BERITA UTAMA
Headlines Cetak
Tribun Kaltim Terkini
Nasional
Manca Negara
Ekonomi & Bisnis
Olahraga
Hiburan
Iptek & Sains
Kesehatan
Opini
Lipsus
Selamat Pagi
Tajuk
Pilkada Kaltim
BERITA DAERAH
Balikpapan
Samarinda
Kukar
Bontang
Kutim
Tarakan
Kubar
PPU
Grogot
KURS IDR BANK BCA
16-Mei-2008 / 15:38 WIB
Kurs Jual Beli
USD 9330.00 9230.00
SGD 6817.05 6719.05
HKD 1196.95 1182.25
GBP 18216.15 17965.15
AUD 8849.80 8717.80
JPY 89.71 88.04
EUR 14483.20 14300.20
SAR 2496.55 2452.55
Berita populer
arsip berita
Login Form





Kata Sandi hilang?
Belum terdaftar? Daftar
Sindikasi
Taliban Bunuh Putra Panglima Militer Belanda
Minggu, 20-04-2008 | 04:00:00
KABUL, TRIBUN - Putra Panglima Militer Belanda terbunuh dalam sebuah serangan bom di selatan Afghanistan, Jumat waktu setempat. Serangan ini hanya berselang sehari setelah bom bunuh diri menewaskan 25 orang warga Afghanistan.

Militan Taliban mengaku bertanggung jawab atas kematian Letnan Dennis van Uhm, putra Jenderal Peter van Uhm. Mereka mengatakan serangan ini terkait dengan dirilisnya film Fitna yang dibuat anggota parlemen Belanda, Geert Wilders.

Kematian Dennis hanya berselang sehari setelah ayahnya, Jenderal van Uhm dilantik menjadi Panglima Angkatan Bersenjata Belanda yang baru. Empat tentara Belanda yang baru pulang dari misi pengintaian tiba-tiba saja mendapat serangan ke arah mobil mereka di Provinsi Uruzgan.

Menurut juru bicara kementrian pertahanan Belanda, Jenderal Freek Meulman, dua orang tewas dalam serangan itu. Dua lainnya terluka serius. "Kami mengetahui yang ada dalam kendaraan itu adalah putra dari panglima tentara Belanda," ujar juru bicara Taliban, Yusuf Ahmadi.

Milisi garis keras mengancam untuk terus meningkatkan serangan melawan para tentara Belanda di Afghanistan. Ini terkait dengan penayangan film Fitna di internet yang dibuat Wilders. "Serangan ini adalah bagian dari operasi kami melawan Belanda. Pertama karena mereka mengokupasi negara kami, dan kedua karena adanya penghinaan atas Nabi Muhammad oleh warga Belanda," kata Ahmadi.

Kini ada lebih 1.600 tentara Belanda yang diterjunkan ke Afghanistan sebagai bagian dari operasi NATO yang memimpin Pasukan Keamanan Internasional untuk melawan pemberontakan kaum Taliban. Pemerintah Belanda memutuskan untuk memperpanjang misi mereka hingga 2010.

Dubes Pakistan Diculik

Sementara itu, Duta Besar Pakistan untuk Afghanistan, yang hilang sejak Februari, muncul dalam sebuah rekaman video mengatakan dia disandera oleh Taliban. Pria bersenjata mengelilingi Tariq Azizuddin dalam rekaman yang kemudian disiarkan oleh jaringan televisi Al-Arabiya yang bermarkas di Dubai.

Dia mendesak pemerintah Pakistan untuk memenuhi tuntutan para penyandera. Ini adalah untuk pertama kalinya, dubes tersebut tampak di depan umum sejak hilang ketika sedang dalam perjalanan ke Kabul dari kota Peshawar di Pakistan.

Dalam komentarnya yang diterjemahkan ke dalam bahasa Arab oleh televisi tersebut, dia mengatakan bersama dengan sopir dan pengawalnya diperlakukan dengan baik. "Kami diculik oleh para mujahid dari Taleban. Kami tidak mengalami masalah, tetapi saya mengalami masalah kesehatan seperti tekanan darah tinggi dan gangguan jantung." tambahnya.

Dalam seruannya kepada Duta Besar Pakistan untuk Iran dan Cina, dan juga Departemen Luar Negeri, Azizudin meminta agar pemerintah Pakistan memenuhi tuntutan Taliban. "Saya mendesak mereka untuk berbuat semaksimal mungkin agar saya tetap hidup dan memenuhi tuntutan Taleban secepat mungkin sehingga kami semua bisa kembali ke rumah masing-masing." katanya.

Juru bicara Taliban bulan Februari lalu mengatakan mereka ingin menukar Azizudin dengan seorang komandan Taliban yang ditangkap oleh pasukan keamanan Pakistan. Banyak kawasan di perbatasan antara Afghanistan dan Pakistan merupakan sarang yang kuat bagi militan pro-Taliban, dan ratusan orang diculik dalam beberapa tahun terakhir. Azizuddin, yang mengatakan diculik di propinsi Khyber, sebelumnya sering melakukan perjalanan ke Kabul lewat darat, kadang tanpa pengawal keamanan sama sekali. (dtc/ti/afp)

 

 

 

 

 

Created by IT Tribun Kaltim

Powered by JOOMLA