|
|
| POLLING : PILGUB KALTIM |
|---|
| Salam Kaltim |
|---|
|
Latest Message: 13 hours, 58 minutes ago
You have to login before you can shout! |
| Pengunjung | |||||||||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]()
|
| Tribun Kaltim Terkini |
|---|
|
| Tenaga Kerja Perlu segera Ditambah |
| Sabtu, 10-05-2008 | 05:18:24 | |
|
TENGGARONG, TRIBUN - Ketua Pengarah dan Pengawas PB PON Pusat Hendarji Supandji menyarankan agar pekerja proyek pembangunan venues untuk PON XVII Kaltim ditambah. Hal itu agar proses pembangunanya dapat selesai pada akhir Mei. "Ada beberapa venues yang harus ditambah tenaga kerjanya. Karena kalau tidak ditambah, tidak akan selesai," kata Hendarji saat ditemui di Venues Beladiri Stadion Madya Tenggarong Seberang, Kamis (8/5). Hendarji menyebut venues lapangan tenis dan dayung di Balikpapan. Kemudian Stadion Palaran di Samarinda. Bahkan, ia mengusulkan agar pekerja di stadion yang akan digunakan sebagai tempat pembukaan dan penutupan itu ditambah hingga dua kali lipat. "Di Stadion Palaran pekerjanya sekitar 1.500 orang. Saya harap dapat ditambah hingga 3.000 orang. Karena, dari kunjungan tadi, lingkungan sekitar stadion belum disentuh. Kalau pekerjanya hanya tetap seperti itu, saya tidak yakin akan selesai pada akhir Mei nanti," kata Hendarji. Selain ketiga venues itu, Hendarji menyebut venue beladiri dan velodrome harus ditambah pekerjanya. Di venues beladiri, Hendarji sempat mempertanyakan jumlah pekerja. Sebab, dari laporan Project Manager PT Raka Utama, Muliadi, jumlah pekerja di venues itu sekitar 350 orang. "Masa sih di velodorme itu pekerjanya sekitar 250 orang? Tapi kelihatan sekali aktivitasnya. Di sini 350 malah tidak kentara (terlihat)," ujarnya. Muliadi menjelaskan pekerja lainnya sedang bekerja di belakang venue. Sedangkan untuk proyek sarana berkuda dan panahan, menurut Hendarji, tenaga kerja sudah cukup. Ia yakin dengan jumlah saat ini, kedua venue tersebut dapat selesai pada waktunya. Selain menyarankan penambahan jumlah pekerja, Hendarji juga menanyakan beberapa hal terkait fasilitas venue yang mungkin menganggu jalannya pertandingan. "Pengaman ini harusnya didiskusikan dulu dengan technical delegate. Apakah harus lebih tinggi atau tidak. Karena olahraga tinju ini olahraga berkelahi, jangan sampai penontonnya ikut berkelahi juga" ujar Hendarji saat meninjau venues tinju. Kunjungan Hendarji tersebut ditemani Plt Bupati Kutai Kartanegara (Kukar) Samsuri Aspar, Wakil Ketua PB PON Kaltim Hermain Okol, beberapa pejabat KONI Pusat, PB PON Kaltim dan Kukar. (reo) |
|
|


























