BERITA UTAMA
Headlines Cetak
Tribun Kaltim Terkini
Nasional
Manca Negara
Ekonomi & Bisnis
Olahraga
Hiburan
Iptek & Sains
Kesehatan
Opini
Lipsus
Selamat Pagi
Tajuk
Pilkada Kaltim
BERITA DAERAH
Balikpapan
Samarinda
Kukar
Bontang
Kutim
Tarakan
Kubar
PPU
Grogot
KURS IDR BANK BCA
16-Mei-2008 / 15:38 WIB
Kurs Jual Beli
USD 9330.00 9230.00
SGD 6817.05 6719.05
HKD 1196.95 1182.25
GBP 18216.15 17965.15
AUD 8849.80 8717.80
JPY 89.71 88.04
EUR 14483.20 14300.20
SAR 2496.55 2452.55
Berita populer
arsip berita
Login Form





Kata Sandi hilang?
Belum terdaftar? Daftar
Sindikasi
Bulan Madu Umroh Bersama
Kamis, 08-05-2008 | 05:17:21

PERNIKAHAN Diana Abbas Thalib-Hidayat Nur Wahid tinggal berlangsung Minggu 11 Mei 2008, di Sasono Langgeng Budoyo, Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta. Menjelang hari pernikahan Diana memang terlihat lebih sibuk dari biasanya. Selain masih mengurusi  RS Bunda Aliyah, ia mulai kebanjiran tamu dari keluarga deka. Untuk mempersiapkan pernikahan ia sampai tidak memiliki waktu. "Saat ini malah hanya bisa tidur malam dua jam saja," ungkap Diana.

Dan karena waktu serta kesibukan Diana juga Hidayat, pasangan ini jarang berkomunikasi atau sekedar mengirimkan SMS (Short Message Service). Menurut Diana, jika dirinya mengirim SMS, maka pesan elektrik ini tidak bisa langsung terbaca tapi ter-pending hingga lima jam. Begitu juga sebaliknya.

Demi efisiensi, seluruh persiapan pernikahan dipercayakan pada Wedding Organiser (EO) yang telah dipilih dan dipercaya oleh Hidayat. Untuk konsep pernikahan, mereka tidak menggunakan salah satu adat tertentu tapi menggunakan konsep nasionalis religius. Untuk konsep busana pengantin, Diana akan mengenakan busana muslim sesuai Syari'at Islam.

Untuk jumlah undangan yang akan menghadiri acara pernikahannya. Diana belum bisa memastikan, karena sejauh ini dirinya berharap jika pernikahannya ini tidak perlu besar-besaran karena bukan pernikahan pertama. Namun tetap memprioritaskan undangan dari pihak calon suami.

"Maunya konsep yang sederhana, tapi mengingat kedudukan Mas Hidayat ya sederhananya tetap jumlahnya jadi tidak sedikit," ujarnya sembari tersenyum.

Meskipun ini bukan pernikahan pertama bagi pasangan ini, tapi Diana berharap dirinya dan suami bisa melaksanakan bulan madu dengan pergi umroh bersama.

Setelah menikah Diana memastikan ia dan anak semata wayangnya Nizar Muhammad akan bergabung dengan Hidayat dan keempat anaknya untuk tinggal bersama. Menurutnya, menikah tidak hanya menyatukan pasangan tapi juga anak untuk menjadi keluarga besar, agar segala sesuatu akan menjadi satu dalam susah maupun senang.

"Selama Mas Hidayat masih menjabat, saya pikir memang tinggal di rumah dinas dulu dengan alasan tertentu. Karena juga lokasinya dekat dengan kerjaan beliau, selain itu sudah disiapkan rumah dinas mubazir jika tidak digunakan," jelas dr. Diana.

Disinggung apa yang membuat perempuan keibuan ini akhirnya menerima pinangan Hidayat Nur Wahid, Diana mengaku bahwa kebaikan, kesabaran yang terpancar dari calon suami membuatnya berkeyakinan kelak Hidayat bisa membawanya menjadi lebih baik. Tidak ada alasan baginya untuk menolak mantan Presiden Partai Keadilan Sosial (PKS) ini.

"Meskipun saya juga ingin seperti wanita pada umumnya, bisa memiliki suami sepenuhnya. Tapi saya sadar suami saya ini milik orang banyak, mungkin adapatasi yang cukup besar yang harus saya siapkan. Mudah-mudahan saya mampu dan bisa mengerti keadaanya," ujar  Diana.

Berbicara kemungkinan apakah mereka berdua akan menambah anak, Diana tidak memberikan jawaban pasti namun dirinya hanya menyerahkan pada Yang Maha Kuasa.

"Untuk tambah anak kita serahkan ke Allah, doakan saja," ujarnya tersenyum.  (persda network/katharina siswi w)

 

 

 

 

 

Created by IT Tribun Kaltim

Powered by JOOMLA