BERITA UTAMA
Headlines Cetak
Tribun Kaltim Terkini
Nasional
Manca Negara
Ekonomi & Bisnis
Olahraga
Hiburan
Iptek & Sains
Kesehatan
Opini
Lipsus
Selamat Pagi
Tajuk
Pilkada Kaltim
BERITA DAERAH
Balikpapan
Samarinda
Kukar
Bontang
Kutim
Tarakan
Kubar
PPU
Grogot
KURS IDR BANK BCA
16-Mei-2008 / 15:38 WIB
Kurs Jual Beli
USD 9330.00 9230.00
SGD 6817.05 6719.05
HKD 1196.95 1182.25
GBP 18216.15 17965.15
AUD 8849.80 8717.80
JPY 89.71 88.04
EUR 14483.20 14300.20
SAR 2496.55 2452.55
Berita populer
arsip berita
Login Form





Kata Sandi hilang?
Belum terdaftar? Daftar
Sindikasi
Cabai Rawit Rp 55.000 per Kg
Jumat, 02-05-2008 | 04:00:00
SANGATTA, TRIBUN - Harga sejumlah komoditi sayuran di Sangatta Kutai Timur (Kutim) kembali merangkak naik. Dari pantauan Tribun di Pasar Teluk Lingga dan Sangatta Lama, Kamis (1/5), harga cabai, bawang merah dan telur lembali mengalami kenaikan.

Di Pasar Teluk Lingga, harga cabai rawit naik hingga Rp 55.000 per kilogram (Kg). Sebelumnya, harga cabai rawit Rp 45.000 per kg. Sama halnya di Pasar Sangatta Lama. Bahkan, beberapa pedagang menjual cabai rawit hingga Rp 60.000 per kg. Sementara, harga cabai merah besar dan cabe kriting relatif stabil, yaitu Rp 18.000 per kg untuk cabai merah besar dan Rp 20.000 per kg untuk cabai kriting.

Harga telur juga mengalami kenaikan. Menurut pengakuan sejumlah pedagang, harga telur mulai naik sejak tiga hari terakhir. Sebelumnya, harga rata-rata telur ayam boiler Rp 800-900 per butir. Namun kini naik menjadi Rp 1.000 per butir. Telur ayam kampung juga demikian, naik menjadi Rp 1.700 per butir dari sebelumnya Rp 1.500 per butir. Kenaikan juga terjadi pada bawang merah. Sebelumnya, harga bawang merah Rp 18.000 per kg kini naik menjadi Rp 20.000 per kg.

Menurut sejumlah pedagang, kenaikan harga ini lebih disebabkan harga dari distributor di Samarinda sudah mengalami kenaikan. "Barang dari Samarinda sudah naik. Ya saya juga ikut menyesuaikan harga," ujar Saidah.

Kenaikan sejumlah harga komoditi sayuran dibenarkan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kutim. Kepala Disperindag Kutim Suryanto menjelaskan, harga sembako dan sayuran di pasar-pasar tradisional di Sangatta tidak mengalami kestabilan.

"Biasanya kalau satu naik, yang lain ikut naik. Tapi dari pantauan Disperindag tadi pagi (kemarin, red), harga komoditi yang naik hanya bawang merah dan telur," ujarnya. Ia menambahkan, kondisi transportasi Bontang-Sangatta juga menjadi salah satu penyebab kenaikan harga.

"Mungkin transportasinya juga sulit dan mahal," katanya. Meski demikian, Disperindag rutin melakukan pantauan pasar setiap minggu untuk mengecek kenaikan harga sejumlah komoditi di Sangatta.(eza)

 

 

 

 

 

Created by IT Tribun Kaltim

Powered by JOOMLA