BERITA UTAMA
Headlines Cetak
Tribun Kaltim Terkini
Nasional
Manca Negara
Ekonomi & Bisnis
Olahraga
Hiburan
Iptek & Sains
Kesehatan
Opini
Lipsus
Selamat Pagi
Tajuk
Pilkada Kaltim
BERITA DAERAH
Balikpapan
Samarinda
Kukar
Bontang
Kutim
Tarakan
Kubar
PPU
Grogot
KURS IDR BANK BCA
16-Mei-2008 / 15:38 WIB
Kurs Jual Beli
USD 9330.00 9230.00
SGD 6817.05 6719.05
HKD 1196.95 1182.25
GBP 18216.15 17965.15
AUD 8849.80 8717.80
JPY 89.71 88.04
EUR 14483.20 14300.20
SAR 2496.55 2452.55
Berita populer
arsip berita
Login Form





Kata Sandi hilang?
Belum terdaftar? Daftar
Sindikasi
Siswa SD Ditugaskan Pantau Jentik Nyamuk
Kamis, 01-05-2008 | 04:00:00
TENGGARONG, TRIBUN - Vico Indonesia bekerjasama dengan Puskesmas Samboja menggelar workshop atau pelatihan bagi seluruh guru Unit Kesehatan Kelas (UKS)/Penjaskes di Samboja. Pelatihan mengenai penanggulangan demam berdarah itu digelar selama 3 hari pada tanggal 22 – 24 April di aula BOS Samboja Kutai Kartanegara (Kukar).

Selama pelatihan para guru penjaskes dari 26 SD, 8 SLTP dan 6 SLTA mendapatkan pembekalan diantaranya mengenai pemberantasan nyamuk DBD, survey jentik, DBD dan penularannya. Pematerinya berasal dari Puskesmas Samboja. Pemateri itu yakni dr Neni Sundari, dr Tommy, dr Puspita dan drg Roni.

Menurut dr Neni Sundari, demam berdarah penyakit menular berbahaya. Penyakit ini disebabkan oleh virus dengue melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti yang dapat menimbulkan kematian dan wabah. Dalam pemberantasannya paling efektif adalah membernatas nyamuk penularnya, karena sampai sekarang belum ditemukan vaksin untuk pencegahan dan fogging bukanlah cara yang tepat untuk pencegahan.  

Setelah mendapatkan pelatihan, para guru nantinya akan memberikan tugas kepada para siswa di sekolah masing-masing untuk menyampaikan kartu jentik dan pelajaran tentang Pemberantasan Sarang Nyamuk-Demam Berdarah (PSN – DBD) kepada orangtua dan tetangga.

Untuk siswa SD kelas I – III hanya bertugas membagikan kartu ke orangtua di rumah. Kelas IV – VI bertugas memantau jentik dan mengisi kartu jentik di rumah sendiri dan dua rumah tetangganya. Sedangkan untuk siswa SMP dan SMA sebagai pemantau jentik di rumah sendiri dan tiga rumah tetangga.

Jadi siswa diwajibkan memeriksa apakah di rumahnya ada jentik dan setelah itu mereka akan membasmi dengan cara menguras bak air, atau memelihara Ikan Cupang, kemudian menuliskannya dalam lembar kartu. Tiap sekolah akan melaporkan Angka Bebas Jentik ke Puskesmas pembantu, polindes atau puskesmas lokasi terdekat dari sekolah.  Diharapkan dengan cara ini, penyakit DBD dapat dikendalikan. (reo)

 

 

 

 

 

Created by IT Tribun Kaltim

Powered by JOOMLA