BERITA UTAMA
Headlines Cetak
Tribun Kaltim Terkini
Nasional
Manca Negara
Ekonomi & Bisnis
Olahraga
Hiburan
Iptek & Sains
Kesehatan
Opini
Lipsus
Selamat Pagi
Tajuk
PON Kaltim
Jadwal PON
BERITA DAERAH
Balikpapan
Samarinda
Kukar
Bontang
Kutim
Tarakan
Kubar
PPU
Grogot
KURS IDR BANK BCA
4-Jul-2008 / 08:16 WIB
Kurs Jual Beli
USD 9250.00 9175.00
SGD 6807.30 6726.30
HKD 1187.00 1175.50
GBP 18386.30 18182.30
AUD 8903.35 8794.35
JPY 87.08 85.69
EUR 14548.54 14402.54
SAR 2475.60 2438.60
Berita populer
arsip berita
Login Form





Kata Sandi hilang?
Belum terdaftar? Daftar
Sindikasi
Prakiraan Cuaca
Jakarta:
31°C
1010mb

13 km/h
Balikpapan:
30°C
1009mb

24 km/h
Samarinda:
30°C
1009mb

24 km/h
Warga Bawa Karyawan PDAM Demo ke DPRD
Rabu, 09-04-2008 | 04:00:00
ImageITULAH yel-yel yang disuarakan ratusan warga Sangatta yang berunjuk rasa di depan Kantor Cabang PDAM Sangatta , Selasa (8/4). Sambil membentangkan sejumlah spanduk bertuliskan protes terhadap kinerja PDAM, sejumlah pengunjuk rasa berorasi menuntut agar air PDAM segera dialirkan ke rumah pelanggan. Terhentinya aliran air PDAM hingga kemarin sudah memasuki hari keenam.

Saat pengunjuk rasa berorasi, sejumlah pengunjuk rasa lainnya meminta jajaran manajemen PDAM Sangatta,  termasuk Kepala Cabang PDAM Sangatta Fahmi Junaidi,  untuk keluar kantor guna menemui pengunjuk rasa. Namun, perwakilan pengunjuk rasa, Alim Bahri yang juga menjadi Koordinator Pemuda Kutai Timur (Pekutim) hanya ditemui Ester, Kepala Bagian Umum dan Kepegawaian. Sebab, Kepala PDAM sedang tidak berada di kantor.

Alhasil, unjuk rasa pun berlanjut ke kantor DPRD Kutai Timur. Dengan sedikit memaksa, ratusan pengunjuk rasa meminta seluruh karyawan PDAM untuk ikut serta. Niatan ini pun berhasil. Sejumlah karyawan PDAM dengan menumpang mobil petugas berhasil dibawa ke DPRD. "Kami mau semua karyawan ikut ke kantor Dewan sekarang juga, biar mereka tahu bagaimana penyimpangan yang terjadi di PDAM," kata Alim dengan nada tinggi.

Sesampainya di kantor DPRD, pengunjuk rasa kembali berorasi. "Anggota Dewan yang terhormat, dengar suara kami. Hanya karena PDAM tidak mampu membayar tagihan listrik sebesar Rp 145 juta, warga jadi korban. Mana perhatianmu," kata Alim selalku  koordinator lapangan saat unjuk rasa.

Di luar gedung, pengunjuk rasa disambut anggota Komisi II DPRD, Mahyunadi. "Di Sangatta memang susah mendapatkan air bersih. Kita sama-sama susah, karena saya warga Sangatta juga. Tapi saya salut pada warga yang mau hadir di sini untuk mencari solusi permasalahan air PDAM di sini," ujarnya.

Tak lama, pengunjuk rasa memasuki ruang serba guna untuk berdialog dengan anggota Dewan yang diwakili Ketua DPRD Mujiono, Wakil Ketua Bahrid Buseng dan Ardiansyah dan Ketua Badan Kehormatan (BK) Suardi. Selain anggota Dewan, hadir pula Wakil Bupati Isran Noor dan Kepala PDAM Sangatta Fahmi Junaidi.

"Kami mau hari ini juga air bisa mengalir kembali," kata seorang  pengunjuk rasa dalam forum. Bahkan, pengunjuk rasa siap membayar utang PDAM kepada PLN sebesar Rp 145 juta agar air dapat kembali normal. "Bapak Wakil Bupati dan anggota Dewan yang terhormat, kami siap mengumpulkan Rp 145 juta untuk membayar listrik, yang penting air bisa kembali ngalir, biar kami bisa minum dan masak," kata pengujuk rasa.

Selain itu, pengunjukrasa juga meminta Dewan dan Wabup Isran Noor untuk mengevaluasi kinerja manajemen PDAM. Menurut warga, selama ini PDAM tidak mampu melayani kebutuhan air bersih untuk warga Sangatta.

"Kami minta PDAM dapat meningkatkan pelayanannya kepada masyarakat. Kalau tidak bisa, silakan Pak Fahmi mundur dari pimpinan. Tapi kalau masih sanggup, tolong dong tingkatkan pelayanan kepada warga," kata Alim.

Lebih lanjut pengujuk rasa meminta agar Wabup Isran segera menghubungi Manajer PLN Ranting Sangatta untuk segera menyambungkan listrik ke PDAM.

Menanggapi hal itu, Isran Noor meminta pengunjuk rasa agar lebih tenang. "Di sini kita punya niat untuk menyelesaikan masalah. Jadi mari kita cari solusinya," ujar Isran. Ia mengatakan, secara struktural PLN bukan instansi pemerintah, melainkan BUMN yang berdiri sendiri. "Ini bukan salah PLN juga. Jadi ini sistem administrasi kenegaraan kita yang belum terkoordinasi dengan baik," tambahnya.

Namun, Isran meyakinkan kepada pengunjuk rasa bahwa PLN siang itu juga akan menyambung kembali listrik ke PDAM. "Saya sudah hubungi PLN dan saat ini juga akan segera menyambung kembali listrik ke PDAM," jelasnya.

Isran meminta warga bersabar menunggu pembangunan Instalasi Pengolahan Air (IPA) Kabo yang direncanakan selesai sekitar bulan Juli mendatang.

Tunggu Dana Pemkab

Desakan pengunjuk rasa membuat Kepala Cabang PDAM Sangatta Fahmi Junaidi angkat bicara. Ia membenarkan PDAM belum membayar tagihan listrik selama tiga bulan sebesar Rp 145 juta. "Kami mohon maaf. Memang kami belum membayar tagihan listrik PLN karena dana Pemkab Kutim belum turun," katanya.

Menurutnya,  sebelum menemui pengunjuk rasa kemarin, Fahmi sudah koordinasi dengan Sekkab Kutim. "Tadi pagi (kemarin, red) saya sudah koordinasi dengan Sekkab, dan sudah ada hasilnya. Tapi saya tidak bisa janjikan hari ini," tambahnya.

Namun, kuatnya desakan pengunjuk rasa kepada PDAM membuahkan hasil. Saat itu juga, Fahmi menyakini akan segera memproses penyaluran air ke rumah-rumah pelanggan bila PLN sudah menyambungkan listriknya kembali. "Bila listrik sudah tersambung, detik ini juga air akan mengalir," tandasnya. (eza)


 

 

 

 

 

Created by IT Tribun Kaltim

Powered by JOOMLA