BERITA UTAMA
Headlines Cetak
Tribun Kaltim Terkini
Nasional
Manca Negara
Ekonomi & Bisnis
Olahraga
Hiburan
Iptek & Sains
Kesehatan
Opini
Lipsus
Selamat Pagi
Tajuk
Pilkada Kaltim
BERITA DAERAH
Balikpapan
Samarinda
Kukar
Bontang
Kutim
Tarakan
Kubar
PPU
Grogot
KURS IDR BANK BCA
16-Mei-2008 / 15:38 WIB
Kurs Jual Beli
USD 9330.00 9230.00
SGD 6817.05 6719.05
HKD 1196.95 1182.25
GBP 18216.15 17965.15
AUD 8849.80 8717.80
JPY 89.71 88.04
EUR 14483.20 14300.20
SAR 2496.55 2452.55
Berita populer
arsip berita
Login Form





Kata Sandi hilang?
Belum terdaftar? Daftar
Sindikasi
Aksi KAMMI Menolak Julia Perez dan Dewi Persik
Sabtu, 03-05-2008 | 04:00:00
SETELAH ditolak di beberapa kota, seperti Tangerang dan Palembang, kali ini aksi penolakan terhadap artis dangdut Julia Perez dan Dewi Persik juga juga dilakukan Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Komisariat Kutai Kartanegara (Kukar). Mereka menyampaikan hal itu, dalam aksi demonstrasi yang diikuti sekitar 20 orang di Bundaran Jembatan Bongkok, Jumat (2/5).

Aksi dimulai sekitar pukul 17.00, diawali dengan orasi oleh Koordinator Lapangan (Korlap) Aksi Tanti Rahayu. Dalam orasinya, Tanti mengatakan, kreativitas hiburan di Indonesia lebih banyak menampilkan aksi-aksi pornografi dan pornoaksi. Aksi-aksi Julia Perez dan Dewi Persik, menurutnya, tidak sesuai dengan norma-norma masyarakat Indonesia yang kental dengan adat ketimurannya. Mereka mencontohkan lagu Julia Perez berjudul lagu 'Kamasutra' seakan-akan mendukung free sex (seks bebas) di Indonesia.

"Aksi Julia Perez dan Dewi Persik telah melewati batas. KAMMI Kukar mencekal kehadiran mereka di Kukar," katanya. Selain dirinya, beberapa orator lainnya juga mengajak, agar masyarakat Kukar mau bersatu, menjaga moralitas dengan menolak aksi-aksi pornografi dan pornoaksi. Selain berorasi, mereka membentangkan spanduk berisi tulisan "Stop Pornografi dan Pornoaksi. Selamatkan Moral Bangsa".

Mereka juga menyebarkan selebaran-selebaran kepada pengendara kendaraan bermotor yang lewat di sekitar area aksi. Dalam selebaran yang berjudul "Potret Buram Entertainment Indonesia, Antara Hiburan dan Moralitas" itu, mereka menilai, goyangan Julia Perez dan Dewi Persik terlalu vulgar dan mengumbar birahi.

Mereka juga mengkritisi penyisipan kondom di album VCD-nya. Dalam seruannya, mereka menuntut agar Julia Perez menarik bonus kondom dalam setiap kaset dan CD-nya. Selain itu juga meminta agar pemerintah dapat mengontrol media dan dunia hiburan, serta mendorong Rancangan Undang-Undang (RUU) Anti Pornografi dan Pornoaksi (APP) bisa segera disahkan. (reo)

 

 

 

 

 

Created by IT Tribun Kaltim

Powered by JOOMLA