Undang (RUU) Anti Pornografi dan Pornoaksi (APP) bisa segera disahkan. (reo) |
|
|




























