|
|
| POLLING : PILGUB KALTIM |
|---|
| Salam Kaltim |
|---|
|
Latest Message: 13 hours, 56 minutes ago
You have to login before you can shout! |
| Pengunjung | |||||||||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]()
|
| Tribun Kaltim Terkini |
|---|
|
| Katakan Tidak untuk Narkoba |
| Senin, 07-04-2008 | 04:00:00 | |
|
BNK siapa yang punya.... BNK siapa yang punya....Yang punya kita semua.... Narkoba siapa yang punya...Narkoba siapa yang punya...Yang punya orang gila... NYAYIAN kampanye menyerukan penolakan kejahatan narkoba dari sekitar 260 siswa SMP II Sangatta Utara nyaring terdengar pada kegiatan work shop anti narkoba, yang digelar Badan Narkotika Kabupaten (BNK) Kutai Timur (Kutim), Sabtu (5/4) di SMP II Sangatta Utara. Penyuluhan edukatif tentang bahaya narkoba yang disampaikan Sekretaris BNK Kutim Budiman Mahlan dan Kabag Bina Mitra Polres Kutim AKP YF Momot mendapat sambutan positif dari siswa SMPN II Sangatta Utara. Selama hampir dua jam siswa kelas I dan II ini mengikuti pemaparan Budiman dan Momot. "Nanti kalau saya bilang narkoba adik-adik jawab no. Tapi kalau saya bilang prestasi adik-adik jawab yes," ajak Budiman mencairkan suasana. Pendekatan dengan metode hiburan seperti ini dinilai Budiman sangat efektif untuk siswa sekolah. Tak jarang, Budiman mengajak siswa untuk bernyanyi dan memberikan kuis seputar kejahatan narkoba. Penyuluhan seperti ini memang sedang gencar dilakukan BNK Kutim. Namun, keterbatasan personel dan sulitnya medan di Kutim membuat BNK kesulitan melakukan sosialisasi ke semua kecamatan. "Sekarang kami baru bisa melakukan di daerah Sangatta. Tapi awal bulan depan kami akan mulai masuk ke pedalaman seperti Karangan dan Muara Wahau," katanya. Lebih lanjut Budiman mengatakan, sulit untuk melarang orang tidak menggunakan narkoba. "Yang penting bagaimana BNK mensosialisasikan pencegahan terhadap pemakaian narkoba. Penggunaan obat-obatan terlarang seperti LL oleh siswa di Kutim menurut Budiman sudah cukup memprihatinkan. "Pengguna LL di sini cukup parah. Sebab LL murah dan mudah didapatkan," ujarnya. Sementara menurut Momot, siswa adalah target yang sangat mudah untuk diajak ke dalam dunia narkoba. Sebab, masa-masa usia sekolah memiliki rasa ingin tahu yang cukup tinggi. "Cara penanganan narkoba bermacan-macam. Bisa melalui pusat rehabilitasi, bisa juga penanganan keluarga atau sekolah. Jadi, peran guru dan orangtua terhadap perilaku anak atau siswa sangat besar," katanya Momot. Kegiatan ini juga mendapat tanggapan positif dari pihak sekolah. "Sosialisasi ini bagus sekali buat siswa. Sebab mereka bisa tahu tentang bahaya narkoba," kata Erawati, Guru Biologi SMP II. Menurutnya, siswa saat ini lebih berani dan cuek terhadap nasihat guru dan orangtua. "Mungkin ini satu efek dari tayangan-tayangan di televisi," pungkasnya. (eza) |
|
|



























