|
|
| POLLING : PILGUB KALTIM |
|---|
| Salam Kaltim |
|---|
|
Latest Message: 1 hour, 50 minutes ago
You have to login before you can shout! |
| Pengunjung | |||||||||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]()
|
| Tribun Kaltim Terkini |
|---|
|
| Warga Ancam Duduki Pit JWarga Ancam Duduki Pit J |
| Sabtu, 10-05-2008 | 05:18:24 | |
|
SANGATTA, TRIBUN - Perwakilan warga Singa Gembara yang tergabung dalam Tim 14, Rabu (7/5) mendatangi DPRD Kutim menuntut realisasi kesepakatan penanganan dampak peledakan (blasting) Pit J. Tuntutan ini dialamatkan kepada PT KPC dan PT Thiess. Tim 14 meminta Dewan memfasilitasi pertemuan dengan kedua perusahaan ini terkait 10 poin kesepakatan yang ditandatangani 8 Mei 2006 lalu. Jika tidak, warga berniat melakukan aksi penutupan areal tambang Pit J seperti yang dilakukan Februari dan April 2006 silam. Ketua Tim 14, Novel Paembonan dan Sekretaris John Warbetu, menyampaikan kekecewaan warga Singa Gembara yang merasa dipermainkan kedua perusahaan itu. Menurut Novel, selama dua tahun sejak 10 kesepakatan ini ditandatangani, baik PT KPC dan Thiess terkesan tidak serius menjalankan kesepakatan. "Daerah Singa Gembara itu masuk dalam zona ring satu yang berdekatan dengan areal operasional tambang kedua perusahaan ini. Hal ini menimbulkan banyak efek terhadap warga setempat. Selain kerusakan lingkungan, efek lain yang dirasakan adalah dampak blasting yang menyebabkan banyak rumah mengalami kerusakan. Menurut perhitungan tim investigasi independen dari Dinas Pekerjaan Umum (DPU) didapatkan, kerusakan yang dialami untuk 300 rumah senilai Rp 840 juta," terang Novel. Menurut Novel, hingga saat ini, baru beberapa kesepakatan yang direalisaikan PT KPC, namun masih jauh dari yang diharapkan warga Singa Gembara. "Yang sudah direalisasikan 100 persen baru perbaikan jalan dan drainase. Untuk pembangunan 3 lokal SD juga sudah, namun TK-nya belum. Apalagi yang lainnya, belum sama sekali," terangnya. Satu yang paling dipertanyakan warga adalah penyediaan air bersih dan jaringan distribusi di Singa Gembara. "PT KPC memang sudah memasang pipa induk, dan secara swadaya warga juga sudah memasang pipa ke gang-gang. Namun sampai sekarang air belum bisa dialirkan ke semua rumah," ujarnya. Novel menambahkan, warga sudah cukup bersabar menunggu realisasi kesepakatan ini. Jika tidak, lanjutnya, warga siap menutup kembali Pit J. "Februari dan April 2006 lalu sekitar 600 warga Singa Gembara menduduki Pit J selama empat hari. Sekarang warga siap melakukan hal yang sama," ujarnya. Meski demikian, kata Novel, Tim 14 akan melewati jalur damai dengan meminta DPRD Kutim memfasilitasi pertemuan dengan kedua perusahaan tersebut. "Kami sudah bertemu Pak Ardiansyah, Wakil Ketua DPRD Kutim dan beliau akan mengumpulkan Tim 14 dan kedua perusahaan," terang Novel. Sementara, Acting Manager External Relation PT KPC, Hasrul Sani saat dikonfirmasi mengatakan, belum dapat menjelaskan masalah ini. Hasrul mengatakan, dirinya akan meminta kejelasan terlebih dulu kepada pihak yang lebih mengetahui masalah ini.(eza) |
|
|





























