|
|
| POLLING : PILGUB KALTIM |
|---|
| Salam Kaltim |
|---|
|
Latest Message: 13 hours, 46 minutes ago
You have to login before you can shout! |
| Pengunjung | |||||||||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]()
|
| Tribun Kaltim Terkini |
|---|
|
| Pilot Adam Air Melamar ke Maskapai Lain |
| Senin, 31-03-2008 | 05:12:25 | |
|
JAKARTA, TRIBUN - Tidak mendapatkan kejelasan mengenai nasibnya, pilot-pilot di AdamAir kini sudah mulai mencari alternatif untuk menjadi pengemudi pesawat di maskapai lain. Ada yang melamar di maskapai nasional, ada juga melamar ke maskapai luar negeri. Salah satu pilot AdamAir, Capt. Sugoro, Minggu (30/3) mengatakan, berlarut-larutnya permasalahan manajemen AdamAir dan tidak mengudaranya para pilot, sejak pesawat maskapai ini digrounded pemerintah sejak 19 Maret lalu menjadikan para pilot sudah ancang-ancang untuk hengkang. Capt Sugoro yang juga Ketua FORSIKAD (Forum Komunikasi Solidaritas dan Keprihatinan Karyawan) PT Adamair ini mengatakan, sebagian pilot AdamAir saat ini telah mengarahkan melanjutkan karir mereka di sejumlah maskapai. Bahkan, kata dia, sebagian diantaranya telah melakukan tes perekrutan di maskapai luar negeri. Malaysia Airlines (MAS), kata Sugoro, sudah memanggil sejumlah pilot AdamAir untuk interview. Sebagian lagi, mencari alternatif karir mereka ke perusahaan-perusahaan penyalur pilot internasional. Perusahaan ini, nantinya akan menyalurkan pilot-pilot ke maskapai-maskapai di seluruh dunia yang membutuhkannya. Bagi penerbang, jelas Sugoro, bekerja di airline lain tidaklah sulit, karena saat ini dunia memang sedang kesulitan mendapatkan pilot. Bahkan di Indonesia saja, membutuhkan banyak pilot seiring dengan mulai berdatangannya pesawat-pesawat pesanan maskapai nasional di Indonesia. Menurut Sugoro, sebagai pilot yang harus berpikir cepat, sebanyak 194 pilot AdamAir pun sama. "Pikiran pilot saat di udara sama dengan sekerang, ketika perusahaannya terancam tidak operasi. Mereka juga langsung mencari alternatif, agar lisensi yang mereka dapatkan tidak habis percuma," tandas Sugoro. Deg-degan Rasa deg-degan semakin terasa pada 3.000 karyawan PT Adam Sky Connection Airlines atau Adam Air. Pada Selasa (1/4) besok akan ketahuan, apakah mereka bakal mendapatkan gaji lagi atau tidak. Sugoro mengatakan, ketidakmenentuan terus melanda para karyawan Adam Air terkait dengan masalah yang dihadapi maskapai yang saat ini masih dalam status quo menyusul pelarangan terbang oleh Departemen Perhubungan itu. "Kami tetap berharap bisa tetap bekerja di sini, akan tetapi itu harus ada kejelasan dari para pemegang saham Adam Air. Kalau tanggal 1 nanti gaji tidak turun, maka kami akan mempertanyakannya ke DPR dan pemegang saham," kata Sugoro saat dihubungi Persda Network di Jakarta, Minggu (30/3). FORSIKAD meminta komitmen pemegang saham untuk membayar gaji dan fasilitas-fasilitas lainnya yang selama ini diberikan kepada karyawan, selama pemegang saham belum mengambil keputusan final tentang keberadaan usaha perusahaan. Pada 26 Maret lalu, FORSIKAD juga memggelar aksi keprihatinan. mereka meminta para pemegang saham untuk memberi penjelasan formal dan resmi kepada karyawan tentang komitmen pemegang saham terhadap keberadaan dan keberlangsungan usaha perusahaan dimasa yang akan datang. (PersdaNetwork/ewa) |
|
|





























