| Iklan baris Online | |
|---|---|
|
|
|
|
| POLLING : PILGUB KALTIM |
|---|
| Salam Kaltim |
|---|
|
Latest Message: 1 day, 16 hours ago
You have to login before you can shout! |
| Pengunjung | |||||||||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]()
|
| Prakiraan Cuaca | |||||||||||||||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
|
|||||||||||||||||||||
| Data Pengujung |
|---|
|
IP 38.103.63.17 Browser Operating System |
| Tribun Kaltim Terkini |
|---|
|
| JB Soemarlin Terpaksa Naik Truk |
| Jumat, 09-05-2008 | 05:13:25 | |
|
Air pasang menjebol tanggul di Km 26 dan Km 27, sekitar pukul 03.00 WIB. Akibanya, badan jalan tol tergenang hingga ketinggian satu meter. Arus lalu-lintas baru berjalan normal menjelang petang. "Sore ini tol sudah normal. Semua jenis kendaraan sejak pukul 17.39 WIB sudah bisa melintas di tol ini," kata Wakil Kepala Satuan Polisi Jalan Raya (PJR) Polda Metro Jaya Kompol Supriyanto. Menjelang petang, genangan air di Tol Sediyatmo semakin surut. Di jalur paling kiri, genangan di Km 26 tinggal 10-15 cm. Kejadian ini merupakan kali kedua. Sebelumnya, 1 Februari silam, Bandara Soekarno-Hatta ditutup lima jam karena jalan tol yang sama digenangi air hujan. Ketika itu cuaca sanat buruk dengan jarak pandang kurang dari 600 meter dan sangat berisiko pada penerbangan. Menurut Anton, warga Jalan Lingkar Luar Barat, Cengkareng yang rumahnya tak jauh dari lokasi banjir mengatakan, air telah menggenangi jalan tol sejak Kamis (8/5) dini hari pukul 03.00 WIB."Jam segitu tak ada kendaraan yang lewat." Petugas Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Jakarta yang mengaku sudah tiba di lokasi banjir bersama sejumlah rekannya sekitar pukul 03.00 WIB, sibuk memompa air dengan menggunakan mesin pompa. "Tinggi air sekitar satu meter, dan arusnya sangat deras. Kami hanya bisa pompa air dari pinggir karena bagian tengah terlalu dalam," katanya. Genangan air praktis memutuskan arus lalu lintas. Truk-truk besar milik TNI Korps Marinir dan Korps Brimob Polri diterjunkan ke lapangan untuk mengevakuasi penumpang. Gara-gara jalan tol terputus, para penumpang pesawat banyak yang terlambat tiba di bandara. Sebagian penumpang terpaksa ditinggal pesawat. Bahkan ada 32 penerbangan dinyatakan delay (ditunda) untuk menunggu para penumpang. "Sebanyak 32 penerbangan menurut laporan yang kami terima mengalami keterlambatan," kata Kepala Cabang Bandara Soekarno-Hatta, Haryanto. Kepala Humas PT Angkasan Pura (AP) II Trisno Heryadi mengakui, beberapa penerbangan sempat tertunda, karena banyak penumpang yang datang terlambat. "Tapi, secara umum pelayanan masih berjalan normal. Hanya sedikit ada keterlambatan," katanya Trisno. Mantan Menteri Keuangan JB Soemarlin yang hendak berangkat ke Yogjakarta via Bandara Cengkareng, terpaksa turun dari mobil pribadinya. Lelaki itu kemudian naik truk Brimob yang disiagakan, bersama sejumlah calon penumpang pesawat lainnya. Soemarlin berniat menghadiri acara pernikahan Putri Sri Sultan Hamengkubowo X yang digelar Jumat (9/5) hari ini. Sultan menikahkan putri nomor tiga, Gusti Raden Ajeng (GRAj) Nurkamnari Dewi (30), dengan Yun Prasetyo (32) siang hari ini. Malamnya akan dilangsungkan resepsi pernikahan di Bangsal Proboyeksa, Keraton Yogyakarta. Sebanyak 2.500 undangan, termasuk pejabat tinggi negara diperkirakan akan hadir dalam resepsi pernikahan, ini termasuk Soemarlin. Akan tetapi, karena mobilnya tak bisa melewati banjir, Soemarlin tanpa malu-malu akhirnya berbaur bersama calon penumpang lainnya dan terpaksa naik truk milik Brimob. "Tak apa-apa kok naik truk. Terpenting sampai. Saya baru tahu tol banjir ya ketika tiba di sini," jelasnya. Tak hanya Soemarlin. Ellya Natagawa, calon penumpang pesawat yang hendak pergi ke Yogjakarta terpaksa memilih jalan alternatif yang ditempuh selama empat jam, dari rumahnya di Cipete ke Bandara Soetta. Dalam kondisi normal, jarak itu cukup ditempuh satu setengah jam. "Pokoknya jalan itu macet total dan semua orang melewati jalur alternatif via Tangerang," katanya kepada Persda Network. Pesawat Lion Air sendiri yang seharusnya take off pukul 15.30 WIB, baru bisa terbang pukul 17.00 WIB, karena kekacauan embarkasi penumpang. Pantauan Persda Network, tanggul pembatas tol jebol sekitar empat meter. Tanggul setinggi kurang lebih 1,5 meter terbuat dari campuran semen dan pasir, tak sanggup menahan derasnya air pasang laut. Penopang tanggul menggunakan batang-batang bambu. Tanggul baru dapat dibenahi pukul 13.30 WIB. Perlahan-lahan air di badan jalan semakin dangkal setelah disedot belasan mesin