BERITA UTAMA
Headlines Cetak
Tribun Kaltim Terkini
Nasional
Manca Negara
Ekonomi & Bisnis
Olahraga
Hiburan
Iptek & Sains
Kesehatan
Opini
Lipsus
Selamat Pagi
Tajuk
Pilkada Kaltim
BERITA DAERAH
Balikpapan
Samarinda
Kukar
Bontang
Kutim
Tarakan
Kubar
PPU
Grogot
KURS IDR BANK BCA
16-Mei-2008 / 15:38 WIB
Kurs Jual Beli
USD 9330.00 9230.00
SGD 6817.05 6719.05
HKD 1196.95 1182.25
GBP 18216.15 17965.15
AUD 8849.80 8717.80
JPY 89.71 88.04
EUR 14483.20 14300.20
SAR 2496.55 2452.55
Berita populer
arsip berita
Login Form





Kata Sandi hilang?
Belum terdaftar? Daftar
Sindikasi
Pengikut Hillary Kini Dukung Obama
Jumat, 02-05-2008 | 04:00:00
WASHINGTON, TRIBUN -  Ketua Partai Demokrat Joe Andrew, pengikut Bill Clinton memilih berpindah haluan dengan mendukung Barack Obama. Joe berdalih kepindahannya adalah untuk menyembuhkan celah di tubuh partainya dengan bergabung bersama senator Illinois tersebut.

Andrew menjadi Ketua Komite Partai Nasional Demokrat dari tahun 1999-2001. Andrew berencana menggelar konferensi pers Kamis (1/5) di kediamannya di Indianapolis sehingga dapat menarik dukungan untuk kaukus awal Obama Selasa (6/5). Kaukus Selasa mendatang adalah pemilihan paling penting yang tersisa. Selain konferensi pers, Andrew juga menulis surat untuk menjelaskan panjang lebar mengenai keputusannya. Surat tersebut akan dikirimkan kepada anggota superdelegasi yang lain.

"Saya yakin proses kaukus awal ini membawa dampak yang kurang baik terhadap persatuan Partai Demokrat," kata Andrew. Bill Clinton menunjuk Andrew sebagai ketua komite menjelang akhir masa kepemimpinannya. Andrew juga mendukung Hillary pada hari mantan Ibu Negara ini mengumumkan keikutsertaannya bertarung menuju Gedung Putih.  

Dalam suratnya, Andrew mengatakan kepindahannya dikarenakan pilihan terhadap Hillary adalah sebuah proses pemilihan yang berkelanjutan untuk melawan John McCain dari Partai Republik. Menurut Andrew, tim sukses Obama tidak pernah memintanya untuk mengalihkan dukungan tapi ia melakukannya karena menyaksikan bagaimana Obama menangani dua isu terbaru.

Menurutnya, Obama memilih bersikap untuk menolak pajak bensin dalam liburan musim panas meski Hillary dan McCain mendukungnya. Secara politik, lebih mudah mudah bagi Obama untuk ikut mendukung kebijakan tersebut. Ia juga terkesan dengan cara Obama menangani kontroversi seputar mantan pastornya, Jeremiah Wright yang menyatakan Amerika Serikat mengancam pencalonan Obama. Awalnya, Obama memilih untuk mengumumkan mantan pastornya tersebut namun ia kemudian melakukannya sepekan setelah Wright mengusulkan Obama untuk diam-diam menyetujuinya.  

"Ia telah menunjukkan semangatnya dalam menghadapi persoalan," kata Andrew dalam sebuah interview. "Kontroversi Jeremiah Wright dan pajak bensin telah menyakinkan saya bahwa ia adalah kandidat yang tepat untuk partai kita," katanya.  

Keputusan Andrew membuat Obama semakin mendekati posisi Hillary yang memimpin perolehan suara superdelegasi. Hillary mendapat keuntungan dengan banyaknya superdelegasi yang mendukungnya. Kebanyakan superdelegasi tersebut sama halnya dengan Andrew telah berhubungan erat dengan Bill dan mendukung Hillary sejak awal. Tapi, kebanyakan superdelegasi tersebut beralih mendukung Obama akhir-akhir ini setelah Obama memenangkan kaukus di beberapa negara bagian.

Obama kini masih membayangi Hillary dengan perbedaan 19 superdelegasi. Hillary memimpin dengan 263 sementara Obama masih tertinggal dengan hanya 244 superdelegasi. Pekan ini, Obama menambah dukungan delapan superdelegasi sedangkan Hillary hanya bertambah tiga. Superdelegasi berjumlah hampir 800 pemimpin dan pejabat Partai Demokrat yang tidak dibatasi dari negara bagian dan dapat memberikan suaranya untuk kandidat manapun di konvensi nasional. Superdelegasi menjadi penting dalam pemilihan ini setelah baik Hillary maupun Obama tidak dapat mencapai kemenangan mutlak untuk mengamankan posisinya dalam kaukus negara bagian.  (ap/cpk)

Iran Adukan Hillary ke PBB

TEHERAN mengajukan keluhan kepada PBB soal komentar Hillary Clinton pekan lalu mengenai kondisi-kondisi kemungkinan Amerika Serikat menyerang Iran. Bakal calon presiden dari kubu Partai Demokrat itu pekan lalu mengatakan, Amerika Serikat mungkin "melenyapkan total" Iran jika Iran menyerang Israel. Teheran, yang bersikukuh menyatakan program nuklirnya hanya untuk menghasilkan energi, mengecam pernyataannya "provokatif dan tidak bertanggungjawab". Iran menyatakan, pernyataan itu "pelanggaran terang-terangan" Piagam PBB.

Dalam sepucuk surat kepada Sekjen PBB Ban Ki-Moon, Mehdi Danesh-Yazdi, wakil Duta Besar Iran kepada PBB, mengatakan, Hillary Clinton "tak beralasan dan berdasarkan dalih yang keliru dan palsu" mengancam menggunakan kekuatan terhadap Republik Islam Iran". Sang Senator New York melontarkan pernyataan itu dalam wawancara televisi pekan lalu. Saat ditanya bagaimana dia akan menanggapi jika Iran melancarkan serangan nuklir terhadap Israel, Hillary menjawab dengan peringatan terang-terangan.

"Jika saya presiden, kita akan menyerang Iran, kita akan sanggup melenyapkan total mereka," kata dia kepada jaringan TV ABC. "Itu hal yang mengerikan untuk dikatakan, tapi orang-orang yang memerintah Iran perlu menyadari itu, sebab itu mungkin akan menggentarkan mereka agar tidak melakukan sesuatu yang sembrono, bodoh, dan tragis," tambah Hillary.

Iran tengah menghadapai sanksi lebih keras PBB karena menolak menangguhkan pengayaan uraniumnya. Amerika takut Iran tengah mencoba mendapatkan senjata nuklir, dan mungkin menggunakannya untuk menyerang Israel. Namun, Iran menyatakan program nuklirnya hanya untuk pembangkit tenaga nuklir. (bbc)

 

 

 

 

 

Created by IT Tribun Kaltim

Powered by JOOMLA