BERITA UTAMA
Headlines Cetak
Tribun Kaltim Terkini
Nasional
Manca Negara
Ekonomi & Bisnis
Olahraga
Hiburan
Iptek & Sains
Kesehatan
Opini
Lipsus
Selamat Pagi
Tajuk
Pilkada Kaltim
BERITA DAERAH
Balikpapan
Samarinda
Kukar
Bontang
Kutim
Tarakan
Kubar
PPU
Grogot
KURS IDR BANK BCA
16-Mei-2008 / 15:38 WIB
Kurs Jual Beli
USD 9330.00 9230.00
SGD 6817.05 6719.05
HKD 1196.95 1182.25
GBP 18216.15 17965.15
AUD 8849.80 8717.80
JPY 89.71 88.04
EUR 14483.20 14300.20
SAR 2496.55 2452.55
Berita populer
arsip berita
Login Form





Kata Sandi hilang?
Belum terdaftar? Daftar
Sindikasi
Pejabat Dilarang Masuk Ruangan UN
Senin, 05-05-2008 | 04:00:00
SANGATTA, TRIBUN  - Sekitar 2.770 siswa SMP/MTs di Kabupaten Kutai Timur (Kutim), mulai Senin (5/5) hingga Kamis (8/5) akan mengikuti Ujian Nasional (UN). Dari data yang dikeluarkan Dinas Pendidikan (Disdik) Kutim, sebanyak 33 SMP dan tiga Madrasah Tsanawiyah (Mts) akan menggelar UN. Sementara, lima SMP dan tujuh Mts masih mengikuti ujian gabungan di sekolah penyelenggara UN.

Kepala Disdik Kutim Dwi Susilanto mengatakan, persiapan pelaksanaan UN SMP/MTs di Kutim sudah mencapai 100 persen. "Besok (hari in, red) Kutim siap menggelar UN. Jumlah siswa yang mengikuti UN sebanyak 2.770 dari 48 SMP/MTs yang dibagi dalam 13 sub rayon," terang Dwi.

Hal sama dikatakan Kasi Kurikulum Pendidikan Menengah (Dikmen) Disdik, Fakur. Menurut Fakur, Kutim sudah siap melaksanakan UN tingkat SMP/MTs hari ini. Bahkan, kata Fakur, soal- soal UN saat ini juga sudah didistribusikan ke sekolah-sekolah penyelenggara UN. "Persiapan kami sudah 100 persen. Dan kami yakin tidak akan terjadi kecurangan dalam pelaksanaan UN SMP/MTs ini," ujarnya.

Fakur menambahkan, untuk siswa yang berhalangan mengikuti UN akibat sakit atau ada halangan lainnya yang memaksa siswa tidak dapat mengikuti UN, maka Disdik Kutim akan melaksanakan ujian susulan satu minggu usai pelaksanaan UN. "Ada ujian susulan untuk siswa yang berhalangan, yaitu satu minggu setelah UN selesai, atau tepatnya hari Senin (12/5) mendatang," terangnya.

Sama dengan pelaksanaan UN tingkat SMA, UN tingkat SMP/MTs juga diwarnai imbauan kepada pejabat daerah untuk tidak melakukan inspeksi mendadak (Sidak) ke dalam ruangan saat UN berlangsung. Kepala SMPN 1 Sangatta Utara, Yaya Sutarya mengatakan, pihaknya sudah menempel sejumlah pengumunan tentang imbauan agar pejabat tidak memasuki ruangan kelas saat UN berlangsung.

"Ada imbauan dari Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) agar pejabat tidak masuk ruangan saat UN. Jadi kami juga sudah menempel pengumuman tersebut," kata Yaya. Karena itu, pelaksanaan UN mulai pagi ini tidak diwarnai dengan acara seremoni perobekan amplop soal oleh pejabat daerah.

"Kalau biasanya Pak Bupati merobek amplop soal saat ujian hari pertama, tapi kini tidak ada lagi prosesi seperti itu," terang Yaya. Menurut Yaya, imbauan ini dikeluarkan BSNP dengan tujuan agar siswa lebih berkonsentrasi mengerjaan soal saat UN berlangsung. (eza)

 

 

 

 

 

Created by IT Tribun Kaltim

Powered by JOOMLA