BERITA UTAMA
Headlines Cetak
Tribun Kaltim Terkini
Nasional
Manca Negara
Ekonomi & Bisnis
Olahraga
Hiburan
Iptek & Sains
Kesehatan
Opini
Lipsus
Selamat Pagi
Tajuk
PON Kaltim
Jadwal PON
BERITA DAERAH
Balikpapan
Samarinda
Kukar
Bontang
Kutim
Tarakan
Kubar
PPU
Grogot
KURS IDR BANK BCA
4-Jul-2008 / 08:16 WIB
Kurs Jual Beli
USD 9250.00 9175.00
SGD 6807.30 6726.30
HKD 1187.00 1175.50
GBP 18386.30 18182.30
AUD 8903.35 8794.35
JPY 87.08 85.69
EUR 14548.54 14402.54
SAR 2475.60 2438.60
Berita populer
arsip berita
Login Form





Kata Sandi hilang?
Belum terdaftar? Daftar
Sindikasi
Prakiraan Cuaca
Jakarta:
32°C
1012mb

13 km/h
Balikpapan:
30°C
1009mb

24 km/h
Samarinda:
30°C
1009mb

24 km/h
Muslimah KAMMI Gelar Demo
Selasa, 22-04-2008 | 05:20:23

TENGGARONG, TRIBUN - Sekitar 20 perempuan yang tergabung dalam Kemuslihan KAMMI (Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia) Komisariat Kutai Kartanegara (Kukar) menggelar aksi demonstrasi di bundaran Jembatan Bongkok, Senin (21/4).

Aksi demonstrasi ini berkaitan dengan peringatan Hari Kartini. Dalam aksi yang tak mendapatkan pengawalan aparat kepolisian ini, mereka membentangkan spanduk hitam yang bertuliskan Saatnya Perempuan Cerdas Politik dan KAMMI Mendukung Pemberantasan Korupsi di Kukar, Maju Terus KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi). Sejak minggu lalu, KPK memeriksa anggota DPRD Kukar dan masyarakat berkaitan dengan dugaan dana korupsi bantuan sosial (bansos).

Dalam orasinya yang dilakukan secara bergantian, mereka menyerukan agar perempuan terlibat aktif dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) yang digelar 26 Mei nanti. Mereka berharap agar perempuan tidak golput, tapi memberikan suara sesuai dengan aspirasinya.

Mereka juga meminta, agar wanita dapat memanfaatkan jatah 30 persen di DPRD Kukar. Dalam selebaran yang dibagikan kepada setiap pengendara lalu lintas, mereka berpendapat, perempuan mempunyai kebebasan berpolitik yang sama dengan kaum laki-laki. Misalnya, sama-sama memiliki hak untuk memilih partai dan pemimpin.

Karena itu, perempuan dituntut untuk memiliki pemahaman yang baik mengenai politik. Sebab, tanpa pengetahuan yang baik, perempuan akan mudah atau rentan sekali tertipu dalam menyalurkan aspirasi politiknya. Perempuan akan mudah sekali diintervensi, menjual suaranya karena ada materi yang ditawarkan, mengabaikan hak politiknya dan menyambut demokrasi dengan jiwa skeptis. Untuk menciptakan kemandirian berpolitik itu, merupakantugas semua pihak, baik Komisi Pemilihan Umum (KPU), partai politik, LSM, Kader Muslimah KAMMI dan lainnya.(reo)

 

 

 

 

 

Created by IT Tribun Kaltim

Powered by JOOMLA