BERITA UTAMA
Headlines Cetak
Tribun Kaltim Terkini
Nasional
Manca Negara
Ekonomi & Bisnis
Olahraga
Hiburan
Iptek & Sains
Kesehatan
Opini
Lipsus
Selamat Pagi
Tajuk
PON Kaltim
Jadwal PON
BERITA DAERAH
Balikpapan
Samarinda
Kukar
Bontang
Kutim
Tarakan
Kubar
PPU
Grogot
KURS IDR BANK BCA
4-Jul-2008 / 15:40 WIB
Kurs Jual Beli
USD 9265.00 9165.00
SGD 6816.35 6717.35
HKD 1189.30 1174.60
GBP 18392.95 18138.95
AUD 8933.50 8800.50
JPY 87.13 85.51
EUR 14561.02 14376.02
SAR 2479.45 2435.45
Berita populer
arsip berita
Login Form





Kata Sandi hilang?
Belum terdaftar? Daftar
Sindikasi
Prakiraan Cuaca
Jakarta:
24°C
1011mb

8 km/h
Balikpapan:
28°C
1010mb

24 km/h
Samarinda:
28°C
1010mb

24 km/h
Kukar Produsen Padi Terbesar di Kaltim
Sabtu, 12-04-2008 | 04:00:00
TENGGARONG, TRIBUN - Tahun 2007, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) adalah wilayah produsen padi terbesar di Kaltim. Tahun lalu produksi padi sawah dan ladang mencapai 189.541 ton, atau 33,3 persen dari produksi padi Kaltim yang mencapai 569.371.

Rinciannya, sekitar 407.213 berasal dari padi sawah dan 162.159 ton dari padi ladang. Untuk padi sawah, sekitar 41,9 persen atau sebanyak 170.843 ton berasal dari Kukar. Penyumbang kedua dan ketiga terbesar adalah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) 76.436 ton dan Kabupaten Nunukan 44.434 ton.

Untuk padi ladang, Kukar menempati urutan keeempat setelah Kutai Barat, dengan jumlah 36.439 ton, Kutai Timur 32.499 ton, Pasir sebesar 22.316 ton. Dengan produksi pada sekitar 18.698 ton,  Kukar menyumbang sekitar 11,53 persen dari produksi padi ladang se-Kaltim.

"Selama ini, Kukar memang dikenal sebagai daerah swasembada beras sejak 1985. Dan tahun lalu, Kukar adalah produsen padi sawah yang paling banyak. Apabila ditambah dengan padi ladang. Maka Kukar adalah produsen padi paling besar se-Kaltim dengan produksi mencapai 189.541 ton," kata Staf Pengelola Data Statistik Dinas Pertanian Kukar Pujianto, saat ditemui di kantornya, Jumat (11/4).

Menurut Pujianto, angka-angka tersebut merupakan angka yang disepakati dalam pertemuan koordinasi membahas angka tetap produksi 2007 dan angka prediksi 2008 Kaltim, di Hotel Nusa Indah Balikpapan, Kamis (10/4).

Menurutnya, tingginya angka produksi padi di Kukar juga berkaitan dengan luas lahan. Di Kukar, terdapat sekitar 44.906 ha lahan yang ditanami oleh sawah. Dari luas itu, sekitar 34.657 ha lahan dapat menghasilkan padi sebanyak 4,9 ton per hektare (ha). Sedangkan padi ladang, terdapat sekitar 6.347 ha yang ditanam. Sekitar 5.816 ha-nya dapat dipanen dengan jumlah 2,9 ton/ha.

Di Kecamatan Tenggarong Seberang adalah daerah yang paling banyak memiliki lahan persawahan, luasnya 11.218 ha atau sekitar 24 persen dari total lahan padi sawah di Kukar. Kecamatan ini juga menyumbangkan sekitar 37.479 ton padi sawah. Untuk padi ladang, sumbangsih paling besar berasal dari kecamatan-kecamatan yang terdapat di Hulu Sungai Mahakam. Misalnya, Tabang, Kembang Janggut, Muara Kaman dan Kenohan.

"Dengan produksi padi seperti ini, terdapat surplus beras sekitar 30.715 ton. Kebutuhan masyarakat Kukar hanya 62.755 ton dan produksi beras sekitar 93.471 ton. Surplus padi itu, lalu dijual ke Samarinda, Bontang dan Sangatta. Bahkan ada juga yang dijual ke daerah hulu, setelah dilakukan pengemasan di Samarinda," ujar Pujianto. (reo)

Dianggarkan Rp 7,2 Juta/Hektare

PEMERINTAH Kabupaten (Pemkab) Kutai Kartanegara (Kukar) rencananya akan membuka sekitar 961 hektare (ha) sawah baru. Ke-961 ha sawah itu tersebar di 9 kecamatan. Rinciannya, Desa Taratak Kecamatan Muara Kaman 100 ha, Kecamatan Sebulu 25 ha, Samboja 140 ha, Muara Badak 100 ha, Marangkayu 211 ha, Muara Wis dan Kota Bangun 200 ha, Loa Kulu 75 ha dan Tabang 110 ha.

Kasubdin Rehabilitasi Pengembangan Lahan (RPL) dan Perlindungan Tanaman Dinas Pertanian Kukar Sumarlan menjelaskan, areal sawah yang akan dibuka itu merupakan usulan dari masyarakat. "Itu aspirasi dari bawah. Dan bukannya kita tidak memperhatikan kecamatan lain, tetap kita perlakukan sama. Tapi, di 9 kecamatan ini, terdapat potensi yang ada, dan sudah berkembang duluan menjadi kantong-kantong (padi) di Kukar," kata Sumarlan saat dihubungi, Jumat (11/4).

Menurutnya, pembukaan lahan ini, selain untuk meningkatkan produksi tanaman padi di Kukar, juga untuk menggerakkan perekonomian masyarakat Kukar. Apalagi, sebagian masyarakat Kukar, masih hidup di daerah pedesaan dan berprofesi sebagai petani.

"Sektor pertanian itu menyerap tenaga kerja yang cukup besar. Dan pembukaan lahan ini, merupakan dukungan program ketahanan pangan nasional yang mencanangkan panen beras dua juta ton tahun ini. Ketahanan pangan adalah syarat mutlak stabilitas politik dan nasional," ujarnya.

Ia menambahkan, dari 961 ha, sekitar 186 ha sawah akan dibiayai oleh Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Sedangkan sisanya selaus 775 ha melalui APBD Kukar.

"Disediakan anggaran sekitar Rp 7,2 juta/ha. Anggaran itu berasal dari APBN dan APBD Kukar. Dana tersebut digunakan untuk membuka lahan, pembuatan pematang, saluran air dan jalan usaha tani," ujarnya.

Menurut Sumarlan, sawah tersebut akan dibangun oleh rekanan yang berbadan hukum, bukan kelompok tani. Namun, ia mengharapkan, dalam pembangunannya melibatkan para petani sebagai pekerja. "Setelah sawah itu jadi, akan diberikan kepada petani untuk dikelola. Pupuk dan bibitnya juga kita sediakan. Petani tinggal menanamnya," kata Sumarlan. (reo)

 

 

 

 

 

Created by IT Tribun Kaltim

Powered by JOOMLA