BERITA UTAMA
Headlines Cetak
Tribun Kaltim Terkini
Nasional
Manca Negara
Ekonomi & Bisnis
Olahraga
Hiburan
Iptek & Sains
Kesehatan
Opini
Lipsus
Selamat Pagi
Tajuk
Pilkada Kaltim
BERITA DAERAH
Balikpapan
Samarinda
Kukar
Bontang
Kutim
Tarakan
Kubar
PPU
Grogot
KURS IDR BANK BCA
16-Mei-2008 / 15:38 WIB
Kurs Jual Beli
USD 9330.00 9230.00
SGD 6817.05 6719.05
HKD 1196.95 1182.25
GBP 18216.15 17965.15
AUD 8849.80 8717.80
JPY 89.71 88.04
EUR 14483.20 14300.20
SAR 2496.55 2452.55
Berita populer
arsip berita
Login Form





Kata Sandi hilang?
Belum terdaftar? Daftar
Sindikasi
Horta yang Berlidah Tajam
Senin, 21-04-2008 | 05:18:21

PRESIDEN Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) marah mendengar tudingan Presiden Timor Leste Ramos Horta bahwa Indonesia mendukung gerakan untuk membunuh dirinya. Kemarahan Presiden SBY ini mendapat dukungan publik, baik yang disuarakan anggota DPR maupun rakyat akar rumput.

Publik marah karena merasa Horta seperti tidak tahu terima kasih. Indonesia memberi bantuan keamanan di perbatasan. Dan yang lebih menyakitkan, bisa dibilang Indonesia tidak pernah merecoki Timor Leste. Ibaratnya air susu dibalas air tuba.

Pemerintah Indonesia sudah meminta Horta memberikan bahan bukti yang dapat menguatkan dugaan yang dilontarkan Horta bahwa pemimpin pemberontak Timor Leste, Alfredo Reinado  mendapat dukungan dari elemen di Indonesia.

Kiranya kemarahan Presiden SBY perlu diperlihatkan secara tegas ke Timor Leste supaya ada saling menghormati sebagai negara berdaulat.  Berdasarkan Ketetapan Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia nomor V/MPR/1999 tentang Penentuan Pendapat di Timor Timur (sekarang bernama Timor Leste, red), Pemerintah Indonesia telah mengakui hasil pelaksanaan penentuan pendapat yang diselenggarakan di Timor Timur tanggal 30 Agustus 1999 oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa sesuai dengan persetujuan antara Indonesia dan Portugal mengenai masalah Timor Timur.

Indonesia konsekuen dengan sikap pengakuan kedaulatan itu karena menyadari bahwa jika membuat kekeliruan sedikit saja, bisa menjadi ajang untuk menyerang Indoensia di dunia internasional. Saking hati-hatinya, Indonesia tidak akan pernah mau mengirimkan bantuan yang sifatnya militer. Bantuan hanya diberikan bila terkait dengan kemanusiaan.

Ada kecurigaan, isu keterlibatan Indonesia dimunculkan Horta untuk meraih popularitas internasional lagi. Sebagaimana kita tahu, Horta cukup punya nama di komunitas inernasional. Terbukti dia menerima hadiah Nobel Perdamaian. Horta juga dihormati di Australia, negara tetangga Indonesia.

Kita mengenal Horta sebagai orang yang cerdas dan berlidah tajam. Modal itulah yang membuat Horta mendapat simpati luas di Eropa. Kita berharap Presiden SBY bisa mengimbangi Horta di kancah diplomasi, untuk menunjukkan bahwa Indonesia adalah negara besar. (***)

 

 

 

 

 

Created by IT Tribun Kaltim

Powered by JOOMLA