BERITA UTAMA
Headlines Cetak
Tribun Kaltim Terkini
Nasional
Manca Negara
Ekonomi & Bisnis
Olahraga
Hiburan
Iptek & Sains
Kesehatan
Opini
Lipsus
Selamat Pagi
Tajuk
PON Kaltim
Jadwal PON
BERITA DAERAH
Balikpapan
Samarinda
Kukar
Bontang
Kutim
Tarakan
Kubar
PPU
Grogot
KURS IDR BANK BCA
4-Jul-2008 / 08:16 WIB
Kurs Jual Beli
USD 9250.00 9175.00
SGD 6807.30 6726.30
HKD 1187.00 1175.50
GBP 18386.30 18182.30
AUD 8903.35 8794.35
JPY 87.08 85.69
EUR 14548.54 14402.54
SAR 2475.60 2438.60
Berita populer
arsip berita
Login Form





Kata Sandi hilang?
Belum terdaftar? Daftar
Sindikasi
Prakiraan Cuaca
Jakarta:
32°C
1012mb

13 km/h
Balikpapan:
30°C
1009mb

24 km/h
Samarinda:
30°C
1009mb

24 km/h
Gus Dur Usir Utusan Muhaimin
Minggu, 04-05-2008 | 05:12:11

JAKARTA, TRIBUN - Ketua Umum Dewan Syuro DPP PKB KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) menolak menemui para kiai yang diutus Muhaimin Iskandar untuk bertemu dirinya pada Jumat (2/5) malam. Gus Dur dalam jumpa pers di Kantor PBNU, Sabtu (3/5) tegas menyatakan kepada para wartawan, juga menolak tawaran islah yang diinginkan kubu Muhaimin Iskandar alias Cak Imin.

"Tidak ada komromi, kok malah islah? Semua sudah jelas yang salah dan yang benar.Apa yang dilakukan di Ancol itu melanggar AD/ART dan  tidak legitimat. Yang berhak melaksanakan muktamar adalah dewan syuro dan kita sudah melaksanakannya di Parung (Bogor)," kata Gus Dur dengan nada meninggi.

Pertemuan dengan para kiai, utusan Muhaimin  berlangsung singkat di Kantor PBNU. Salah seorang staf Gus Dur menjelaskan, KH Azis Mansyur dan beberapa kiai lainnya sempat dibentak Gus Dur dan tak lama kemudian, meninggalkan kantor PBNU yang terletak di Jalan Kramat Raya, Jakarta Pusat ini.

Gus Dur juga secara tegas akan memberikan sanksi kepada kader PKB yang ikut dalam MLB kubu Muhaimin. Namun, sangsi apa yang akan dijatuhkan Gus Dur kan membahasnya dalam rapat yang disiratkan, dilakukan melalui voting, sama seperti keputusan menonaktifkan Muhaimin Iskandar sebagai Ketua Umum Dewan Tanfidz DPP PKB yang kini posisinya sudah digantikan oleh Ali Masykur Musa.

Dari kubu Muhaimin Iskandar diketahui, para kader PKB yang awalanya ikut MLB PKB kubu Gus Dur adalah DPW Sulawesi Utara, Sumatera Utara serta DPW PKB Provinsi Nangroe Aceh Darussalam (NAD). Sementara perwakilan 20 DPW lainnya adalah perwakilan dari  Karo, Asahan, Tapanuli Selatan, Tapanuli Utara, Toba Samosir dan Pematang Siantar.

Termasuk perwakilan PKB di  Mandailing Natal, Padang Sidampuan, Minahasa, Talaut, Sragen, Deli Serdang, Binjai, Banda Aceh, Aceh Barat, Aceh Utara, Aceh Timur, Aceh Barat Daya, Aceh Tenggara, serta Sabang.

Sementara itu, tujuh kiai utusan peserta MLB PKB kubu Muhaimin  yang ditolak kedatangannya oleh Gus Dur adalah KH Abdul Azis Mansyur (Jombang), KH Abdul Salam Mudjib (Sidoarjo),

KH Muqarrabin (Ngawi), KH Masridham Thoha (Surabaya),  Syech Hubaib (Palu), KH Lukman Hakim (Pacitan), serta KH Mas Yazid (Sidogiri). KH Abdul Mansyur sebagai juru bicara dalam penjelasannya membantah telah diusir Gus Dur.

"Tidak ada itu (pengusiran) dan Alhamdulillah bisa  masuk dengan baik dan  diterima dengan baik, salaman juga dilakukan dengan baik. Kalau ada berita diusir-usir lalu dibentak, itu  memang ada. Sedikit membentak-bentak. Tapi yang dibentak-bentak bukan kami, tapi cerita-cerita yang sudah diceritakan tentang Muhaimin," kata Azis Mansyur.

Azis menjelaskan, sebenarnya para kiai-kiai PKB sampai saat ini masih ingin mempertahankan Gus Dur sebagai Ketua Umum Dewan Syuro bersanding dengan Muhaimin Iskandar sebagai Ketua Umum Dewan Tanfidz DPP PKB. Akan tetapi, keinginan itu tergantung dari sikap para muktamirin yang hadir pada MLB di Hotel Mercure, Ancol.

"Kami sebetulnya ingin tetap mempertahankan duet Muhaimin  dan Gus Dur sampai 2010. Akan tetapi kalau beliau (Gus Dur red) tidak mau ya jangan dipaksa. Kalau saya diminta (menggantikan Gus Dur) ya saya bersedia. Kesediaan saya itu, ya sama juga dengan ketidak kesediaan saya," tukas KH Azis  Mansyur.

Gus Dur yang dimintai tanggapannya kemungkinan akan diganti oleh kubu Muhaimin sebagai Ketua Umum Dewan Syuro, menyatakan MLB PKB yang diselenggarakan di Ancol (kubu Muhaimin Iskandar red) tidaklah sah. "Tidak akan ada kompromi. Kalau itu urusan pribadi, saya dilengserkan, monggo" tukas Gus Dur. (persda network/yat)  

 

 

 

 

 

Created by IT Tribun Kaltim

Powered by JOOMLA