| Iklan baris Online | |
|---|---|
|
|
|
|
| POLLING : PILGUB KALTIM |
|---|
| Salam Kaltim |
|---|
|
Latest Message: 1 day, 3 hours ago
You have to login before you can shout! |
| Pengunjung | |||||||||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]()
|
| Prakiraan Cuaca | |||||||||||||||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
|
|||||||||||||||||||||
| Data Pengujung |
|---|
|
IP 38.103.63.17 Browser Operating System |
| Tribun Kaltim Terkini |
|---|
|
| SMS 'Santet' Bikin Heboh |
| Sabtu, 10-05-2008 | 05:18:24 | |
|
JAKARTA, TRIBUN--Beberapa hari ini, pesan singkat (SMS) 'santet' beredar melalui telepon seluler. Isu santet lewat ponsel itu ramai menjadi bahan pembicaraan. Beberapa daerah 'diserang' isu nyeleneh. Kini, sejumlah pihak ikut terpancing memberi komentar, menenangkan masyarakat agar tak terprovokosi hal-hal tak rasional. Majelis Ulama Indonesia (MUI) ikut angkat suara dengan fatwanya. Masyarakat diminta tidak terjebak ke wilayah kesyirikan. Isinya SMS itu berbunyi: "Info: kalau ada no hp 0866, 0666, 9846xxx atau nomor hp warna merah yang menelepon jangan diangkat. Di Jakarta, Batam dan Bengkalis ada yang mati gara-gara menerima telpon tersebut. Katanya lagi uji ilmu hitam". Anggota Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI) Heru Sutadi menduga ada praktek persaingan bisnis tidak sehat. "SMS ini bisa jadi bukan promosi untuk operator telepon seluler dimaksud, tapi sebaliknya persaingan yang tidak sehat. Sebab masyarakat yang percaya akan berpikir wah... tidak mau menggunakan nomor itu. Nah di sini kami menengarai ada persaingan bisnis yang tidak sehat. Kami masih menunggu dampaknya, kalau memang besar akan kami selidiki," ujar Heru Sutadi kepada Persda Network, Jumat (9/5). Nomor kode 0866 dan 0666 disebut-sebut merupakan nomor awal ponsel dari satu operator GSM pendatang baru yang gencar promosi dengan tarif murah. Ada pun nomor 9846xxx adalah operator ponsel swasta bertarif murah dan juga gencar promosi dengan teknologi Code division multiple access (CDMA). Sebenarnya, kata Heru, persoalan SMS bernada santet itu bukanlah ranah yang wajib diurusi BRTI. Namun karena meresahkan masyarakat, BRTI punya tanggung jawab moral memberi penjelasan. Secara teknologi, SMS atau telepon melalui telepon seluler tidak mengandung unsur mistik. "Telepon seluler ini tekhnologi canggih yang masuk logika, bukan hal-hal yang di luar akal. Mungkin pengirimnya bercanda saja. Jadi saya minta masyarakat jangan resah," pinta Heru Sutadi. Direktur Jenderal Pos dan Telekomunikasi Departemen Komunikasi dan Informasi Perhubungan Basuki Yusuf Iskandar menyampaikan pendapat senada. "Saya sendiri tidak percaya informasi yang disampaikan melalui SMS itu. Tidak benar menurut saya, jadi masyarakat tidak perlu resah," ujar Basuki. Agar masyarakat tidak semakin resah dan panik, semua pihak diminta justru tidak membuat isu SMS tersebut menjadi heboh. Caranya, jangan dikirim ke orang lain. Dengan tidak mengirimkan kepada orang lain, berarti masyarakat menganggapnya bukan sesuatu yang sungguh-sungguh. Dan cara itu sekaligus merupakan pembelajaran buat masyarakat. "Tidak perlu ditanggapi serius, dan pemerintah tidak akan mengambil sikap serius untuk mengatasinya. Kalau pemerintah sampai serius, orang yang iseng tadi akan kesenangan," ujar Basuki sembari berharap media pun tidak ikut mem-blow-up informasi ini. Namun, dalam dunia supranatural, hal yang dianggap mustahil bisa dianggap wajar. Termasuk santet lewat SMS. Paranormal Mbah Lim, termasuk sosok yang percaya dengan hal itu. membenarkan adanya itu. "Dalam dunia alam gaib dan supranatural, teror santet lewat ponsel jelas ada," ujar Mbah Lim di Jakarta, Kamis (8/5). Mbah Lim yang di kartu namanya tertulis nama Prof Dr Limbad SH mengatakan, bentuk seperti santet lewat ponsel itu ada dua macam. Pertama, adalah orang yang tengah belajar ilmu hitam dan ditugaskan oleh gurunya. "Misalnya kalau ingin sukses belajar ilmunya, harus bisa menjalankan apa yang diperintahkan gurunya. Seperti harus bisa menggendam, menghipnotis, atau menyantet lewat hp, bukan hanya lewat sms tapi juga telepon. Kalau sms yang telah dimantrakan itu sampai orang yang diincar meninggal berarti berhasil dan sebaliknya," lanjut dia. Adapun praktik kedua, lanjut Mbah Lim, santet lewat ponsel bisa jadi dilakukan oleh roh gentayangan. "Mungkin karena dendam pada orang, misalnya diputus cinta melalui hp, lalu bergentayangan melalui hp," sambung dia. Lalu, bagaimana cara untuk menangkal teror sms seperti itu? Kuncinya, kata dia, jangan takut atau percaya dengan hal-hal seperti itu. "Yang penting jangan disugesti. Kalau ada SMS seperti itu terus tiba-tiba kita merasa takut lalu pikiran kosong, itu yang bisa kena. Intinya, jangan takut. Takutlah kepada Allah, seseram apapun SMS-nya kalau kita sudah belajar sugesti sama Allah, nggak bakal apa- apa," saran Mbah Lim. (Persda Network/amb/had) |
|
|




























