BERITA UTAMA
Headlines Cetak
Tribun Kaltim Terkini
Nasional
Manca Negara
Ekonomi & Bisnis
Olahraga
Hiburan
Iptek & Sains
Kesehatan
Opini
Lipsus
Selamat Pagi
Tajuk
Pilkada Kaltim
BERITA DAERAH
Balikpapan
Samarinda
Kukar
Bontang
Kutim
Tarakan
Kubar
PPU
Grogot
KURS IDR BANK BCA
16-Mei-2008 / 15:38 WIB
Kurs Jual Beli
USD 9330.00 9230.00
SGD 6817.05 6719.05
HKD 1196.95 1182.25
GBP 18216.15 17965.15
AUD 8849.80 8717.80
JPY 89.71 88.04
EUR 14483.20 14300.20
SAR 2496.55 2452.55
Berita populer
arsip berita
Login Form





Kata Sandi hilang?
Belum terdaftar? Daftar
Sindikasi
Penduduk Buta Huruf hanya 4,88 Persen
Jumat, 09-05-2008 | 05:13:25

SANGATTA, TRIBUN - Berdasarkan hasil Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) 2006, jumlah penduduk Kutai Timur (Kutim) yang masih buta huruf hanya sekitar 4,88 persen. Sisa 95,12 persen, penduduk usia 10 tahun ke atas sudah dapat membaca.

Hal ini merupakan satu kemajuan bidang pendidikan di Kutim yang disampaikan Bupati Awang Faroek Ishak pada Sidang Paripurna Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Bupati Kutai Timur 2007, Kamis (8/5) di DPRD setempat.

Di depan 15 anggota DPRD Kutim dan sekitar 200 undangan dari unsur Muspida Kutim, Awang menjelaskan, satu dampak positif dari pembangunan pendidikan di Kutim adalah semakin menurunnya penduduk yang tidak mampu membaca dan menulis. Selain itu kata Awang, satu indikator mengukur pemerataan akses pendidikan adalah dengan Angka Partisipasi Kasar (APK).

Menurutnya, APK di Kutim untuk SD pada tahun 2006 sebesar 113,13 persen. "Ini berarti bahwa jumlah penduduk yang masuk sekolah dasar (SD) melebihi jumlah penduduk usia SD yaitu 7-12 tahun," ujarnya. Sementara, pada jenjang sekolah yang lebih tinggi yaitu SLTP atau SLTA, APK penduduk masih rendah.

Awang menjelaskan, hal ini berkaitan dengan kegiatan ekonomi penduduk pada usia tersebut yang sebagian besar membantu orangtua untuk bekerja atau bahkan pada usia tersebut sudah berstatus kawin sehingga mempunyai kewajiban mengurus rumah tangga. Dari data hasil susenas itu disebutkan, di tingkat SLTP, APK tercatat 42,46 persen sedangkan SLTA sebesar 95,54 persen.

Lebih lanjut Awang menjelaskan, pada tahun 2006, tingkat pendidikan yang diselesaikan penduduk 10 tahun ke atas di Kutim didominasi oleh penduduk tamatan SD atau yang sederajat, yaitu sebesar 27,23 persen. Sementara siswa tidak tamat SD sebesar 26,24 persen. "Namun, hal yang cukup menggembirakan yaitu persentase penduduk 10 tahun ke atas yang tamat SLTA atau sederajat sebesar 19,05 persen dan yang tamat perguruan tinggi sebesar 1,98 persen," ujarnya.

Selain itu untuk menambah tingkat kesejahteraan dan peningkatan mutu pendidikan, kata Awang, Pemerintah Kutim juga memberikan honor tambahan bagi tenaga pendidik dan administrasi untuk semua jenjang pendidikan baik negeri maupun swasta termasuk Taman Kanak-kanak.(eza)

 

 

 

 

 

Created by IT Tribun Kaltim

Powered by JOOMLA