| Iklan baris Online | |
|---|---|
|
|
|
|
| POLLING : PILGUB KALTIM |
|---|
| Salam Kaltim |
|---|
|
Latest Message: 1 day, 4 hours ago
You have to login before you can shout! |
| Pengunjung | |||||||||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]()
|
| Prakiraan Cuaca | |||||||||||||||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
|
|||||||||||||||||||||
| Data Pengujung |
|---|
|
IP 38.103.63.17 Browser Operating System |
| Tribun Kaltim Terkini |
|---|
|
| Dihiasi 1 Ton Bunga |
| Kamis, 08-05-2008 | 05:17:21 | |
|
YOGYA, TRIBUN - Sekitar satu ton bunga disiapkan untuk pernikahan putri ketiga Raja Yogyakarta Sri Sultan Hamengku Buwono X. Ribuan tangkai bunga impor dan lokal dari Indonesia itu akan dipakai menghias berbagai tempat untuk pernikahan Gusti Raden Ajeng (GRAj) Nurkamnari Dewi dengan Yun Prasetyo Hadi. Berbagai jenis bunga hias terus berdatangan di Kraton Yogyakarta sejak 4 Mei 2008. Aneka bunga itu ditempatkan di salah satu ruangan di dekat kompleks Kestarian kraton. Bunga-bunga itu akan menjadi hiasan dekorasi acara mantu putri ketiga Sultan yang berlangsung pada 8-9 Mei 2008. Meryz dari Emerys-Zinnia Florist kepada wartawan, Rabu (7/5/2008) mengatakan 1 ton bunga hias itu didatangkan dari beberapa perkebunan bunga di Jawa Barat dan impor dari Belanda. Bunga impor itu diantaranya mawar putih, lily, baby brace, anyelir, dan sedap malam. Sedang bunga lokal diantaranya anggrek bulan, anthurium, daun pillo, daun pakis, daun parikesit, dan daun walisongo. Menurut dia, bunga-bunga sebanyak 1 ton itu akan dipakai untuk menghias di kompleks keputren atau tempat calon mempelai wanita, kompleks kestraian tempat calon mempelai pria, Bangsal Manis, Bangsal Proboyekso, dan tempat-tempat lain yang dipakai untuk resepsi pernikahan. "Khusus daun walisongo akan kita tempatkan di centerpiece yakni meja khusus tamu-tamu VVIP. Di Bangsal manis juga akan kita tempatkan rangkaian dekorasi dengan bahan bumbu-bumbu dapur," kata Merys. Menurutnya, jumlah pegawai yang bertugas membuat dekorasi pernikahan sekitar 100-an. Mereka bekerja siang hingga malam hari, agar sebelum hari-H sudah selesai. Saat ini sebagian sudah dipasang di beberapa tempat yang akan digunakan untuk prosesi. "Sebelum acara siraman semua harus selesai. Saat ini sudah 60 persen selesai. Bunga yang sudah jadi kita simpan ditempat yang sejuk di ruang ber-AC, sedang untuk bunga anggrek akan disirami air sehari 3 kali," katanya. Gladi Resik Istri Sri Sultan Hamengku Buwono X, Gusti Kanjeng Ratu (GKR) Hemas bersama adik-adik Sultan memimpin acara gladi resik pernikahan putri ketiganya, Gusti Raden Ajeng (GRAj) Nurkamnari Dewi. Gladi resik yang dilakukan diantaranya pelaksanaan acara panggih (temu) mempelai antara Gusti Raden Ajeng (GRAj) Nurkamnari Dewi dengan Yun Prasetyo Hadi yang bergelar KRT Purbodiningrat. Acara panggih yang digelar pada hari Jumat 9 Mei pukul 09.00 WIB akan dihadiri oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono beserta istri, mantan Presiden BJ Habibie dan sejumlah tamu VVIP lainnya. Acara gladi resik hari ini, Rabu (7/5) dipimpin langsung GKR Hemas dibantu adik Sultan, KGPH Hadiwinoto dan GBPH Joyokusumo. Selan itu kakak sulung calon mempelai putri, GKR Pembayun bersama suami KPH Wironegoro turut serta mendampingi kedua calon mempelai. Gladi resik dimulai dengan datangnya calon mempelai pria didampingi KPH Wironegoro bersama rombongan yang langsung disambut KGPH Hadiwinoto. Acara adat Kraton Yogyakarta secara lengkap itu dilanjutkan dengan dipertemukannya kedua dihadapan Sultan HB X dan GKR Hemas serta tamu undangan. Meski baru acara gladi resik, kedua calon mempelai tampak kikuk. Namun setelah dilakukan beberapa kali ulangan dibantu panitia yang bertugas, akhirnya berjalan lancar. Bahkan GKR Hemas maupun KGPH Hadiwinoto sempat mengajak bercanda keduanya agar tidak grogi. Sebab kedua sudah lama kenal bukan seperti adat dahulu karena kedua calon tidak saling mengenal dan baru kenal saat akan dipertemukan. Adik Sultan, GBPH Joyokusumo mengatakan ada beberapa bagian acara adat yang tertutup sehingga wartawan tidak diperkenankan meliput kecuali panitia yang bertugas. Beberapa acara itu diantaranya ijab kabul yang dilakukan langsung oleh Sultan kepada Yun Prasetyo Hadi di Masjid Panepen, acara siraman putri dan kakung/pria, acara tantingan, acara tampa kaya, dan dhahar klimah. "Ini kami lakukan demi kekhidmatan acara. Sedang acara panggih yang akan dihadiri Presiden terbuka dan dapat disaksikan," katanya. (dtc ) |
|
|




























