|
|
| POLLING : PILGUB KALTIM |
|---|
| Salam Kaltim |
|---|
|
Latest Message: 13 hours, 58 minutes ago
You have to login before you can shout! |
| Pengunjung | |||||||||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]()
|
| Tribun Kaltim Terkini |
|---|
|
| Bupati, Wabup dan Sekkab tak Ada di Kutim |
| Jumat, 11-04-2008 | 04:00:00 | |
|
AKSI yang dilakukan Aliansi Mahasiswa Peduli Kutim (AMPKT) dinilai anggota Dewan salah alamat. Sebab, tuntutan yang disampaikan lebih berfokus pada pemerintah, bukan DPRD Kutim. Meski demikian, sebagai wakil rakyat, Dewan tetap ingin mempertemukan AMPKT dengan pejabat pemerintahan. Namun, usaha Dewan mendatangkan pejabat pemerintah gagal dilaksanakan, sebab bupati, wabup dan sekkab sedang tidak berada di Kutim.
Dalam pertemuan dengan AMPKT, Ketua Badan Kehormatan (BK) DPRD Suardi mengatakan, tuntutan yang diajukan AMPKT ini diajukan untuk pemerintah. "Kalau baca tuntutannya ini untuk eksekutif. Dan kami tidak bisa jelaskan," kata Suardi. Lebih lanjut ia mengatakan, jika Dewan memaksakan menjawab tuntutan AMPKT ini, maka Dewan akan salah. Hal senada disampaikan anggota Komisi III Alek Rohmanu. "Jadi ini ada enam tuntutan AMPKT. Untuk tuntutan yang pertama, yaitu meminta bupati untuk tidak meninggalkan Kutim masih bisa kami jawab. Tapi kalau lima tuntutan lainnya seperti proyek yang terbengkalai, maka kami tidak bisa jawab," ujarnya. Sementara, Wakil Ketua DPRD Bahrid Buseng menaruh simpati kepada AMPKT. "Komunikasi seperti ini baik sekali. Sebab mahasiswa mau menyampaikan aspirasinya untuk kemajuan Kutim," ujarnya. Dan untuk menindaklanjuti tuntutan AMPKT ini, Bahrid berjanji akan memfasilitasi pertemuan AMPKT dengan eksekutif, selambat-lambatnya, Kamis (17/4). (eza) |
|
|


























