| Iklan baris Online | |
|---|---|
|
|
|
|
| POLLING : PILGUB KALTIM |
|---|
| Salam Kaltim |
|---|
|
Latest Message: 1 day, 3 hours ago
You have to login before you can shout! |
| Pengunjung | |||||||||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]()
|
| Prakiraan Cuaca | |||||||||||||||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
|
|||||||||||||||||||||
| Data Pengujung |
|---|
|
IP 38.103.63.17 Browser Operating System |
| Tribun Kaltim Terkini |
|---|
|
| Cabai Rawit Rp 55.000 per Kg |
| Jumat, 02-05-2008 | 04:00:00 | |
|
SANGATTA, TRIBUN - Harga sejumlah komoditi sayuran di Sangatta Kutai Timur (Kutim) kembali merangkak naik. Dari pantauan Tribun di Pasar Teluk Lingga dan Sangatta Lama, Kamis (1/5), harga cabai, bawang merah dan telur lembali mengalami kenaikan.
Di Pasar Teluk Lingga, harga cabai rawit naik hingga Rp 55.000 per kilogram (Kg). Sebelumnya, harga cabai rawit Rp 45.000 per kg. Sama halnya di Pasar Sangatta Lama. Bahkan, beberapa pedagang menjual cabai rawit hingga Rp 60.000 per kg. Sementara, harga cabai merah besar dan cabe kriting relatif stabil, yaitu Rp 18.000 per kg untuk cabai merah besar dan Rp 20.000 per kg untuk cabai kriting. Harga telur juga mengalami kenaikan. Menurut pengakuan sejumlah pedagang, harga telur mulai naik sejak tiga hari terakhir. Sebelumnya, harga rata-rata telur ayam boiler Rp 800-900 per butir. Namun kini naik menjadi Rp 1.000 per butir. Telur ayam kampung juga demikian, naik menjadi Rp 1.700 per butir dari sebelumnya Rp 1.500 per butir. Kenaikan juga terjadi pada bawang merah. Sebelumnya, harga bawang merah Rp 18.000 per kg kini naik menjadi Rp 20.000 per kg. Menurut sejumlah pedagang, kenaikan harga ini lebih disebabkan harga dari distributor di Samarinda sudah mengalami kenaikan. "Barang dari Samarinda sudah naik. Ya saya juga ikut menyesuaikan harga," ujar Saidah. Kenaikan sejumlah harga komoditi sayuran dibenarkan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kutim. Kepala Disperindag Kutim Suryanto menjelaskan, harga sembako dan sayuran di pasar-pasar tradisional di Sangatta tidak mengalami kestabilan. "Biasanya kalau satu naik, yang lain ikut naik. Tapi dari pantauan Disperindag tadi pagi (kemarin, red), harga komoditi yang naik hanya bawang merah dan telur," ujarnya. Ia menambahkan, kondisi transportasi Bontang-Sangatta juga menjadi salah satu penyebab kenaikan harga. "Mungkin transportasinya juga sulit dan mahal," katanya. Meski demikian, Disperindag rutin melakukan pantauan pasar setiap minggu untuk mengecek kenaikan harga sejumlah komoditi di Sangatta.(eza) |
|
|



























