BERITA UTAMA
Headlines Cetak
Tribun Kaltim Terkini
Nasional
Manca Negara
Ekonomi & Bisnis
Olahraga
Hiburan
Iptek & Sains
Kesehatan
Opini
Lipsus
Selamat Pagi
Tajuk
PON Kaltim
Jadwal PON
BERITA DAERAH
Balikpapan
Samarinda
Kukar
Bontang
Kutim
Tarakan
Kubar
PPU
Grogot
KURS IDR BANK BCA
4-Jul-2008 / 15:40 WIB
Kurs Jual Beli
USD 9265.00 9165.00
SGD 6816.35 6717.35
HKD 1189.30 1174.60
GBP 18392.95 18138.95
AUD 8933.50 8800.50
JPY 87.13 85.51
EUR 14561.02 14376.02
SAR 2479.45 2435.45
Berita populer
arsip berita
Login Form





Kata Sandi hilang?
Belum terdaftar? Daftar
Sindikasi
Prakiraan Cuaca
Jakarta:
24°C
1011mb

8 km/h
Balikpapan:
28°C
1010mb

24 km/h
Samarinda:
28°C
1010mb

24 km/h
Sekkab: Awang Tetap Pantau Kutim
Jumat, 11-04-2008 | 04:00:00
SANGATTA, TRIBUN - Maraknya aksi unjuk rasa yang dilakukan warga Kutai Timur (Kutim) disikapi Sekkab Sjafruddin Achmad. Menurut Sjafruddin, meskipun Bupati Awang Faroek dan Wakil Bupati Isran Noor berada di luar daerah, namum roda pemerintahan tetap berjalan seperti biasa. Menurutnya, bupati dan wabup tetap memperhatikan persoalan di Kutim, termasuk beberapa aksi seperti yang terjadi beberapa hari ini di DPRD Kutim.

Sjafruddin membantah jika bupati dan wabup dikatakan tidak memperhatikan nasib rakyat. "Beberapa persoalan yang ada terus diupayakan penyelesaiannya. Diputusnya aliran listrik PDAM oleh PLN juga dibahas bersama antar unit kerja baik PLN dan PDAM. Meski ada Pak Bupati, persoalan itu tentu juga akan diselesaikan staf beliau yang menangani termasuk saya dan para asisten dan kepala dinas," kata Sjafruddin di ruang kerjanya, Rabu ( 9/4).

Permasalah lainnya seperti kondisi jalan poros Sangatta - Bontang yang rusak parah, kata Sjafruddin, penanganannya dilakukan Pemprov Kaltim. "Pak Awang Faroek sudah berkali-kali mengirim surat ke Pemprov Kaltim agar kondisi jalan Sangatta - Bontang atau Sangatta - Simpang Perdau diperhatikan. Sebab jalan ini bukan hanya kepentingan masyarakat Kutim saja. Tapi masyarakat Bulungan dan Berau juga sangat memerlukannya," jelas Sjafruddin.

Lebih lanjut dikatakan, beberapa kegiatan pembangunan di Kutim segera dilaksanakan karena pembahasan anggaran di DPRD sudah selesai. "Jika semua Rencana Kerja Anggaran (RKA) tuntas, semua kegiatan pasti jalan. Sekarang ini aparatur Pemkab Kutim tidak mau ceroboh dan semuanya harus berjalan sesuai aturan. Sehingga kelak tidak berurusan dengan pihak lain yang bisa menyeret kita ke penjara," ujarnya.

Kepada masyarakat, Sjafruddin berharap bisa memilah informasi sehingga tidak menimbulkan fitnah. "Jangan dikira keadaan Kutim tidak dimonitor Pak Awang, meski beliau di luar daerah, persoalan setiap hari saya dan pejabat lainnya selalu melaporkan. Dan semua kebijakan yang diambil atas persetujuan Pak Awang," pungkasnya. (eza)

 

 

 

 

 

Created by IT Tribun Kaltim

Powered by JOOMLA