BERITA UTAMA
Headlines Cetak
Tribun Kaltim Terkini
Nasional
Manca Negara
Ekonomi & Bisnis
Olahraga
Hiburan
Iptek & Sains
Kesehatan
Opini
Lipsus
Selamat Pagi
Tajuk
PON Kaltim
Jadwal PON
BERITA DAERAH
Balikpapan
Samarinda
Kukar
Bontang
Kutim
Tarakan
Kubar
PPU
Grogot
KURS IDR BANK BCA
4-Jul-2008 / 15:40 WIB
Kurs Jual Beli
USD 9265.00 9165.00
SGD 6816.35 6717.35
HKD 1189.30 1174.60
GBP 18392.95 18138.95
AUD 8933.50 8800.50
JPY 87.13 85.51
EUR 14561.02 14376.02
SAR 2479.45 2435.45
Berita populer
arsip berita
Login Form





Kata Sandi hilang?
Belum terdaftar? Daftar
Sindikasi
Prakiraan Cuaca
Jakarta:
24°C
1011mb

8 km/h
Balikpapan:
28°C
1010mb

24 km/h
Samarinda:
28°C
1010mb

24 km/h
Warga Pertanyakan Dana Rp 3 M untuk PDAM
Rabu, 09-04-2008 | 04:00:00
SANGATTA, TRIBUN - Warga Sangatta mempertanyakan dana Rp 3 miliar yang diberikan Pemkab Kutai Timur (Kutim) kepada PDAM setiap tahun. Selain itu, warga juga mempertanyakan pengelolaan dana yang didapatkan PDAM dari hasil penjualan air melalui armada mobil tangki. Koordinator Pemuda Kutai Timur (Pekutim), Alim Bahri meminta adanya pembenahan dalam tubuh manajemen PDAM.

"Kami mempertanyakan uang Rp 3 miliar yang diterima PDAM tiap tahun. Dan kami minta DPRD untuk segera mengusut masalah ini," kata Alim, Selasa (8/4). Menurut Alim, selama ini pengelolaan dana APBD di PDAM belum transparan.

"Coba bayangkan, PDAM dapat uang Rp 3 miliar per tahun, kok bayar uang listrik Rp 145 juta saja tidak mampu," keluhnya. Belum lagi, lanjut Alim, selama ini armada mobil tangki PDAM aktif menjual air ke masyarakat Sangatta.

"Sekarang, jika PDAM mengatakan dana Rp 3 miliar untuk mengelola PDAM di Kutim kurang, harusnya minta ditambah dong. Jangan lantas mengorbankan masyarakat dengan alasan dana Rp 3 miliar kurang," tegasnya.

Alim menjelaskan, banyak permasalahan yang terjadi di tubuh PDAM. "Ok, jika hari ini PDAM sudah bisa mengalirkan airnya kembali, bukan berarti masalah di PDAM selesai. Coba lihat, selama ini PDAM hanya mampu mengalirkan air satu kali seminggu. Apa ini normal," katanya.

Dikatakan, manajemen PDAM juga tidak tegas memberi sanksi kepada pelanggan yang tidak membayar. "Bagaimana manajemen PDAM mau dibilang bagus kalau ada pelanggan yang tidak membayar 18 bulan tapi tidak diberi sanksi. Kalau manajemennya sehat, pelanggan yang terlambat bayar harus dikenai sanksi, kalau perlu diputus saluran air ke rumahnya," ujar Alim.

Intinya kata Alim, manajemen PDAM harus membenahi pelayanannya kepada masyarakat. Jika tidak, warga tidak segan-segan menuntut pergantian pimpinan PDAM. "Kami juga minta kepada pejabat di daerah Kutim agar benar-benar memperhatikan nasib rakyat. Jangan menunggu kami bergerak baru mereka ikut bergerak," pungkasnya. (eza)


 

 

 

 

 

Created by IT Tribun Kaltim

Powered by JOOMLA