|
|
| POLLING : PILGUB KALTIM |
|---|
| Salam Kaltim |
|---|
|
Latest Message: 13 hours, 52 minutes ago
You have to login before you can shout! |
| Pengunjung | |||||||||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]()
|
| Tribun Kaltim Terkini |
|---|
|
| Jenderal AS Mundur, Pentagon Bantah Akan Serbu Iran |
| Kamis, 13-03-2008 | 04:00:00 | |
|
WASHINGTON, TRIBUN - Gara-gara berbeda pandangan dengan Presiden George W Bush soal bagaimana menangani nuklir Iran, Laksamana William Fallon, pemimpin Pusat Komando AS di Irak dan Afghanistan mundur.
Pengunduran diri Fallon, Selasa (12/3) atau Rabu (13/3) waktu Indonesia, itu sudah diisyaratkan sebelumnya. Sejumlah media beberapa waktu lalu mengatakan setidaknya ada lima jenderal di lingkungan Pentagon yang akan mundur bila Bush mengotot mengambil pendekatan keras terhadap Iran. Pilihan Fallon itu, memicu kekhawatiran beberapa kalangan bahwa pemerintahan Bush akan benar-benar menyerang Iran yang sampai saat ini masih mempertahankan program nuklirnya. Namun ini buru-buru dibantah Menteri Pertahanan AS Robert Gates. "Seperti saya katakan, anggapan bahwa keputusan (Fallon) itu menunjukkan ada perubahan kebijakan terhadap Iran adalah konyol," kata Gates. Untuk sementara posisi Fallon digantikan wakilnya Letjen Martin Dempsey sampai pengganti Fallon ditunjuk presiden dan disahkan senat. Tokoh yang paling mungkin menggantikan posisi Fallon adalah Jenderal David Petraeus, yang saat ini memimpin pasukan AS di Irak. Petraeus dikenal berbeda pendapat soal kapan seharusnya pasukan AS ditarik dari Irak. Fallon menginginkan penarikan secepatnya, sedangkan Petraeus ingin sebaliknya. Perwira tinggi lain yang berpotensi menduduki kursi kosong Fallon adalah Letjen Peter Chiarelli. Chiarelli saat ini menjabat asisten militer senior Fallon. Ia juga mantan komandan senior di Irak. Fallon dikenal sebagai perwira tinggi yang punya pendekatan diplomatik yang sangat baik, sehingga sangat bisa dipahami bila ia menolak tindakan keras terhadap Iran yang mengembangkan nuklir. Fallon, ketika menjabat komandan armada Pasifik AS, Februari 2006 datang ke Indonesia untuk mendiskusikan pencabutan embargo militer. Waktu itu Fallon berbicara langsung dengan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. (ap/kcm) |
|
|


























