BERITA UTAMA
Headlines Cetak
Tribun Kaltim Terkini
Nasional
Manca Negara
Ekonomi & Bisnis
Olahraga
Hiburan
Iptek & Sains
Kesehatan
Opini
Lipsus
Selamat Pagi
Tajuk
PON Kaltim
Jadwal PON
BERITA DAERAH
Balikpapan
Samarinda
Kukar
Bontang
Kutim
Tarakan
Kubar
PPU
Grogot
KURS IDR BANK BCA
4-Jul-2008 / 08:16 WIB
Kurs Jual Beli
USD 9250.00 9175.00
SGD 6807.30 6726.30
HKD 1187.00 1175.50
GBP 18386.30 18182.30
AUD 8903.35 8794.35
JPY 87.08 85.69
EUR 14548.54 14402.54
SAR 2475.60 2438.60
Berita populer
arsip berita
Login Form





Kata Sandi hilang?
Belum terdaftar? Daftar
Sindikasi
Prakiraan Cuaca
Jakarta:
32°C
1012mb

13 km/h
Balikpapan:
30°C
1009mb

24 km/h
Samarinda:
30°C
1009mb

24 km/h
Horta Kecam Pejabat Militer RI
Selasa, 08-04-2008 | 04:00:00
DARWIN, TRIBUN - Presiden Timor Leste Jose Ramos-Horta mengecam pejabat-pejabat militer RI. Kecaman itu dilontarkan karena mereka menolak mengaku bertanggung jawab dan meminta maaf atas kekerasan di Timor Leste pada tahun 1999 silam.

Berbicara di Darwin, Australia, Horta mencetuskan, pejabat-pejabat Indonesia gagal melaksanakan tanggung jawab mereka untuk memberikan keamanan sebelum, selama dan setelah referendum Timtim yang diorganisir PBB.

"Meski kami tidak ingin mengungkit masa lalu, meski kami tidak ingin menyalahkan, meski kami tidak ingin siapapun masuk penjara, namun mereka setidaknya harusnya punya keberanian dan rasa malu untuk mengatakan kepada negara mereka dan rakyat Timor bahwa mereka bersalah dan minta maaf, kata Horta.

"Itu akan cukup," imbuh pria yang sedang menjalani terapi penyembuhan di Darwin atas luka tembak yang dialaminya dalam percobaan pembunuhan Februari lalu, seperti dilansir Sydney Morning Herald, Senin (7/4/).

Menurut Horta, pejabat-pejabat RI harusnya mengakui tanggung jawab mereka pada komisi penyelidikan Indonesia-East Timor Commission of Truth and Friendship yang dibentuk tahun 2005. Komisi yang dibentuk oleh pemerintah Timor Leste dan Indonesia itu akan mengirimkan laporannya kepada Horta dan Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono dalam beberapa hari ini.

Komisi itu bertugas menyingkap kebenaran di balik kekerasan yang menewaskan setidaknya 1.500 orang dan merusak sekitar 70 persen infrastruktur Timor Leste dalam kerusuhan 1999 silam. (dtc )

 

 

 

 

 

Created by IT Tribun Kaltim

Powered by JOOMLA