pompa. Air laut tak langsung masuk ke jalur tol, melainkan terlebih dulu melalui tambak ikan yang terhampar luas di luar jalan tol. Namun tanggul dari tanah tambak tersebut juga tak mampu menahan air pasang dan ikut jebol. Menjelang sore, tanggul dapat diperbaiki menggunakan tumpukan pasir dan bambu yang ditanam ke dalam tanah dan untuk sementara mengurangi air yang tergenang di dalam tol. Akibat tambak yang jebol tersebut mengakibatkan ikan-ikan bandeng mati dan terlihat di pinggiran jalan tol. Sopir Taksi Panen PUTUSNYA akses jalan tol ke Bandara Soekarno-Hatta sejak Kamis dini hari, mendatangkan rezeki tersendiri bagi para sopir taksi. Para calon penumpang bus DAMRI yang harap-harap cemas apakah bus yang ditumpanginya bakal bisa sampai di bandara, menjadi sasaran empuk para sopir taksi yang mangkal di pool Damri Blok M. "Macet Mbak. Enggak bakal sampai. Jalan masih terendam air. Naik taksi saja, nanti bisa lewat pintu belakang. Ini busnya saja belum sampai disini, masih terjebak macet," kata seorang sopir taksi merayu calon penumpangnya. Untuk menarik minat calon penumpang, para sopir taksi menawarkan tarif kreatif. Tarif taksi tidak lagi menggunakan argo, melainkan tarif borongan. Setiap orang ditarik Rp 50 ribu sampai Rp 60 ribu. Bahkan, satu taksi diisi sampai empat orang. "Dengan tarif ini kan tidak terlalu memberatkan calon penumpang. Tapi juga tidak merugikan kita. Kita untung, calon penumpang juga untung. Tarif argo biasanya sampai bandara itu dari sini sekitar Rp 60-an sampai Rp 80-an ribu. Kalau begini kan bisa ramairamai," jelas Haryanto, salah satu sopir taksi. Sampai siang, bus Damri dari Blok M ke bandara banyak terjebak macet, sehingga terlambat balik lagi ke Blok M. Para penumpang terpaksa menunggu dengan harap-harap cemas. Namun sebagian lagi ada yang memilih mengambil tarif kreatif yang ditawarkan para sopir taksi. NAFAS Ryanto (35), tersengal-sengal. Eksekutif muda yang berkantor di Kuningan, Pusat Bisnis Jakarta ini, baru saja menaiki truk pengangkut bahan bangunan. "Duh, capek," katanya singkat kepada Persda. Dengan pakaian perlente, plus sepatu hitam mengkilat, lelaki yang mengaku asisten manajer di sebuah perusahaan ekspor-impor, berusaha menutupi wajahnya dari sengatan matahari. Setelah itu dia memperbaiki tempat duduknya di atas tumpukan triplek. Dari balik tas jinjing hitam yang dia bawa dikeluarkan sapu tangan merah nan harum. "Tadi itu teman-teman saya," katanya sambil menunjuk dua temannya, seorang lelaki dan perempuan yang baru mengantarnya dengan mobil sedan hitam. "Ya... beginilah, naik apa saja ndak ada masalah asal sampai. Tadi pakai mobil itu... tapi ndak bisa lewat," kata Ryan yang kemarin hendak ke Medan. Ryan merupakan satu diantara sejumlah penumpang yang terpaksa naik truk agar bisa tiba tepat waktu di bandara. Maklum, hanya truk dan sejenisnya yang mampu melewati Tol Soedyatmo di KM 25-27 yang tergenang banjir setinggi kurang lebih 80 centimeter. Banjir yang menggenangi Tol Sedyatmo Jakarta membuat sejumlah kendaraan, kecuali truk besar tak mampu melewati genangan setinggi kurang lebih satu meter. Akibat banjir, terjadi penumpukan kendaraan di pintu masuk tol. Demikian pula arah sebaliknya dari bandara menuju Jakarta juga terjadi penumpukan kendaraan. Sejumlah jalur jalan alternatif lewat Tangerang, juga terjadi kemacetan yang luar biasa. Kemarin sejumlah truk milik Brimob dan TNI diperbantukan untuk membantu penumpang, menyeberangi banjir. Suasana di atas truk tampak bersahaja karena mengangkut semua lapisan masyarakat baik pejabat, pengusaha, pegawai kantoran, dan lainnya sebagainya. Di badan truk-truk terpampang tulisan, "Tidak Pungut Bayaran". Banjir di ruas tol tak hanya merugikan pemilik maskapai dan penumpang, tetapi juga pemilik tambak ikan yang berada di seberang jalan tol. Air pasang yang mengakibatkan banjir membuat tambak ikan di tempat tersebut harus kehilangan ikan bandeng. Pantauan Persda, sejumlah ikan bandeng tergeletak mati di pinggiran jalan tol. Ikan yang lumayan besar tersebut terbawa arus banjir. Selain itu, banjir juga menyebabkan kemacetan luar biasa di sejumlah ruas jalan alternatif menuju bandara seperti di Jalan Daan Mogot dari arah Tangerang Banten. (Persda Network/ewa/aco/ugi/amb) |
|
|





























JAKARTA - Para calon penumpang pesawat baik untuk tujuan domestik maupun internasional yang hendak menuju ke Bandara Soekarno-Hatta, Jakarta, panik. Akses Jalan Tol Sedyatmo yang menghubungkan Kota Jakarta dan sekitarnya ke Bandara Cengkareng, Banten, terputus sekitar 15 jam, Kamis (8/5).