BERITA UTAMA
Headlines Cetak
Tribun Kaltim Terkini
Nasional
Manca Negara
Ekonomi & Bisnis
Olahraga
Hiburan
Iptek & Sains
Kesehatan
Opini
Lipsus
Selamat Pagi
Tajuk
Pilkada Kaltim
BERITA DAERAH
Balikpapan
Samarinda
Kukar
Bontang
Kutim
Tarakan
Kubar
PPU
Grogot
KURS IDR BANK BCA
16-Mei-2008 / 15:38 WIB
Kurs Jual Beli
USD 9330.00 9230.00
SGD 6817.05 6719.05
HKD 1196.95 1182.25
GBP 18216.15 17965.15
AUD 8849.80 8717.80
JPY 89.71 88.04
EUR 14483.20 14300.20
SAR 2496.55 2452.55
Berita populer
arsip berita
Login Form





Kata Sandi hilang?
Belum terdaftar? Daftar
Sindikasi
Jumlah Penduduk Turun, Jumlah Pemilih Naik
Kamis, 01-05-2008 | 04:00:00

TENGGARONG, TRIBUN - Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kutai Kartanegara mengkritisi beberapa hasil rapat pleno Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) yang digelar di Sekretariat KPUD Kukar, Rabu (30/4).

Hal ini diungkapkan anggota Panwaslu Kukar, Jemau Yohanes, usai mengikuti rapat pleno. "Usai rapat pleno tadi, kami memperhatikan ada beberapa hal yang janggal. Kami lalu membahasnya dan minta KPUD menjelaskannya kepada masyarakat hal-hal itu," kata Jo, sapaan akrabnya saat ditemui di Sekretariat Panwaslu, Rabu sore.

Jo lalu mengutarakan hal-hal janggal itu. Pada Pilkada (Pemilihan Kepala Daerah) 2005 lalu, jumlah penduduk Kukar sektiar 547.422 dengan jumlah DPT 375.925. Kemudian, pada Pilkada kali ini, jumlah penduduk Kukar sekitar 540.994 dan DPT 388.272. "Ini yang janggal. jumlah penduduk di Kukar turun sekitar 7.000 orang, tapi jumlah DPT-nya naik hingga 12.000," kata Jo.

Menurut Jo, data penduduk yang menunjukkan angka penurunan hingga 7.000 orang dalam tiga tahun adalah sesuatu yang tak masuk akal. Sebab, selama ini, di Kukar tak pernah mengalami bencana. "Kalau ada bencana, mungkin wajar. Bencana alam, dapat mengurangi jumlah penduduk," ujarnya.

Menurut Jo, dalam empat kali Pilkada jumlah penduduk Kukar selalu naik. Pada Pemilihan Legislatif (Pileg), Pemilihan Presiden (Pilpres) I dan Pilpres II, jumlah penduduk Kukar relatif stabil, sekitar 494.416. Ketiga pemilihan ini digelar pada tahun yang sama, 2004. Kemudian pada Pilkada 2005, jumlah penduduk naik sekitar 53.838 menjadi 547.422.

"Dalam satu tahun, jumlah penduduk naik sekitar 50.000 orang, sementara dalam tiga tahun, penduduk malah turun 7.000 orang," kata Jo.

Jo juga mengungkapkan, antara tiga kali pemilihan pada 2004 dan Pilkada 2005 terjadi kenaikkan jumlah pemilih sebanyak 22.487.  "Selama satu tahun ada kenaikkan sekitar 22.487 jumlah pemilih. Tapi mengapa, pada Pilkada kali ini, yang berselang tiga tahun dari Pilkada sebelumnya, jumlah pemilih hanya naik sekitar 12.347," ujarnya.

Jo yakin, kejanggalan data pemilih akan semakin banyak jika data dari desa dan kecamatan ditelusuri. Karena itu, ia berharap, agar KPUD Kukar dapat menejlaskan ke masyarakat data-data tersebut. "Ini sekaligus jadi pendidikan politik ke masyarakat. Agar mereka juga dapat proaktif dalam melihat daftar pemilih. Harapannya, datar pemilih tetap pada Pileg dan Pilpres 2009 akan lebih akurat," ujarnya.

Selain itu, Jo khawatir, jika DPT ini akan menjadi sumber masalah dalam Pilkada nanti. "Kita berandai-andai terburuk saja, jika data ini kemudian dipersoalkan, maka Pilkada tidak akan berjalan lancar. Karena itu, KPUD perlu menjelaskannya," katanya.

Sebelumnya, Rabu siang, sekitar pukul 13.00, KPUD menggelar rapat pleno dengan agenda menetapkan DPT pada Pemilihan Gubernur (Pilgub) Juli nanti. Hadir dalam rapat pleno itu semua Ketua dan anggota KPUD. Rapat sendiri dipimpin oleh Ketua KPUD, Machlan Maswan. Rapat pleno terbuka itu juga dihadiri panwaslu, tim sukses, Polres Kukar dan lainnya. Dalam rapat pleno itu ditetapkan DPT Kukar 388.272. (reo)

Endang: Itu Data DP4

DATA jumlah penduduk yang terdapat dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT) Kutai Kartanegara (Kukar) yang baru ditetapkan oleh Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Kukar, Rabu (30/4), adalah data jumlah penduduk yang diambil dari Daftar Penduduk Pemilih Potensial Pemilu (DP4). Data ini diberikan oleh Dinas Catatan Sipil dan Kependudukan Kukar pada 3 Januari 2008.

"Data itu data DP4 yang diserahkan di Kantor Gubernur awal tahun ini. Kalau jumlah penduduk Kukar per Maret itu sekitar 560.000 orang. Jadi tidak benar kalau jumlah penduduk Kukar itu berkurang sekitar 7.000," kata anggota KPUD Kukar, Arief Endang saat dihubungi Rabu, (30/4).

Endang menjelaskan, data yang diberikan oleh capil pada 26 Maret itu, adalah data jumlah penduduk terbaru. "Data terbaru itu tidak dimunculkan, karena memang aturannya seperti itu. Data yang dimunculkan adalah data dari DP4," kata Endang. Endang berharap, agar pihak-pihak yang ingin mengetahui data terbaru jumlah penduduk Kukar, dapat menanyakannya langsung ke Capil. "KPU ini mengurusi pemilu bukan data penduduk. Jadi, kalau mau tahu jelasnya, tanya saja ke capil," ujarnya. (reo)

 

 

 

 

 

Created by IT Tribun Kaltim

Powered by JOOMLA